MENGATASI ERROR F4 DAN ERROR F1 #AC CHANGHONG

Jumpa lagi Sobat-sobat teknisi, Pembaca dan Tim yang kami banggakan semoga sehat selalu dan selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT. Salam sejahtera untuk kita semua.

Sudah hampir dua minggu tidak menulis bahasan karena kesibukan meningkat tajam sampai tidak sempat duduk di depan layar laptop. Okey, kali ini kami akan membahas mengenai modul ac Changhong dan asumsi kami sama juga dengan ac merek china lainnya, error yang akan kita bahas adalah error F4 dan Error F1 yang muncul pada layar displai.

Berikut ini adalah gambar modulnya,
ac merek changhong
Gb.1. Modul AC Changhong
 Sensor utama yang dipakai adalah:
1. Thermis pipa (pendeteksi suhu di evaporator) ukuran kisaran 8 kiloohm (kΩ).
2. Thermis ruang (pendeteki suhu ruangan) ukuran kisaran 8 kiloohm (kΩ).
3. Sensor listrik.
4. Sensor motor.

#Thermistor

Pada modul ini bila thermis bermasalah short (konslet) atau putus maka di layar displai akan muncul kode F1. Pemasangannya satu kabel ke tegangan 5V dan satunya menuju micom, tegangan normalnya adalah kisaran 2,5V. Apabila thermis ini kita ukur pada suhu kamar (25 derajat celcius) maka ukurannya kisaran 8 kiloohm (kΩ) dan apabila terkena panas maka resistensi (hambatan)-nya akan mengecil dan sebaliknya bila terkena suhu dingin maka resistensinya akan membesar. Dari perubahan atau naik-turunnya suhu thermis inilah micom membaca kondisi operasi kerja. Jadi perubahan yang terjadi adalah suhu ⇒ resistensi ⇒ tegangan

#Sensor Listrik

Sensor listrik ini fungsinya untuk mengetahui tegangan/arus listrik ataupun frekuensi listriknya (50-60 Hz). Skema rangkaian sederhananya adalah sebagaii berikut ini,
skema sensor listrik
Gb. 2. Skema power suplai dan sensor listrik
Pada gambar 2 di atas, sengaja kami bedakan antara ground bagian primer dan skunder agar tidak ada kesalahan pada saat membaca skema dan kondisi realnya di pcb modul. Sebagai catatan pada kondisi normal:
  1. Tegangan Vcc viper 22A yaitu kaki nomor 4 adalah 18Vdc
  2. Tegangan pada kaki nomor 4 PC817 adalah 1,2Vdc, pada kaki nomor 3 adalah 0,6Vdc dan pada kaki nomor 1 adalah 1,2Vdc.
  3. Tegangan pada kaki kolektor transistor atau pada pin 23 micom adalah sebesar 0,2Vdc.
Pada kondisi bagian primer sensor listrik short (konslet) atau open (putus) dimana kaki pc817 nomor 1 dan 2 tidak kerja maka kami dapatkan ukuran sebagai berikut:
  1. Kaki pc817 nomor 4 tegangannya kisaran 4,3Vdc, kaki nomor 3 tegangannya adalah 0V (nol).
  2. Tegangan pada kaki kolektor atau pin 23 micom adalah 4,2V.
Pada saat kondisi bagian sensor listrik bermasalah maka micom akan mengeluarkan sinyal ke displai sehingga akan muncul kode F4. Kalau kita perhatikan sebelum muncul kode error F4 motor akan berputar kencang karena micom memaksa motor untuk berputar full speed untuk memastikan ada perubahan pada sinyal listrik namun bila tidak ada perubahan sinyal listrik maka micom akan memunculkan sinyal error F4.

#Sensor Motor
Gb.3. Motor Fan Indoor Changhong
Dari gambar 3 di atas, AC tipe ini memakai motor dengan 6 kabel, 3 kabel besar untuk lilitan motor yaitu 1 kabel jalur N (Red), 1 kabel jalur kapasitor yang terhubung ke N (White) dan 1 kabel lagi terhubung ke triac sebagai kontrol kecepatan (Purple) yang terhubung ke jalur Line (L)  bisa juga pemasangan kabel listriknya kita balik sesuai keterangan digambar, sengaja kami beri keterangan terbalik dimana Red kami arahkan ke Line listrik dan Purple kami arahkan ke jalur Neutral (N) listrik. Hasilnya akan sama saja tetapi secara teknis hal itu tidak dibenarkan karena pada kondisi mati (off) pada unit masih ada jalur L sehingga masih ada sengatan listrik.
Dan 3 kabel kecil untuk sensor motor yaitu ground (Black), Vcc 5V (Brown) dan Vout (White). Pada merek dan tipe lain ada yang menggunakan Vcc 12V.
Pada gambar di motor di atas, andaikan kita pasang kapasitor pada kabel white dan purple, apakah yang terjadi? Silakan di praktekkan sendiri dan amati hal yang terjadi.
jalur motor indoor
Gb.4. Skema sederhana driver motor fan indoor
Pada gambar 4 di atas kami buat skema sederhana jalur sinyal micom sampai ke outputnya menuju motor fan indoor. Perlu diingat bahwa setiap merek dan tipe kemungkinan mempunyai jalur yang berbeda, dan hal tersebut sudah pernah kami bahas pada bahasan-bahasan yang telah lalu.
Sebagai catatan, pada kondisi normal, tegangan pada kaki nomor 1 optotriac (misal xx3063) adalah 11V dan pada kaki nomor 3 adalah 10V, dan pada kaki ULN2003 nomor 2 dimana sebagai input sinyal dari micom tegangannya adalah 0,6V besaran tegangannya berubah sesuai perintah kecepatan motor yang kita inginkan dan perubahan tegangan sangatlah kecil sekali.

Sensor motor yang berupa sensor De Effecto Hall akan membaca putaran magnet cincin yang menempel pada as rotor, semakin cepat putaran motor maka Vout sensor motor tegangannya akan semakin kecil dan berlaku sebaliknya. Apabila karena suatu sebab adanya kerusakan pada jalur sensor motor maka micom akan memaksa motor untuk berputar pada full speed agar sinyal putaran terbaca namun bila sinyal putaran tidak terbaca maka micom akan memunculkan sinyal error F4 pada bagian displai.
Sebagai catatan, pada putaran lambat Vout terukur tegangan 2,1V dan pada putaran cepat terukur tegangan 2V.

Kiranya cukup sekian dulu bahasan yang kami sampaikan, maaf bila ada hal yang salah atau kurang tepat dan semoga menjadi manfaat bagi kita semua.



Share:

AC SAMSUNG LED DISPLAI KEDIP-KEDIP

Salam sejahtera untuk kita semua. Sobat-sobat, Pembaca dan Tim kami semoga kita selalu diberi kesehatan dan dapat beraktifitas dengan tersenyum, seberapapun hasilnya yang penting berkah.

Sudah agak lama rasanya tidak menulis tentang modul ac hingga baru kali ini kami akan membahas mengenai modul ac samsung dengan permasalahan  bisa diremot (ditandai dengan bunyi nada di buzzer), 3 led displai berkedip bersamaan dan tidak ada reaksi kerja apapaun. 
ac samsung
Gb.1. Modul AC Samsung
Led displai ada 3 buah yaitu turbo, timer dan operation. Error yang kami temui kali ini begitu dihubungkan ke listrik ketiga lampu displai kedip-kedip, kami belum tahu pasti untuk jenis modul ini ketika diberi tegangan listrik lampu displai langsung kedip-kedip dan setelah di 'on'-kan pakai remot atau tombol manual maka hanya lampu operation yang menyala tanpa kedipan. Apabila ketika ketiga lampu kedip-kedip dan ketika diremot hanya bunyi beep yang terdengar namun ketiga lampu masih kedip-kedip dan tidak ada kerja sama sekali.

Okey guys,,, kita lanjutkan ke pengecekan.

1. Thermistor

Thermis yang digunakan pada modul ini, thermis ruang maupun thermis pipa ukuran sama yaitu 10k. Pengecekan dan pengujian pada kedua thermis ini hasilnya kami asumsikan bahwa kedua thermis masih baik-baik saja. Karakteristik thermis pada unit ac adalah bila terkena panas maka resistensinya atau hambatannya akan mengecil misalnya pada suhu kamar 25 derajat celcius ukuran thermis adalah 10k maka ketika bodi thermis kita panasi maka hambatannya akan menjadi lebih kecil dari 10k. Dan apabila terkena suhu dingin maka resistensinya akan menjadi lebih besar dari ukuran tahanan pada suhu kamar misalnya pada suhu kamar hambatan thermis adalah 10k maka ketika kita thermis kita tempelkan pada sebongkah es batu maka hambatannya akan menjadi lebih besar dari 10k.
Catatan: suhu kamar atau suhu ruang yang umumnya dipakai pada penghitungan teknis di Indonesia adalah 25 derajat celcius.

2. Sensor Listrik

Pada umumnya pada modul ac, sensor listrik berperan sebagai tranduser (alat pungut) yang mengidentifikasi apakah tegangan listik pada kondisi yang optimal untuk kinerja sistem baik fan indoor maupun jalur outdoor. Hal yang sering kami temui di lapangan adalah bahwa error yang berkenaan dengan sensor listrik biasanya muncul di awal proses atau bahkan pada kondisi standby. Kode error yang muncul di displai tergantung merek dan tipe, ada yang led timer kedip-kedip, ada yang F4 adapula yang F7
Gb.2. Sensor listrik pada modul ac samsung
Sensor listrik terdiri dari Resistor, photocoupler (pc) dan transistor. Pada bagian primer yaitu pada pin 1 dan 2 pc hanya terdiri dari resistor yang terhubung ke jalur listrik L dan N. Pada bagian skunder yaitu pada pin 3 dan 4 pc, kaki 4 terhubung ke ground dan kaki 3 terhubung ke resistor pull-up dari tegangan 5V dan terhubung ke kaki basis transistor npn. Kaki kolektor transistor inilah sebagai output sinyal menuju micom. Pada kondisi normal tegangan pada pin 1 terhadap pin 2 pc kami belum sempat mengukur, tegangannya adalah acv. Tegangan pin 3 pc adalah kisaran 1 vdc dan tegangan pada kaki kolektor transistor adalah kisaran 4 vdc. Photocoupler yang digunakan adalah PC814.

Kondisi bermasalah pada jalur ini:
- Kondisi 1,
Pin 1 dan 2 pc konslet (close) atau putus (open) atau salah satu atau kedua resistor putus maka bagian skunder pada pin 3 dan 4 pc tidak akan bekerja. Sehingga pin 3 terukur mendekati 5Vdc dan kaki kolektor transistor akan mendekati 0 Vdc, selanjutnya hal ini akan menyebabkan munculnya error atau atau motor fan indoor tidak akan berputar karena micom membaca bahwa listrik tidak normal sehingga sinyal ke driver motor fan indoor tidak dikeluarkan.
- Kondisi 2,
Pin 3 dan 4 pc konslet (hubung/close) maka tegangan pada kaki kolektor mendekati 5Vdc. Bila kaki 3 dan 4 tidak hubung (open) maka akibatnya seperti kondisi 1 diatas

3. Sensor Motor

Kabel sensor motor ada 3 buah yaitu Vcc, Ground dan Vout. Sensor pembaca kecepatan motor adalah De Efffecto Hall yang terletak di dalam bodi motor. Bila dibandingkan susunan kabel sensor motor dari beberapa merek maka kalau kita perhatikan ada yang sama dan ada yang berbeda. Yang paling merepotkan adalah pada saat penggantian motor fan indoor ternyata motor yang normal yang akan kita pasang tidak ada skema wiring di bodinya dan itu butuh pengukuran atau bahkan pembongkaran motornya, karena apabila jalur Vcc dan ground terbalik maka sensor Hall akan rusak dan ini artinya motor tidak terpakai lagi bila sensor tidak diganti tetapi motor masih bisa digunakan di indoor yang tidak memakai penyensoran kecepatan motor misal pada ac LG.

Pada kondisi standby pada modul ini tegangan Vout adalah 1 volt, apabila tegangannya 0 (nol) volt maka akan terjadi error. Pada saat motor berputar tegangan Vout adalah kisaran 2V. Sekedar untuk pengujian, coba sobat-sobat putar as motor pada kondisi modul standby dan ukur tegangan pada Vout mulai dari saat diputar sampai berhenti dengan sendirinya dan perhatikan apa yang terjadi.
Vout ini akan menuju kaki basis transistor (lihat gambar.1.) dan kami juga belum sempat mengukur besaran tegangan pada kaki kolektor transistor tersebut

Dari hal-hal di atas, ketiga hal yang mempengaruhi munculnya error ketiga lampu kedip-kedip bersamaan maka urutan dalam pengecekan adalah thermis--sensor motor--sensor listrik. Dan kita harus ekstra hati-hati dan berusaha semaksimal mungkin jangan sampai melakukan kesalahan sedikitpun.

Demikian bahasan kami kali ini, maaf bila ada hal yang kurang tepat karena keterbatasan ilmu dan pengalaman kami dan semoga ada manfaatnya.


Share:

MESIN CUCI SAMSUNG INVERTER DISPLAI MATI TOTAL

Jumpa lagi sobat-sobat modul😅😅😅, semoga sehat selalu.
Sekarang sudah jamannya inverter baik AC, Kulkas maupun Mesin Cuci. Sudah terbayang susahnya terutama cari suku cadangnya terutama ic ipm (intelligence power module) ditambah lagi kalau ic ipm terbakar bisa merembet sampai ke micom-nya. Kalau micom rusak solusinya sampai saat ini beli modul ke service center atau diganti total pakai noninverter.

Pada kesempatan kali ini kami bahas sedikit mengenai mesin cuci samsung inverter mati bagian displainya dimana displainya menggunakan layar lcd. Menurut pengalaman kami sampai saat ini ada beberapa syarat yang harus terpenuhi sehingga bagian displai bisa hidup atau "on" yaitu:
  1. Tegangan suplai harus benar-benar stabil yaitu 12v untuk ic array darlington seri uln2003 atau kidxxxx, 5v untuk ic displai dan 3,3v untuk ic micom displai.
  2. Tombol (switch) power on/off
  3. Ic displai normal
  4. Ic micom normal
  5. Ic reset (kia7025) normal
  6. Osc (oscilator) atau xtal normal
  7. Sinyal Rx-Tx normal
Dari 7 hal di atas, kita prioritaskan cek point 1, 5, 6 dan 7.
Pertama-tama kita bersihkan pcb modulnya yang tampak karatan, bisa dilap, dicuci pakai deterjen atau memakai penghapus pencil (sewaktu kecil kami menyebutnya "stip" bahasa kerennya "eraser"). Area yang bikin pusing adalah bagian jalur "rambut" atau jalur kecil-kecil yang tampak berubah warnanya karena karatan atau terbakar karena panas aliran listrik. Kalau mencurigakan sudah terjadi konslet maka jalur ini kita potong kemudian kita jumper dengan kabel jumper khusus biar aman kalau gerak tidak terjadi kerusakan pada jalur modul. Meskipun jalur rambut ini bila diukur dengan skala ohmmeter x1k tidak tampak konslet namun bila kita ukur dengan skala x10k atau x100k maka akan tampak konsletnya. Cek sekalian semua led-nya dengan skala x10k kalau bolak-balik hubung berarti led bermasalah meskipun masih bisa nyala normal. Cek juga semua tombol dengan skala x10k kalau ada hubung meski sedikit berarti tombol rusak

Okey guys, setelah jalur, led dan tombol aman kemudian kita melangkah pada cek power suplai yang masuk ke modul displai, ukur semua tegangan dan pastikan semua stabil kalau perlu ganti dulu elkonya. Berikutnya cek ic reset, kaki kiri 3,3v kaki tengah ground dan kaki kanan 2,5v sesuai kodenya 7025. (Kadang terukur sampai 3v kalau pakai tester kami, maklumlah testernya sudah tidak akurat). Kaki kanan atau output ini terhubung ke micom.

Berikutnya kita cek xtal-nya tetapi untuk melepas xtal kita terlebih dahulu melepas lcd displai karena xtal berada di dalam kotak lcd displai. Bisa juga kita hanya melepas solderan salah satu kaki xtal. Ukuran xtalnya adalah 10 Mhz (megahertz).
Setelah penggantian xtal dan kami tekan berulang-ulang tombol power terkadang terdengar bunyi buzer "ting" dan terkadang terdengar bunyi melodi tetapi lcd belum menyala. Asumsi kami ic micom kemungkinan masih normal. Kisaran tegangan pada jalur kaki input xtal adalah 1v dan pada jalur kaki ouput adalah 0,2v. Pada kaki output inilah apabila kita sentuh dengan jarum tester (probe) masih ada reaksi di buzer atau pada relai besar bunyi 'Tik" kemungkinan micom masih ada harapan normal.

Berikutnya kita cek bagian Rx-Tx, pada postingan yang lalu kami pernah menyinggung mengenai Rx (receive data) dan Tx (transfer data), secara mudahnya komunikasi data memakai Rx-Tx umumnya menggunakan transistor untuk pengolah sinyalnya, berbeda dengan SDA-SCL dimana komunikasi datanya melalui jalur langsung antar ic. Mengapa komunikasi data antar modul menggunakan Rx-Tx, tidak menggunakan SDA-SDL?? Silakan dianalisa sendiri jawabannya bila kita jeli maka akan menemukan jawabannya.

Pada saat awal diberi tegangan listrik jalur Rx-Tx bila kita ukur dengan tester skaka x10 DCV akan tampak getaran naik-turun pada jarum tester, beberapa saat kemudian pada kondisi standby tegangan jalur Rx-Tx terukur kisaran 4,8v. Hal ini pada kondisi modul normal.

Dari data yang kami miliki tersebut bila kami bandingkan ternyata pada kondisi standby tegangan  jalur Tx terukur 2,5v, rupanya disini masalahnya. Ada dua jenis transistor yang terdapat pada jalur ini, transistor smd-10k karena di dalamnya ada resistor 10k itu yang pernah kami baca di situs datasheetnya.

Setelah dilakukan pembersihan dan pemanasan  pada area Rx-Tx dan setelah tombol power ditekan berulang-ulang tiba buzer mengeluarkan bunyi melodi tanda 'on' dan displai menyala namun hilang-timbul tulisan osd-nya (on screen displai) atau tampilan menunya dengan perbandingan 3 detik timbul dan 1 detik hilang (layar hanya tampak putih polos) dan pada saat osd muncul muncul kode error AE (kami tidak membaca secara pasti dilayar kepanjangan dari AE mungkin Authorize Error) atau pada tipe lain AE6 yang error ini menandakan komunikasi data antar kedua micom terputus. Setelah beberapa kali layang hilang-timbul kemudian mati total lagi. Analisa kami masalah pada jalur Tx.
Gb.1. Jalur Rx-Tx
Langkah berikutnya adalah mencari penyebab berkurangnya tegangan Tx yang seharusnya pada posisi standby adalah 4,8V tetapi terukur 2,5V. Mengacu pada gambar diatas, ternyata setelah diukur kaki basis transistor Tr1 ada tegangan 0,2V harusnya pada kondisi standby nilainya adalah 0V. Cabut kedua transistor smd dan membersihkan jalurnya kemudian dilakukan pengukuran ternyata tegangan masih ada meskipun kedua Tr dilepas, jadi sudah jelas jalur pcb konslet. Jadi jalur basis konslet dengan 5v meskipun sangat kecil tegangan yang bocor. Langkah paling mudah adalah dengan menggunakan pisau cutter, kita gores pcb antara kedua jalur berdekatan kemudian kita semprot dengan cat bening, setelah benar-benar kering kita ukur masih ada tegangan bocor atau tidak kalau sudah benar-benar aman kemudian kita pasang kembali kedua Tr. Hasil dari semua yang kami lakukan diatas membuahkan hasil, on/off sudah lancar, displai menyala dengan normal dan proses pencucian berjalan normal juga.

Untuk modul mesin cuci memang jalur konslet lebih sering kami temuai dibandingkan modul AC karena kondisi ruang tempat mesin cuci yang basah atau lembab, beda halnya dengan modul AC dimana kondisi ruangan adalah dingin-kering.

Demikian hal yang bisa kami sampaikan semoga ada manfaatnya dan kami minta maaf bila ada hal yang salah atau kurang tepat.


Share:

ERROR LE1, 1E, OE DAN 4E PADA SAMSUNG INVERTER

Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman, salam sejahtera untuk kita semua.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai hal yang berkaitan dengan water level pada modul mesin cuci samsung front loading inverter. Kelemahan mesin cuci samsung adalah pada jalur pcb-nya, mudah karatan bila terkena lembab dan panas aliran listrik. Jalurnya yang kecil membuat mata lelah ketika menelusurinya dari ujung ke ujung. Demikian pula yang kami alami beberapa waktu lalu dimana modul mesin cuci tersebut muncul kode error LE1 (Liquid Error), error ini berhubungan dengan kondisi air di dalam drum pencucian, padahal kenyataannya drum pada kondisi kosong. Menurut asumsi kami, disinilah micom membaca bahwa sinyal dari water level kondisinya fluktuatif dan tidak menentu sehingga error LE1 dimunculkan di layar displai.

Hal ini bisa disebabkan beberapa hal:
  1. Water level dan kabel bermasalah
  2. Ic kontrol water level rusak (kode ic 14069UG)
  3. Tegangan suplai tidak stabil
  4. Jalur di pcb bermasalah

Langkah pertama tentunya mencoba ganti water level, ternyata hasilnya sama saja berarti kerusakan di modul. Setelah modul terbuka, kami perhatikan ternyata banyak sekali bagian yang karatan jalurnya mungkin disebabkan lembab atau karena panas yang ditimbulkan aliran listrik. Langkah berikutnya hanya untuk memastikan saja kami memakai rankaian kontrol water level modul lain yang sesuai, kami memakai modul bekas yang masih bagus bagian kontrol watel levelnya yaitu modul samsung top loading casing modul hitam.
ic 14069UG
Gb.1. Kontrol Water Level Samsung
Sebelum pemasangan kita harus memutus jalur output dari ic kontrol yang menuju micom pada ic kontrol aslinya. Kemudian sediakan kabel 5 buah yang akan kita gunakan untuk menjumper. Pada gambar 1 di atas tulisan kabel 1 dan kabel 2 terhubung ke kabel water level pinggir kiri dan kanan, kabel tengah pada water level adalah ground. Tegangan 3,3V dan ground diambil dari modul yang akan kita kanibal. Setelah jalur output pada gambar 1 diatas dicabut salah satu kaki resistornya kemudian kami hubungkan ke jalur micom dan hasilnya error LE1 tidak muncul lagi.

Langkah berikutnya pengecekan bagian ic kontrol water level, kami menemukan bahwa salah satu kaki ic bagian input ada yang short/konslet dengan ground. Perkiraan kami hal ini terjadi karena "jalur rambut" modul yang konslet. Berikutnya, sebelum penggantian ic kontrol water level kami putus 3 buah jalur yaitu jalur water level pin kiri, pin kanan dan output kemudian kami jumper dengan kabel untuk menghindari bagian yang karatan. Jadi kita harus memasang kabel jumper pada bagian jalur yang tidak karatan, pemotongan jalur harus kita lakukakan dengan hati-hati jangan memotong jalur lain. Masalah yang kami hadapi adalah kami belum mempunyai stok ic kontrol water level dengan kode 14069UG smd, mungkin ic ini bisa kita ganti dengan tipe lain misal CD4069UBE yang smd juga. Akhirnya kami mencari ic 14069UG ke beberapa sobat yang masih ada stok, bekaspun tiada mengapa asal normal.

Untuk memastikan jalur kontrol water level di modul konslet dengan jalur sebelahnya adalah dengan memutus jalur water tersebut kemudian ukur dengan ohmmeter skala x10k atau x100k kalau tester menunjukkan ada hambatan (resistensi) maka bisa dipastikan jalur tersebut konslet. Pada sistem kontrol kita benar-benar dihadapkan pada jalur sinyal yang sangat sensitif.

Berikut ini kami paparkan beberapa error yang berkenaan dengan water level bisa disebabkan water level rusak, tegangan suplai drop atau tidak stabil, konektor/kabel bermasalah, bagian ic kontrol water level bermasalah, selang water level bermasalah, bagian bawah drum banyak kotoran sehingga menyumbat jalur selang water level atau ic micom bermasalah.
  1. LE1, sudah dibahas diatas./
  2. 1E, error ini menandakan bahwa micom tidak membaca adanya water level yang terpasang.
  3. OE (Overflow), error ini menandakan bahwa micom membaca air melebihi kapasitas yang ditentukan sehingga pompa atau motor drain akan bekerja.
  4. 4E, error ini menandakan bahwa pengisian air terlalu lama, bisa disebabkan aliran air kecil atau ada sumbatan pada solenoid. Biasanya karena aliran air kecil sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mengisi drum sesuai proses pemrograman maka akan mengakibatkan solenoid panas dan ujung-ujungnya lilitan solenoid terbakar dan berakhir pada terbakarnya triac/SCR di modul.

Demikian bahasan kami kali ini, maaf bila ada kesalahan atau kata-kata yang kurang tepat, dan semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk kita semua.


Share:

DINAMO MESIN CUCI TIDAK BERPUTAR DAN ERROR "FE" #Front Loading

Salam sejahtera untuk kita semua dan semoga sehat selalu.
Kali ini kita bahas mengenai mesin cuci front loading merek LG noninverter tipe lama, dimana kerusakannya motor utama terasa berat berputarnya dan muncul kode error "FE" setelah beberapa menit proses.

Error FE (Fluida Error) munculnya di awal proses berarti berhubungan dengan water level. Kerusakan bisa di water level, kabel atau modulnya. Apabila kerusakan bukan pada ic program kemungkinan besar masih bisa teratasi karena suku cadangnya banyak dijual di pasaran dan di bagian modulpun bukan tipe smd (menempel). Yang berhubungan dengan hal ini bisa baca DISINI.

Selanjutnya pengecekan pada motor, setelah diperhatikan ternyata dinamo motor mesin cuci front loading ini yang tidak kuat berputar hanya bunyi 'krek-krek' saja. Dugaan awalnya motor yang bermasalah, setelah cek lilitan dan carbon brush/spull booster tampaknya masih baik-baik saja. Langkah berikutnya bongkar modul (dengan memotong plastik casing, jangan dicongkel modulnya) dan setelah diamati semua solderan dan jalur terlihat baik-baik saja. Untuk memastikan motor benar-benar rusak atau tidak, caranya jumper kaki SCR kontrol kecepatan nomor 1 (kiri) dan 2 (tengah) kemudian hidupkan unit modul pada proses pengeringan (spin) beberapa detik kemudian setelah relai bunyi "tik", motor berputar sangat kencang. Kami asumsikan bahwa motor masih normal.

Pengujian berikutnya kita bisa gunakan bolam 5 Watt yang sudah terpasang dua buah kabel fitting. Motor bekerja dengan tegangan DC, jadi jalur L-N listrik disearahkan (DC) dengan dioda bridge (4 kaki) yang menempel pada pendingin (heat sink), kita pasang 2 kabel bolam masing-masing pada kaki nomor 2 dan 3 dioda bridge. Cara pengujian ini sering kami lakukan bila mendapati motor mesin cuci yang terasa berat untuk berputar hal ini sering kami temui di merek LG dan Samsung. Kami menemukan cara ini pada awalnya diluar dugaan karena pada awalnya waktu itu hanya ingin mengetes apakah tegangan listrik sampai pada kaki dioda bridge atau tidak, namun hasilnya justru motor bisa berputar.
Analisanya, kalo di pasang lampu saja motor bisa berputar berarti rangkaian yang paralel dengan lampu yang bermasalah. Rangkaiannya Snubber terdiri dari R (resistor) dan C (kapasitor) disini R=220/2watt dan C=100nF/250v. Resistor masih bagus, berarti C-nya yang bermasalah. Setelah penggantian C (kapasitor) motor pun berputar dengan normal, ganti C dengan ukuran yang sama atau agak besar misal 150nF (154/630v) bila ukuran yang sama tidak kita temukan.
skema cr
Skema C-R (Snubber) Dinamo LG
Rangkaian snubber ini berfungsi sebagai proteksi tegangan induktif bisa juga sebagai pembatas tegangan agar tidak mengganggu rangkaian elektronik lainnya. Peralatan yang menimbulkan beban induksi misalnya motor DC, relay dan trafo switching power suplai. Jadi rangkaian snubber bisa menggunakan kombinasi dioda, kapasitor dan resistor tergantung kebutuhan kita. 

Dari hal diatas kita bisa mengambil hikmah bahwa kita jangan mudah menyerah meskipun dihadapkan pada hal-hal sulit, pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain bisa menjadi pertimbangan dalam pekerjaan yang kita jalani. 

Saat ini dan beberapa waktu ke depan suku cadang peralatan elektronik yang sudah berusia 10 tahunan di service center kemungkinan besar sudah tidak ada karena sifatnya yang discontinu alias tidak diproduksi lagi hal seperti ini sudah kami jumpai beberapa tipe dimana pihak teknisi service center sudah angkat tangan mengatasi perbaikan modul kontrol. Dari analisa seperti inilah maka kami mulai mendalami modul kontrol, hanya bermodal semangat meskipun tanpa data sedikitpun mengenai modul kontrol. Pengalaman yang kami dapat kami publikasikan agar sobat-sobat atau siapapun yang membutuhkan bisa digunakan sebagai data awal pengerjaan modul. 

Masyarakat kita mempunyai kecenderungan mencari cara alternatif selain ke service center dengan biaya yang terjangkau dan dalam waktu yang singkat, disisi lain meskipun sebagian orang lebih suka ke service center tetapi bila suku cadang sudah tidak ada apa yang bisa dilakukan pihak service center? Disinilah peran seorang teknisi betul-betul diperhitungkan saat ini, jangan menyerah tetap semangat belajar, memahami, menganalisa dan jangan lupa mencatat karena yang akan kita hadapi adalah ratusan jenis dan tipe elektronik dan masing-masing mempunyai karakter yang berbeda. Silakan sobat-sobat membuat daftar mulai dari tv, mesin cuci, ac, kulkas, air cooler, dispenser dan lain sebagainya, tentunya kita akan mendapati begitu banyak merek dan tipe.

Kami rasa cukup sekian dulu bahasan kami apabila ada hal yang kurang tepat kami minta maaf, semoga bermanfaat dan apabila ada hal yang kurang jelas silakan tinggalkan pesan di kolom komentar atau lewat chat.


Share:

MESIN CUCI SHARP ERROR E2, EP DAN MATI TOTAL

Apa kabar Sobat-sobat yang budiman, salam sejahtera untuk kita semua, semoga selalu sehat segalanya. Sudah beberapa waktu tidak buat postingan masih terlalu sibuk di ruang kerja sebelah, banyak hal yang harus diselesaikan. Okey guys, kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya dimana kali ini kita belajar sedikit mengenai mesin cuci sharp dimana kasusnya error E2 dan error EP. Untuk kode error lainnya kami belum mempunyai datanya karena belum sempat membuat pengujian dan mengumpulkan datanya.

Sebelumnya kami minta maaf untuk error E2 yang berhubungan dengan switch, sampai bahasan ini kami tulis kami belum tahu sebenarnya switch pintu atau switch keseimbangan (balance) karena kami belum mengecek secara langsung di unit-nya karena yang datang hanya modulnya yang dibawa oleh tim kami di lapangan dan kami belum sempat menanyakan secara langsung tentang switch tersebut, gambar displai dan switchnya adalah sebagai berikut:
Gb.1. Bagian displai
penyebab error e2
Gb.2. Switch di mesin cuci sharp top loading
Terlihat pada gambat di atas switch yang ada tulisan E2, bila switch ini pada kondisi terbuka (open) atau tidak hubung maka akan muncul E2 bisa disebabkan kabel putus, konektor karatan, atau kontaktor di dalam switch kotor atau karatan. Apabila switch rusak dan di pasaran tidak ada yang jual kita bisa memperbaikinya meskipun terbilang lumayan sulit atau kita bisa memodifikasinya atau bisa juga kita melangsungkan kabelnya menjadi satu.

Berikutnya mengenai error EP (Error Presure), error ini berhubungan dengan pembacaan tekanan air atau berhubungan dengan water level. Pelacakan mulai dari yang termudah dulu yaitu pengabelan dari modul sampai ke konektor water level, ukur lilitan water level, cek dan tiup selang water level kalau masih tetap muncul error ganti dulu water levelnya. Bila penggantian satu atau beberapa water level tidak membuahkan hasil kemungkinan besar error di modul kontrolnya. Secara garis besar sistem kerja rangkaian pembaca water level pada mesin cuci bisa dibilang sama. Mayoritas water level pada mesin cuci produksi merek Japan menggunakan 2 pin.

Di bawah ini kami bahas juga mengenai modul mesin cuci tersebut di atas dimana kondisinya mati total, kami kedatangan dua buah modul yang berbeda namun sistem kerjanya sama.
Gb.3. Modul displai
Gb.4. Modul kontrol
Pada gambar 3 dan 4 di atas, kedua modul ini menjadi satu di dalam box plastiknya untuk mengecek bagian kontrolnya kita harus mencongkel modulnya, rasanya deg-degan juga sudah terbayang resikonya bilamana ada jalur yang putus pada saat pencongkelan modul. Untuk modul displainya kita tidak perlu mencongkelnya cukup plastik casingnya yang di belah menggunakan solder 100 watt atau sejenisnya. Bila bagian displai kita congkel akan sangat beresiko bila terkena air yang bisa masuk ke jalur modul yang akan menimbulkan konslet.
Modul pada gambar 1 dan gambar 3-4 mempunyai prinsip modul yang sama sehingga pembahasannya kami jadikan satu. Pengecekan awal kita mulai dari power suplai. Pada kedua tipe modul ini power suplai menggunakan trafo konvensional output 12V, jalur plus terhubung ke salah satu tegangan listrik. Ground micom diperoleh dari penurunan tegangan minus 12V menggunakan transistor, pada modul sharp tipe lain menggunakan ic regulator 7905, mungkin bagi sebagian sobat-sobat ada sedikit kebingungan namun bila sudah terbiasa akan terasa mudah juga. Yang kami dapati semua tegangan terukur normal. Berikutnya kita cek tombol on/off ukur dengan ohmmeter dengan skala minimal x10k bila ada hubung sedikit saja maka tombol harus diganti. Bila tombol baik-baik saja berikutnya kita cek bagian modul kontrol yaitu pada x-tal dan sensor listrik yang inputnya diperoleh dari kaki output trafo melalui resistor 10k menuju transistor pnp yang kaki kolektornya sebagai output menuju micom. Pengecekan beikutnya pada x-tal dimana ukurannya 16 MHz. Di modul mesin cuci sharp yang sering terjadi adalah kerusakan pada sensor listrik dan x-tal atau osilator.
Gb. 5. Area micom
Pada modul tipe ini semua kontrol driver untuk sistem kerja solenoid, motor drain dan motor utama menggunakan transistor tidak menggunakan ic uln2003 atau sejenisnya.

Kami rasa cukup bahasan kami kali ini bila ada hal-hal yang salah kami minta maaf, semoga pengalaman kami ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Dan bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan silakan tinggal pesan di kolom komentar atau lewat chat WA.


Share:

FLYBACK BOCOR DAN OSD TIDAK MUNCUL

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga sehat sehat selalu.
Sobat-sobat teknisi, pada kali ini kita akan belajar sedikit mengenai tv tabung meskipun sudah dibilang ketinggalan jaman tetapi tv jenis ini masih banyak yang pakai. Ada beberapa sobat yang bertanya bagaimana cara menangani flyback (fbt, flyback transformer) yang bocor dan adapula yang menanyakan bagaimana cara mengatasi tv yang OSD (on screen display) atau tampilan tulisan perintah (menu, chanel, volume, av dan lainnya) yang tidak muncul di layar tv.
OSD tidak muncul
Gb.1. Jalur OSD
#Flyback Bocor
Kita harus hati-hati dalam menangani flyback karena di bagian ini kita akan berurusan dengan tegangan yang sangat tinggi yaitu kisaran 25.000V (25kv), kita tetap utamakan keselamatan.

1. Kebocoran pada cup fbt (kop yang menempel pada tabung)
Jangan diatasi menggunakan lem yang dapat merusak tabung crt (cathode ray tube) atau gunakan saja isolasi yang kuat, hal ini dilakukan bila kebocoran hanya kecil (ngeses). Apabila bocornya besar kita harus ganti cup fbt-nya dengan melepas cup fbt ganti dengan yang baru dan bagus jangan menggantinya dengan memotong kabel fbt di tengah-tengah atau pangkal. Jika setelah penggantian ternyata masih ada kebocoran kemungkinan disebabkan tabung crt sudah lemah, kerusakan pada yoke dan fbt atau kerusakan pada kapasitor kopel yang terhubung ke kolektor transistor horisontal dan ground atau kolektor dan bagian pincution (pengatur lebar-sempit-tegak-miring). Cara yang paling mudah yang pertama dilakukan biasanya kita menambah nilai kapasitas kapasitor kopel, misalnya ukuran aslinya 912/2KV (9n1) kita coba tambahi dengan 102/2kv sebanyak 3 buah diparalel jadi nilai total kapasitas menjadi kisaran 9+1(3)=12n (12 nano farad), penambahan kapasitor bukannya tanpa resiko, resikonya gambar akan menjadi lebih gelap dan lebar. Bila langkah tersebut tidak membuahkan hasil maka kita coba memakai tabung/yoke lain yang masih bagus, bila masih bocor kemungkinan besar trobel di fbt yang memang harus minta ganti. Pemasangan cup fbt bisa kita bisa menambahkan gemuk atau pelumas atau stempet yang halus seperti balsem. cup fbt murahan bisa di olesi stempet akan semakin rusak.

2. Kebocoran pada kabel fbt.
Kebocoran bisa terjadi pada kabel fbt dari cup fbt sampai pertemuan masuknya kabel ke fbt. Cara yang bisa kita pakai adalah dengan isolasi kemudian dililit dengan benang jahit kemudian di lem kuat-kuat berikutnya kita gunakan selang timbang yang biasa dipakai tukang bangunan dimana kabel fbt dimasukkan ke dalam selang tersebut sampai ke bagian fbt dengan memanasi selang kemudian kita tekan sampai bagian fbt masuk ke dalam selang, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut. Ingat! Ini hanya untuk kebocoran kecil.
Gb.2. Flyback bocor halus
3. Kebocoran pada bodi fbt.
Kebocoran pada bodi fbt meskipun kecil efeknya bisa fatal karena pada kondisi penyalaan awal tv biasanya timbul percikan api yang besar meskipun sesaat apalagi percikan berlangsung agak lama. Akibat yang bisa terjadi adalah bagian vertikal bisa rusak, ic micom atau ic chroma bisa rusak, atau bagian power suplai bisa rusak juga. Hal ini yang sering kami temui dimana bodi fbt yang bocor ditambal dengan plastik steel atau lem lainnya setelah beberapa waktu tv kembali rusak, kerusakannya tambah parah sampai ke micom/chroma.
Solusi paling tepat bukanlah dengan penambalan meskipun kadang berhasil tetapi harus dengan penggantian fbt bila tidak ada kode arau karakter pin yang sama kita bisa gunakan tipe lain misal 154-064P atau yang 177B, bagi kami tipe flyback tipe ini adalah istimewa karena setiap pin-nya mempunyai fungsi masing-masing, bisa dipakai di tv tabung 14 inchi sampai 24 inchi cembung atau flat namun kita harus menyesuaikan kaki-kakinya.

#OSD Tidak Muncul
Kita batasi kerusakan bukan pada bagian internal micom. Micom akan mengeluarkan OSD bila jalur H-sync dan V-sync dalam kondisi normal, pada gambar 1 di atas kami menampilkan pcb tv digitec kode micom kami tidak mencatatnya dan ic chroma menggunakan TDA8441.
Gb.3. Skema Sederhana Jalur OSD
Setiap tv kemungkinan mempunyai skema yang berbeda. Jalur ini sangat penting, sering kami jumpai pada saat kanibal flyback biasanya masalah yang muncul osd tidak muncul atau muncul tetapi huruf atau angka terputus-putus (jembret). Pada modul mesin tv cina biasanya sinyal H-sync diambil dari tegangan heater. Jadi sinyal H-sync bisa di ambil dari heater, afc, vertikal 12V atau tegangan lainnya yang 12VAC. Begitu juga jalur V-sync setiap tv kadang mempunyai jalur yang berbeda ada yang diambil dari jalur pump-up vertikal atau dari bagian output vertikal. Kesimpulannya apabila OSD tidak muncul atau tampil maka kita harus men-cek jalur H-sync dan V-sync, pengecekan mulai dari sinyal awal, resistor, kapasitor, transistor sampai ke kaki micom. Apabila OSD tidak muncul karena kanibal fbt maka kita ubah-ubah nilai Rx.

Demikian ulasan kami meskipun sederhana semoga bermanfaat dan bila ada kekurangan atau kesalahan kami minta maaf.




Share:

ERROR EA PADA MESIN CUCI SANYO

Salam sejahtera untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi dan pembaca yaang budiman.

Eror atau Galat pada suatu sistem mikrokontrol pastilah akan dipengaruhi oleh banyak hal baik dari internal maupun external dan bila eror tidak diatasi maka sistem tidak akan bekerja normal bahkan sama sekali tidak berfungsi. Hal yang berperan penting adalah sensor (pengindera) ataupun tranduser (alat pungut) dan jaringan pengolah sinyalnya.

Berikut ini kami bahas mengenai mesin cuci sanyo dengan kode eror EA yang kerusakannya pada bagian pengolah sinyal. Maaf, kami belum tahu pasti mengapa kodenya EA, kami hanya mengambil kesimpulan bahwa EA adalah eror yang dideteksi pertama kali oleh sistem yaitu sensor yang mengontrol keadaan air. Dalam postingan yang telah lalu pernah kami bahas eror EA pada mesin cuci sanyo tetapi hanya pada power suplainya saja (EA= Error Amplifier, eror penguat daya dan sinyal)

Faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga muncul kode EA adalah:
  1. Pasokan air masuk sangat kecil/lambat sehingga micom mendeteksi dalam jangka waktu kurang lebih 2 menit tidak ada perubahan tekanan air di dalam drum mesin cuci. Kemungkinan yang terjadi adalah tekanan air di kran air rendah (aliran air kecil), filter di dalam solenoid tersumbat kotoran.
  2. Water Level (WL) rusak pada bagian lilitan, magnet, membran, pegas ataupun konektornya.
  3. Jalur kabel dari WL ke modul ada yang putus.
  4. IC penguat sinyal WL yaitu TC4069UBP atau semacamnya rusak
  5. Sparepart atau onderdil yang berhubungan dengan ic penguat ada yang rusak.
  6. Jalur Ground atau 5V ke ic penguat sinyal ada yang putus atau tegangan 5V tidak stabil.
  7. Micom rusak pada jalur dari ic penguat
Langkah-langkah perbaikannya adalah cek dari ke tujuh point diatas. Berikut kami sertakan skema rangkaian penguat sinyal WL.
TC4069UBP
IC TC4069UBP
SKEMA PENGUAT SINYAL WL
SKEMA PENGONTROL WL TOP LOADING
Skema sederhana diatas dipakai di merek Sanyo (atas) dan Sharp (bawah), beda merek mungkin berbeda pula sistem yang digunakan ic yang digunakan mungkin juga berbeda. Adapula tipe yang menggunakan ukuran resistor 563 (56k) bukan 473 (47k) semua tergantung sistem logic yang digunakan dalam micom. IC TC4069UBP bisa juga digunakan yang kaki 1 sampai 6.
Hal terpenting adalah tegangan 5V, apabila tegangan ini drop ataupun tidak stabil maka akan muncul error EA, begitu juga tipe water level yang digunakan meskipun 2 pin tetapi lilitan di dalamnya berbeda akan terjadi error juga. Kami belum tahu frekuensi sinyal output dari ic penguat ini, alasan klasik "belum ada alatnya", mungkin bisa dilihat dengan osiloskop bentuk kurva sinyalnya.
Apabila kita mengalami hal dimana ic water level rusak yang tipe smd kita bisa menggantinya dengan yang non-smd dengan cara menjumpernya dengan kabel, kami sudah pernah mencobanya dan berhasil. Soket dan konektor juga harus menjadi perhatian karena karena disinilah sering menyebabkan error yang diakibatkan oleh karat yang berwarna putih atau terjadi pengapuran.  

Informasi tambahan:
Pada beberapa tipe mesin cuci front loading ada yang menggunakan water level dimana ic pengolah sinyalnya ada di dalam water level, bentuk water level bervariasi kalau yang bentuknya umum yang ada di pasaran bila bagian lilitan yang rusak kita bisa memodifikasinya dengan memotong bagian yang ada lilitannya kemudian kita ganti dengan water level lilitan yang ada di pasaran dan modul kecilnya tetap kita gunakan. Yang sulit dicari di pasaran mungkin tipe water level milik sharp atau elektroluk dimana soketnya pun khusus, kami belum pernah menggantinya dengan tipe lain tetapi menurut beberapa sobat bisa dimodifikasi.

Demikian ulasan kami semoga bermanfaat dan maaf bila ada hal yang salah karena keterbatasan kami. Bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan komentar di kolom komentar, akan kami jawab sebatas kemampuan kami.

Share:

BEBERAPA PENYEBAB MESIN CUCI TIDAK KERJA NORMAL

Sebelumnya kami ingin menyapa sobat-sobat teknisi dan pembaca, bagaimana kabar Anda semua saat ini? Semoga selalu sehat dan dimudahkan segala urusan.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas beberapa hal yang menyebabkan mesin cuci otomatis tidak bisa kerja secara normal. Hal-hal yang kami sampaikan hanyalah pengalaman kami atau data-data yang kami kumpulkan selama di perjalanan 😄😄😄.

1. Water Level

Water level adalah sebuah piranti atau transduser (pengindera) untuk mengetahui banyak sedikitnya air yang ada di dalam tabung pencucian yang bekerja berdasarkan tekanan. Water level dan tabung pencucian dihubungkan oleh selang yang rapat. Sistem program yang digunakan oleh masing-masing produsen mesin cuci  bisa jadi sama ataupun berbeda, salah satu contohnya ada sistem yang menggunakan volume air konstan dan adapula sistem yang menggunakan volume air variatif atau banyak sedikitnya air pencucian bisa dikontrol. Water level juga digunakan untuk deteksi bahwa air sudah terbuang sepenuhnya pada proses rinsing dan spinning, misalkan motor drain bermasalah maka akan terjadi error. Apabila water level setengah error juga akan menimbulkan masalah proses tidak bisa selesai atau akan berulang-ulang prosesnya.
  • a. Water level tekanan konstan (sistem kerjanya menggunakan kontaktor) biasa digunakan pada mesin cuci pintu depan midea, electrolux, lux dan lain-lain. Jenis ini minimal mempunyai 3 konektor, pada level air normal maka konektor 1 dan 2 akan hubung apabila air melebihi batas misalnya kita mengisikan air secara manual, maka konektor 1-2-3 akan terhubung bersamaan maka pompa drain akan bekerja untuk menguras air, jadi konektor ketiga tersebut terhubung langsung ke pompa drain. Pada jenis mesin cuci model lama water level yang digunakan dengan konektor yang cukup banyak dan bentuknya pun besar.
  • b. Water level semi otomatis, ketinggian tekanan air diatur secara manual dengan memutar pengarah pada water level yang akibatnya tekanan pegas membran akan bertambah atau berkurang. Contohnya pada mesn cuci sanken atau sharp pintu atas.
  • c. Water level otomatis tanpa ic, jenis ini sering digunakan pada top loading maupun front loading, ada yang 3 kabel (misal: samsung, lg,  polytron dan sebagainya) dan ada yang 2 kabel (misal: sanyo, sharp, toshiba dan sebagainya). Di dalamnya terdiri dari lilitan, magnet, pegas, membran. Naik-turunnya magnet inilah yang digunakan untuk mendeteksi tinggi-rendah air. Pengolah sinyal water level dilakukan oleh ic di modul kontrol.
  • d. Water level otomatis dengan ic, jenis ini sering digunakan pada mesin cuci front loading misal samsung, sharp, panasonic dan sebagainya. Sistem kerja seperti water level pada point-c diatas tetapi ic pengolah sinyal ada di dalam atau menyatu dengan water level, jadi kabelnya pasti ada 3 yaitu 5V, ground dan sinyal output.
2. Door Lock dan Sensor Balance

Sensor balance atau sensor keseimbangan digunakan untuk mendeteksi guncangan yang terjadi pada saat unit mesin cuci melakukan proses. Pada top loading bisa dipastikan menggunakan sensor ini biasanya letaknya di bagian belakang, sensor ini hanya berupa kontaktor saja bila ada guncangan atau posisi tidak rata maka kontaktor ini akan terbuka meskipun sesaat sehingga micom akan mengeluarkan sinyal error. Pada front loading sensor balance pembacaannya melalui putaran motor, pada motor noninverter (memakai carbon brush) apabila putaran motor tidak stabil karena gucangan maka sinyal tacho akan terbaca tidak stabil oleh micom, pada motor inverter sensor balance menyatu di ic ipm (intelligence power module) yaitu pembacaan besaran arus outputnya (U-V-W) menuju motor.

Sensor door lock. Pada mesin cuci pintu atas model baru sudah menggunakan sistem magnet, sensornya terbungkus kaca bening lebih kecil dari sekering, di dalamnya ada kontaktor apabila berada di medan magnet maka kontaktor ini akan terhubung. Pada mesin cuci front loading door lock berfungsi sebagai pengunci pintu juga sebagai kontaktor, cara kerjanya menggunakan ptc sebagai pemanas untuk memanaskan bimetal yang bila suhu bimetal mencapai titik kerjanya maka bimetal akan menggerakkan kontaktor untuk saling hubung dan pengunci akan aktif. Di modul jalur listrik output dari door lock akan diolah menjadi sinyal sampai ke micom.
Sepengetahuan kami door lock untuk pintu depan ada dua jenis yaitu kabel 3 dan kabel 4. Untuk yang kabel 4 ada satu tambahan fungsi yaitu adanya lilitan solenoid untuk buka-tutup kontaktor hal ini sudah pernah kami bahas pada bahasan yang telah lalu, bisa baca DISINI.

3. Sensor Listrik (Tegangan/Arus)

Sensor listrik digunakan untuk mengetahui apakah listrik dalam kondisi normal atau tidak, bila terdeteksi listrik tidak normal maka micom tidak akan bisa "on" (pada beberapa modul) atau micom tidak akan mengeluarkan perintah proses kerja. Kerusakan pada sensor listrik bisa jadi jalurnya yang memang bermasalah, listriknya bermasalah atau micom-nya yang bermasalah. Letak sensor listrik pada setiap modul berbeda tergantung desain engineer-nya. Sensor listrik ini biasanya kami menyebutnya sensor common (com).

4. Sensor Suhu (Thremistor) dan Thermostat

Sensor suhu biasanya dipakai pada front loading, hanya satu top loading yang pernah kami temui yang memakai thermis. Thermis ini digunakan untuk mengukur suhu air di dalam tabung drum. Thermostat digunakan untuk menyensor suhu motor. Biasanya digunakan pada front loading, untuk top loading kami belum pernah bongkar motornya sehingga belum punya data apakah memakai thermostat ataukah tidak. Motor utama atau pun motor drain front loading biasanya menggunakan thermostat meskipun tidak semua. Guna thermostat ini untuk proteksi panas berlebih bila motor panasnya melebihi ketentuan desain maka thermostat akan membuka dan bila suhu motor sudah dibawah ketentuan desain maka thermostat akan menutup kembali sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan di modul.

5. Sensor Putaran Motor

Pada top loading sensor putaran motor ada di modul pada jalur output 2 triac putaran kanan dan kiri kecuali merek toshiba dimana sensornya berada pada motor seperti pada motor fan indoor ac yaitu memakai magnet cincin dan De Effecto Hall. Pada front loading sensor putaran motor memakai magnet cincin dan lilitan (tacho), tegangan listrik ac yang dihasilkan tergantung putaran rotor. Untuk tambahan info bisa baca DISINI
Wacana, bisakah diperbaiki?
Mengenai tacho akan kami bahas pada bahasan selanjutnya mengenai modifikasi tacho karena kami belum tahu dimana mendapatkan sparepart-nya.

Kiranya sekian dulu info yang kami sampaikan, maaf bila ada kesalahan dan semoga beremanfaat.




Share:

Cara Atasi Tidak Bisa Start dan Semua LED Menyala Mesin Cuci Samsung

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita selalu diberi kesehatan sehingga selalu bisa berkarya.
Maaf sebelumnya kalau bahasan ini terkesan kami ulang-ulang, memang modul jenis ini selalu menjadi primadona masuk ke bengkel kami. Baru kali ini kami menemui trobel yang sangat menguras tenaga dimana keluhan awalnya tidak bisa start, semua led displai menyala dan displai digital (seven segmen) beberapa led-nya ikut menyala. Setelah melihat modulnya ternyata terbakar cukup parah sampai casing plastik modul ikut terbakar.
Gb.1. Area sensor motor dan sensor listrik
Kelemahan modul jenis ini pada sensor listrik (common) dan pada sensor putaran motor. Terutama pada sensor motor sering terjadi "kebakaran" yaitu resistor, 2 kapasitor, jalur rambutnya dan photocoupler-nya. Kalau triac-nya kami belum pernah menemui kerusakannya.
Setelah casing plastik modul terbuka area yang terbakar cukup luas, dari area resistor, kapasitor dan photocoupler semua terbakar demikian pula jalur photocoupler sensor listrik juga terbakar karena jalur sensor putaran motor jalurnya melalui dibawah photocoupler sensor listrik. Penggantian mulai dari kapasitor seri ukuran 104/250V dan resistor 2k7 ukuran 2 watt, berikutnya penyambungan jalur-jalur "rambut " yang putus. Kita gunakan kabel yang fleksibel sehingga bila digerakkan solderan tidak mudah lepas atau jalurnya yang terlepas, kabel yang biasa kami gunakan adalah kabel jumper kecil yang biasa digunakan untuk jumper pada mainboard ps (play station). Kita harus bersihkan semua pcb yang terbakar dan jalur rambut yang terbakar juga untuk menghindari konslet lebih lanjut. Setelah penjumperan selesai dan coba dihidupkan hasilnya belum ada perubahan dan relai kontaktor jalur common tidak bekerja, ternyata transistor smd driver relai kondisinya rusak. Transistor ini jenisnya npn kalau kita tidak menemukan transistor smd kita bisa memakai transistor biasa semisal c2815. Penggantian Photocoupler PC817 dan PC814 bila tidak ada yang jenis smd kita bisa memakai yang bukan smd.

Tak lupa pula kami juga mengecek semua tombol, cara mengukur tombolnya yaitu dengan multitester pada penunjuk ohmmeter pada skala x10k apabila bolak-balik hubung maka kemungkinan tombol konslet. Bila tombol rusak bisa dilakukan penggantian atau perbaikan seperti yang pernah kami lakukan, bisa baca DISINI.

Langkah berikutnya pengecekan jalur led displai karena terbakarnya pcb juga kemungkinan mengenai jalur led. Ternyata banyak led yang konslet (hubung singkat) bila diukur dengan multitester pada skala x10k. Penggantian led membutuhkan waktu yang sama, ribetnya bukan main, meskipun kami punya alat modifikasi untuk melepas led tanpa melepas plastik penutup led-nya.

Setelah penggantian led hasilnya masih belum normal, ternyata ic displai kidxxxxx ada 2 pin kakinya yang short /konslet dan displai seven segmen juga ada 3 pin-nya yang konslet. Ternyata efek kebakaran sampai kemana-mana, semoga saja micom tidak terkena efeknya.

Untuk mengganti ic displai dan seven segmen kami mengambil dari modul bekas, entah ada atau tidak yang menjualnya kami belum sempat buka di internet. Harganya mungkin murah bila kita membelinya dari negeri seberang namun membutuhkan waktu yang cukup lama, kisaran 1 bulan.
Gb.2. Area kontrol displai
Dalam hal mencabut ic smd dari pcb memang agak susah karena bagian bawah ic dilem dengan pcb. Kalau memang terpaksa ada jalur yang putus maka kita sambung dengan kabel jumper. Setelah semua dirasa beres kami coba unit untuk proses pencucian sampai selesai dan hasilnya bisa normal kembali. Sebelum pemasangan plastik casing modul kami biasanya menggunakan cat semprot warna bening/clear untuk menutup pcb agar tidak mudah karatan untuk mempercepat pengeringan cat kami gunakan hair dryer dengan suhu rendah atau dengan mengatur jarak yang tepat antara pcb dan hair dryer. Setelah semua kering sempurna baru kita tutup modul dengan casing plastiknya dengan cara pemanasan seperti mengelas plastik atau dengan cara dilem dengan lem bakar serapat mungkin untuk menghindari karat pada jalur modul. Tentang modul seperti kami juga pernah membahasnya pada postingan sebelumnya, bisa baca DISINI dan DISINI.

Kiranya cukup sekian dulu maaf bila ada kekurangan, bila ada hal yang belum jelas bisa tinggalkan pesan di kolom komentar atau melalui chat melalui nomor pada judul blog, semoga kami bisa membantu menurut kemampuan kami.


Share:

ERROR UC DAN ERROR DC MESIN CUCI SAMSUNG NONINVERTER

Salam sejahtera untuk untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman. Apa kabar semuanya? Semoga kita selalu diberi kesehatan untuk berkarya sesuai kemampuan kita.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai mesin cuci samsung front loading (pintu depan) tipe noninverter alias motor masih memakai carbon brush. Ada dua modul yang sama dengan kerusakan error UC dan error DC.

Pada kesempatan yang lalu kami pernah membahas sedikit mengenai error UC pada mesin cuci samsung inverter namun demikian kerusakan yang sama bisa jadi solusinya berbeda, kami hanya sekedar menulis tentang pengalaman kami yang kami temui di 'medan tempur' siapa tahu ada sobat-sobat atau siapapun yang menjumpai kasus yang sama dan kebetulan solusinya pun sama. Beberapa waktu lalu kami menjumpai kasus yang sama namun pada mesin cuci samsung biasa bukan inverter. Pada mesin cuci tipe ini ada 3 buah modul yaitu modul kontrol mekanis, modul displai dan modul tombol sentuh. Komunikasi data antara modul displai dan modul kontrol kerja menggunakan photocoupler (pc). Ada 3 buah pc pada jalur data ini yang 2 buah adalah Rx-Tx (Receiver-Transfer) data dan satunya lagi kami belum tahu fungsinya belum sempat cek secara keseluruhan. Komunikasi data antara modul displai dan modul tombol sentuh menggunakan SDA (data) dan SCL (clock).

Sebelum melangkah ke pengecekan kita biasakan mengecek power suplai (psu, power supply unit) untuk memastikan tegangan suplai benar-benar stabil. Power suplai modul ini menggunakan ic 2QR2280Z yang daya outputnya lumayan besar kisaran 54 watt. Tegangan output skundernya adalah 5V dan 12V untuk catu daya displai dan tombol sentuh dan 15V untuk catu daya modul kontrol mekanis/kerja, catu dayanya terpisah. Pada saat standby modul kontrol mekanis sama sekali belum ada tegangan catu daya apabila kita tekan tombol 'on' maka micom (ic program) modul displai akan memberikan perintah 'on' ke ic regulator M78R12 melalui photocoupler (pc). Tegangan 12V ini untuk menggerakkan relai-relai dari tegangan 12V ini kemudian diturunkan ke tegangan 5V dengan ic regulator 7805 untuk catu daya micom modul kontrol mekanis. Apabila power suplai rusak kemungkinan ic 2QR2280Z tidak tersedia atau trafo switching terbakar dan kita ingin menggunakan  power suplai jenis lain maka kita harus membuat dua buah power suplai. Bisa menggunakan power suplai ac-matic tetapi tegangan 15V harus kita buat terpisah dari tegangan 5V dan 12V, bisa juga kita menggunakan trafo konvensional, kita gunakan trafo CT-15V dimana sambungan lilitan di pin CT kita potong jadi ada dua lilitan terpisah yaitu lilitan kiri CT dan kanan CT. Sebelah kiri kita gunakan untuk adaptor 15V catu daya modul kontrol mekanis dan sebelah kanan kita gunakan untuk adaptor catu daya 12V (pakai 7812) dan 5V (pakai 7805) untuk modul displai. Perhatian, resiko menggunakan satu trafo konvensional ini adalah pada saat trafo terbakar pada lilitan skundernya jalur antar modul akan terhubung dan akibat yang ditimbulkan kami belum bisa memastikan. Cara lain yang bisa digunakan apabila trafo switching masih bagus hanya ic 2QR2280Z yang tidak tersedia adalah dengan menggunakan power suplai kit 5 kabel yang harganya sekarang murah meriah.
Modul samsung tombol sentuh
#Error UC
Sepengatahuan kami error ini adalah UnContact yang tahu pastinya adalah engineer design di pabriknya. Asumsi kami sampai saat ini adalah error pada kelistrikan ataupun komunikasi data. Kita pastikan bahwa semua jalur listrik normal termasuk relai utama yang sebagai saklar listrik dan sensor listriknya. Sensor listrik terdiri dari dua buah resistor ukuran 100kohm masing-masing terhubung ke kaki photocoupler, kapasitor smd dan satu buah  photocoupler  (pc) bidirectional dengan kode pc814. Sepengetahuan kami di modul ini pc814 tidak bisa diganti dengan pc817 karena dulu pernah kami mencoba mengganti pc ini dengan pc817 hasilnya setelah tombol start ditekan tidak ada reaksi kerja apapun. Pastikan pula doorlock berfungsi dengan normal. Berikutnya kita cek jalur komunikasi data dimana ada 3 buah pc yang dua untuk Rx-Tx dan satunya fungsinya belum kami ketahui. Biasanya error UC bisa terjadi karena tegangan 5V di kedua micom tidak stabil, soket konektor antar modul terjadi karatan, jalur data ada yang konslet dan mainboard karatan. Bersihkan konektor dan mainboard kalau perlu cuci mainboard displai dengan deterjen, kita gunakan sikat atau kuas yang agak kasar.

Berikutnya kita ukur bagian jalur data dengan multitester analog pada posisi penunjuk ohmmeter skala x1 atau x10, mulai dari photocoupler, resistor, transistor, dioda dan sampai ke pin ic micom. Langkah ini adalah trial and error (coba-coba), karena beberapa kali kami berhasil memakai cara ini yang dugaan kami dengan memberi tegangan kecil melalui jarum multitester bisa mengembalikan fungsi part-part (onderdil) pada kondisi awalnya, meskipun hal ini terkesan tidak masuk akal.
Error UC juga bisa disebabkan micom membaca bahwa motor tidak terpasang yaitu melalui pembacaan sinyal dari tacho (lilitan pada moncong motor), cara yang biasanya kami pakai adalah pada saat proses pengisian air berlangsung motor kami putar ke kiri dan kanan agar sinyal yang terkirim terbaca oleh micom. Jangan kaget kalau tiba-tiba berputar kencang. Langkah ini juga trial and error, bisa berhasil bisa juga gagal.
Untuk pengukuran photocoupler (pc) bisa sobat-sobat lakukan sendiri, kita beli pc817 baru kemudian ukur kaki 1-2  (input) dan 3-4 (output) skala multitester pada ohmmeter yaitu x10 dan x10k, perhatikan apa yang terjadi dan catatlah. Untuk pc814 entah di pasaran ada atau tidak ada, kami sudah punya stok yang kami datangkan dari negeri seberang 😅😅😅.

#Error DC
Sepengetahuan kami DC adalah DisContact. Error ini berkenaan dengan motor. Pada mesin cuci jenis ini selain tacho juga menggunakan thermostat untuk sensor motornya, apabila motor overheat maka diharapkan thermostat terbuka/open dan apabila motor sudah dingin maka akan tertutup/close kembali dan bila kondisi terbuka atau kabel putus maka di displai akan muncul kode DC. Apabila error ini muncul di displai maka yang harus kita cek adalah 2 kabel dari modul ke soket motor, thermostat (ukur dengan multitester) dan jalurnya di modul.
Di modul digunakan 2 buah resistor seri (ukuran masing-masing 270kohm) dan 1 dioda terus menuju ic penguat dan outputnya menuju micom. Apabila jalur ini bermasalah maka error DC pun akan tampil di displai.

Kiranya cukup sekian ulasan kami apabila ada hal-hal yang kurang tepat kami mohon maaf dan semoga bermanfaat bagi kita semua.









Share:

ERROR UC MESIN CUCI SAMSUNG INVERTER

Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman, kali ini kami akan menyampaikan pembahasan mengenai mesin cuci samsung inverter dengan gejala kerusakan setelah tombol start ditekan tidak ada reaksi kerja apapun dan setelah beberapa detik kemudian muncul error UC
Langkah awal tentunya bongkar plastik casing modul dengan solder 100 watt atau solder 60 watt yang pakunya dimodifikasi seperti pada solder 100 watt dengan bahan tembaga kalau pakai logam besi panasnya tidak optimal.
Modul samsung inverter
Potong dengan rapi, jangan sampai memotong jalur di pcb-nya. Setelah itu kita lakukan pengecekan dan pencarian dimana letak masalahnya, jangan dibuang semua lapisan silikon penutupnya. Error UC asumsi kami adalah UnContact (tidak hubung) yang bisa jadi antara kedua modul tidak ada komunikasi data atau adanya sistem mekanis yang belum bekerja secara normal. 
Pengecekan yang pertama kami lakukan adalah pada pc (photocoupler) sensor listrik. Tegangan pada kaki output pc adalah 0V (ground) dan kisaran 4,5V yang berarti listrik belum terhubung karena tegangan 4,5V adalah tegangan dari resistor pull-up dari 5V suplai jadi micom membaca bahwa listrik 220V dari sumber listrik bekum masuk ke jaringan sistem kerja. Yang patut diduga adalah relai utama belum bekerja akan tetapi setelah tombol "on" ditekan terdengar bunyi klik seperti bunyi kontaktor di dalam relai. Pada posisi "on" untuk memastikan relai sudah kerja atau belum kita bisa memakai multitester atau bolam, asumsinya listrik yang masuk relai adalah jalur L (line), ukur pada jalur N (netral) listrik dan output relai, begitu juga bila menggunakan bolam apabila bolam menyala berarti relai sudah bekerja. Hasil yang kami dapatkan, ternyata relai kerja sesaat saja ditandai dengan nyala bolam sesaat. 

Sebelum pengecekan lebih lanjut kami pasang dulu bolam 100 watt pada 2 kaki konektor relai karena biasanya saat mengisi elko besar (450VDC) listrik menjadi anjlog/jeglek maklumlah listrik hanya 900 watt sudah banyak beban, sehingga pada saat modul terhubung ke listrik elko besar mulai terisi pelan-pelan melalui bolam. Pengecekan berikutnya pada jalur lilitan relai, salah satu pin terhubung ke 12V dan satunya lagi terhubung ke transistor atau ic array (ulnxxxx atau kidxxxxx). Pada modul ini ternyata yang digunakan adalah transistor smd yang kodenya sudah tidak terbaca. Bila diukur pada kondisi modul "off" tampaknya masih normal namun bila pada kondisi modul "on" transistor ini tidak bekerja normal, tegangan basis adalah kisaran 4,5V, kaki emitor terhubung ke ground dan kaki kolektor terhubung ke lilitan relai, harusnya relai sudah bekerja karena transistor tersebut adalah tipe npn. Penggantian transistor smd tersebut bisa menggunakan transistor biasa, biasanya kami menggunakan seri C1815.

Setelah penggantian transistor relai sudah bekerja normal dan unit mesin cuci pun sudah bekerja sebagaimana mestinya.

Catatan tambahan:
  1. Mesin cuci jenis ini menggunakan 2 buah modul, bagian modul displai dan bagian modul kontrol kerja. Komunikasi data antara modul displai dan modul kontrol kerja menggunakan photocoupler (pc). Ada 3 buah pc pada jalur data ini yang 2 buah adalah Rx-Tx (Receiver-Transfer) data dan satunya lagi kami belum tahu fungsinya belum sempat cek secara keseluruhan.
  2. Jalur sensor listrik ada 2 buah pc, satunya untuk sensor listrik dan satunya untuk sensor doorlock.
  3. Jalur power suplai ada 2 buah pc, satunya untuk kontrol tegangan power suplai dan satunya untuk kontrol on-off untuk men-trigger ic regulator  M78R12.
  4. Sampai saat ini kami belum tahu dimana/bagaimana sensor kecepatan motor karena di motornya tidak ada sensor sebagaimana pada beberapa mesin cuci LG Inverter (karena tidak semua LG Inverter menggunakan sensor kecepatan motor). Apabila motor inverter samsung ini pada saat kita mencobanya tanpa dipasang pada dudukannya maka akan terjadi error motor  akan tiba-tiba berhenti setelah adanya getaran pada motor.
Apabila pengerjaan modul sudah selesai maka selanjutnya adalah menutup bagian pcb yang silikonnya sudah kita buang, kita bersihkan dulu bagian permukaan pcb sampai bersih dan kering kemudian kita semprot dengan cat bening atau clear, diamkan sampai benar-benar kering baru kita pasang plastik casing modul yang sebelumnya kita potong dengan menggunakan lem bakar atau dengan pengelasan lagi dengan solder, usahakan serapat mungkin agar jalur modul tidak karatan.

Demikian bahasan kami kali ini bila ada hal-hal yang salah kami mohon maaf karena keterbatasan ilmu dan pengalaman kami dan semoga bermanfaat bagi kami dan sobat-sobat semua.



Share:

FAN INDOOR AC TIDAK BISA MATI ATAU HIDUP

Salam sejahtera untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi,pembaca dan tim kami.
Pada kesempatan kali ini kami bahas mengenai modul ac dengan trobel motor fan indoor tidak bisa berhenti meskipun pada kondisi 'off' remot. Modul terbaru mudah sekali karatan karena lembab dan panas pada jalur pcb-nya sehingga mudah sekali error atau malfungsi pada sistem kerjanya. Pada modul AC jalur perintah kerja motor adalah micom-ic array-SSR/SCR/Relai-motor. Untuk jenis motor inverter tidak kami bahas disini.
Skema jalur pengecekan motor tidak bisa mati atau off

Beberapa penyebab motor fan indoor tidak bisa mati pada posisi off remot adalah:
  1. Jalur displai kotor
  2. Jalur output dari ic program (micom) ke ic array (tipe ULNxxxx atau KIDxxxx) ada yang konslet dengan tegangan plus.
  3. Jalur output dari ic array ke jalur driver motor ada yang konslet dengan ground.
  4. Jalur SSR/SCR/Relai pin kaki input tegangan ac 220V konslet dengan pin kaki output yang menuju jalur motor.
#Bagian Displai
Yang harus dicek adalah bagian tombol on-off manual, bagian jalur led power dan jalur IR (output receiver sensor remot). Di tempat kami, cara yang kami gunakan adalah dengan memisahkan antar jalur yang karatan menggores pakai pisau cutter dengan hati-hati jangan sampai memotong jalur kemudian mencuci semua pcb dengan air dan deterjen bubuk. Pekerjaan membutuhkan waktu yang lama apabila kita mengandalkan hair-dryer atau sinar matahari. Untuk mempercepat pekerjaan kami biasanya mengeringkan air yang menempel pada pcb dengan kompressor angin yang sudah biasa kami gunakan dalam mencuci modul televisi. Setelah terasa air hilang dari pcb kemudian kita gunakan hair-dryer atau solder blower hingga modul benar-benar kering 100%, hanya butuh waktu 30 menit sampai 1 jam, modul sudah kering dan kita dapat mulai pengerjaan kembali.

#Jalur Output Micom dan Jalur Output ic array
Output dari micom yang menuju pin input ic array pada kondisi mati/off haruslah bertegangan 0V apabila ada tegangan maka ic array akan aktif sehingga bagian pin outputnya akan terhubung ke ground tergantung besar kecilnya input dari micom.

#Jalur Output IC Array dan SSR/SCR/Relai
Pada kondisi 'off remot', tegangan pin output ic array ke jalur SSR/Relai adalah sesuai tegangan kerja SSR/Relai yaitu 12V dan pada saat 'on' tegangannya adalah 0V atau mendekati 0V. Apabila pada kondisi off ternyata tegangan di pin outputnya 0V atau mendekati 0V maka SSR akan aktif yang berarti pada jalur ini ada yang konslet dengan ground atau ic array rusak. Untuk driver motor yang menggunakan SCR/Triac umumnya menggunakan rangkain lagi, transfer sinyalnya menggunakan photocoupler/optocoupler yang menggunakan tegangan 5V. Pada saat ini SCR/Triac, rangkaian dan photocoupler sudah dikemas menjadi satu chip yang disebut Optotriac sangat praktis digunakan misalnya MOC3020, MOC3031 dan lain-lain. Relai digunakan pada motor indoor yang kecepatannya konstan untuk L-M-H (low-medium-high).

#SSR/SCR
Bentuk SSR umumnya kotak pipih dengan 4 pin yaitu input dari ic array, 12V, input 220VAC, output listrik. Besaran output listrik tergantung besaran input dari ic array dan sinyal dari micom untuk mengatur cepat lambatnya putaran motor fan indoor. Apabila pin input listrik dan output listrik short atau konslet maka motor akan berputar terus meskipun kondisi modul pada posisi off remot/tombol. Umumnya SCR yang digunakan pada modul ac adalah tipe TO-92 bentuknya seperti transistor C1815, misalnya MR431 yang bisa diganti dengan BT131 yang banyak di pasaran. SCR tipe TO-92 bisa diganti dengan tipe TO-220 yang bentuknya seperti transistor TIP31, misalnya BT138 dan BTA16 perbedaan TO-92 dan TO-220 pada karakteristik kaki-kakinya dan juga pada arus outputnya. BT131 kaki gate atau sinyal input pada kaki tengah dan BT138 gate-nya pada kaki 3. SCR juga banyak dipakai pada modul mesin cuci. SCR juga bisa dipakai untuk mengganti ic ACS (AC Switch) yang biasa digunakan pada modul mesin cuci hanya saja kita harus memodifikasi inputnya karena input SCR -menurut pengalaman kami- biasanya butuh sinyal lebih besar yaitu dengan mengganti resistor di jalur kaki input SCR dengan ukuran yang lebih kecil.

Bagaimana pula kalau kasus yang berkenaan dengan motor fan indoor tidak berputar atau hanya berputar sesaat kemudian muncul error? Untuk kasus motor mati, selain pengecekan pada hal-hal di atas yang harus dicek adalah lilitan motor dan kapasitor. Untuk kasus motor berputar sesaat kemudian muncul kode error di displai atau led timer kedip-kedip maka yang harus dicek adalah sensor putaran motor yang ada di dalam bodi motor, hal ini pernah kami bahas silakan baca-baca juga judul-judul dalam label AC.

Demikian bahasan kali ini, mohon maaf bila ada hal yang salah dan semoga bermanfaat.



Share:

DAFTAR ENTRY

STAT

FRIENDSHIP

PUSAT BANTUAN

Butuh bantuan kami, klik KONTAK atau LOKASI di menu atas. "BENGKEL KAMI" Silakan kirim modul mainboard ke tempat kami

NEW COMMENTS