ERROR KEDIP 5 KALI LED TIMER AC DENPOO

Salam sejahtera untuk Sobat semua dan para pembaca, semoga sehat selalu dan dimudahkan segala urusan.

Kembali ke AC biar suasana dingin, kepalanya juga dingin biar lancar berpikirnya 😅😅😅.
Kali ini kami bahas hal sederhana tetapi bila baru pertama kali menjumpai akan terasa berat juga yaitu ac merek denpoo trobelnya led timer kedip-kedip setelah bekerja kisaran 10 menitan.
modul control
Modul AC Denpoo
Pengecekan pertama tentunya pada unit power suplai (psu) tegangan 12v dan 5v harus stabil dan hasil yang kami temukan semua tegangan normal. Kerusakan seperti ini bisa dimungkinkan pada sensor-sensor dan yang patut dicurigai adalah pada thermistor. Hal ini disebabkan karena program di dalam ic program (micon = micro control, micom = micro computer) sudah di program bahwa bila dalam hitungan 10 menit belum ada perubahan dingin maka sistem modul akan mengeluarkan kode error yaitu lampu led timer akan kedip-kedip sebanyak 5 kali secara berulang.

Cara cepatnya adalah dengan mengganti thermis dengan ukuran yang sama resistensinya (tahanan). Bila ingin tahu pasti thermis mana yang bermasalah biasanya kami menggunakan es batu. Caranya setelah jalur outdoor bekerja (relai kerja) kita tempelkan thermis pada es batu satu per satu, hasilnya sobat-sobat bisa mengambil kesimpulan sendiri thermis mana yang bermasalah. Kasus yang sering kami jumpai di medan tempur adalah thermis ruang (room) yang sering bermasalah.

Namun bila ternyata setelah penggantian thermis masih ada kendala misal masih terjadi error maka kita letakkan thermis di area evaporator yang paling dingin dan misal mati-hidup kompresor terlalu cepat maka kita geser thermis ke area yang kurang dingin, jadi kita sesuaikan letak thermis hingga diperoleh hasil yang signifikan. Hal ini bisa juga diakibatkan adanya pergeseran nilai pembacaan micon terhadap kondisi ruangan maupun evaporator melalui thermistor.

Banyak tipe ac yang menggunakan sistem seperti ini dimana bila dalam rentang waktu tertentu tidak ada perubahan suhu maka sistem program akan memprotek kinerja dengan mengeluarkan sinyal error sesuai dengan pemrograman, baik ac split biasa maupun inverter. Pada akhirnya kita dapat menganalisa dimana letak kerusakan apakah di kompresor, jaringan pipa, thermis ataukah di modul kontrol. Analisanya kita cek kompresor sudah kerja atau belum, pada bagian evaporator sudah ada perubahan dingin atau belum kalau kedua hal tersebut normal kemungkinan di thermis. Pengujian modul kontrol dan thermis sudah kami sebutkan di atas yaitu memakai es batu. Kode error yang muncul tentunya sesuai desain pabriknya, pakai kedipan led displai ataukah kode error angka digital bila displainya memakai digital seven-segmen, tetapi ada juga pencarian kode errornya memakai remot kontrol misalnya pada ac merek daikin, kode error yang mucul kemudian dicocokkan dengan tabel data error.

Kalau ac split biasa bagi kami masih terasa mudah menentukan letak kerusakannya dan modul kontrolnya juga tidak rumit. Berbeda dengan ac inverter, kita terkadang harus kerja sangat keras dan hasil akhirnya kita pun terkadang dipaksa untuk mengibarkan bendera putih alias menyerah. Modul kontrol ac inverter bagi kami sangatlah rumit, jalurnya double side atau dua sisi, mengurut jalurnya saja sangat melelahkan. Sebenarnya bila kita punya skema dan datanya, pekerjaan akan terasa lebih mudah. Selama ini kami hanya belajar dari analisa modul, hardware-nya saja dan kami tidak tahu sama sekali mengenai software atau programnya.

Salah satu hal yang sangat penting dalam sistem pendingin adalah sensor suhu atau thermistor, sampai saat ini kami belum punya data yang memadai masih jadi impian kami untuk mengumpulkan data thermis dari setiap merek dan tipe sehingga bila ada kerusakan thermis sudah ada datanya. Kerusakan thermis bila hanya error sedikit resistensinya tentunya masih bisa diukur dengan multitester. Hal yang menyulitkan adalah bila thermis short (hubung pendek / konslet) atau open (tidak hubung sama sekali) atau thermis hilang dibawa tikus, bila kita ganti dengan resistensi yang tidak sesuai terkadang akan timbul masalah yang agak menjengkelkan misalnya kompresor cepat mati padahal kondisi ruangan belum mencapai dingin yang diinginkan.

Demikian hal sederhana yang kami bahas, maaf bila ada yang kurang tepat dan semoga bermanfaat, khususnya bagi tim kami yang baru menekuni dunia pendingin.


Share:

MESIN CUCI ELECTROLUX ERROR E40 DAN MATI-HIDUP

Salam sejahtera untuk Sobat semua dan semoga kita selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam segala hal.
Sudah beberapa waktu kami tidak update bahasan, banyak pekerjaan yang begitu menyita waktu kami. Pada bahasan kami kali ini kami mengulas sedikit tentang mesin cuci electrolux pintu depan (front loading) dimana kendalanya mati-hidup dan error E40.

Sudah sering kami utarakan bahwa electrolux bagi kami modulnya sangat membuat lelah dalam pengerjaan perbaikannya. Ada beberapa modul yang hampir mirip dengan electrolux yang pernah masuk ke workshop kami yaitu Panasonic, Sharp, Modena dan Midea. Modul electrolux yang kami bahas kali ini mempunyai dua sisi jalur pcb (double side), banyak jalur dari sisi depan menuju sisi belakang dan sebaliknya dan mayoritas bagiannya adalah smd (surface mounted device). Modul ini menggunakan doorlock 4 pin seperti pada mesin cuci LG yang pernah kami bahas pada artikel terdahulu (bisa baca DISINI) dan menggunakan sistem eco bubble dimana pada saat proses pencucian ada pompa aktif yang mengatur sirkulasi air di dalam drum pencucian. Kelebihan doorlock dengan 4 pin ini adalah kita tidak menunggu lama untuk membuka pintu pada saat di pause maupun proses sudah selesai karena begitu kita tekan pause atau proses selesai kita langsung bisa membuka pintu mesin cuci, berbeda dengan doorlock 3 pin dimana kita harus menunggu sampai pengunci kembali ke posisi standby.
electrolux double side
Gb.1. Modul Mesin Cuci Electrolux
Kasus pertama yang kami hadapi adalah pada saat setelah ditekan tombol start, selang beberapa detik tiba-tiba mati total dan satu detik kemudian hidup lagi dan berlangsung terus menerus. Sampai saat ini kami belum tahu pasti penyebabnya. Power suplai menggunakan ic LNK304P dimana ic ini bisa kita ganti dengan seri lainnya yang skema pin kakinya sama karakternya misal LNK306P ataupun LNK364P. Tegangan primer yang digunakan adalah setengah gelombang yaitu hanya 110V.
Untuk memastikan trobel apakah pada bagian primer atau bagian skunder power suplai atau pada jalur micom maka kami pasang dengan power suplai external dengan output tegangan 12V, 5V dan 0V (ground). Perlu diingat bahwa langkah awal adalah menentukan letak 12V, 5V dan 0V jangan sampai salah kalau terjadi kesalahan bisa-bisa micom rusak. Patokannya adalah elko-elko. Bagi Sobat yang belum paham silakan tanya sobat yang lain yang sudah biasa menangani modul. Berikutnya kita cabut jalur B+ primer dan trafo switching.

Setelah pemasangan power suplai external, modul kami coba hidupkan, awalnya nyala normal namun beberapa detik kemudian angka displai tetap ada namun lampu backlight displai padam kemudian nyala lagi dan tidak mati lagi. Hal ini kami lakukan untuk mendeteksi dimana letak kerusakannya akan tetapi setelah nyala normal terus kami pun belum tahu dimana letak trobelnya. Langkah berikutnya lepas power suplai external dan pasang kembali bagian power suplai seperti sedia kala. Setelah dicoba ternyata modul tidak mati-hidup lagi. Kadang cara ini bisa membuahkan hasil dan kadang berbuah kegagalan juga bila gagal maka kita harus kerja lebih keras lagi 😅😅😅.

Berikutnya adalah uji coba proses pencucian secara keseluruhan, ternyata masih ada kendala lagi yaitu setelah ditekan tombol start  beberapa detik kemudian muncul kode error E40. Error ini berhubungan dengan doorlock (switch pintu). Pengecekan awal tentunya kita harus mengecek tegangan driver doorlock karena menggunakan doorlock 4 pin maka tegangan driver pasti ada 2 buah. Bila kita perhatikan di modul kedua tegangan di atur oleh IC ACS yang satu bentuknya berkaki 4x2 dan satunya lagi berkaki 3. Cara test jalur ini paling mudah adalah dengan memasang 2 buah bolam 5 watt, jangan memekai beban dengan watt besar karena ic acs akan rusak (pecah). Apabila setelah on maupun setelah start kedua bolam masih bisa nyala meski berkedip maka jalur driver bisa dipastikan normal. Doorlock sudah kami test dan kami simpulkan bahwa doorlock masih normal. Cara kerja doorlock ini sudah pernah kami bahas, silakan buka link yang kami berikan diatas.

Perburuan berikutnya pada jalur pengolah sinyal doorlock, bagian detektor doorlock micom terhubung ke output doorlock melalui resistor ukuran 154 (150 kohm) seri 3 buah kemudian  ada resistor pull up ke 5V dan resistor pembatas ke ground dengan nilai 10 kohm, dititik ini terhubung ke pin micom terukur tegangan 2,3V, ini sebenarnya normal tetapi mengapa masih error E40?
Kami belum tahu apakah yang dibaca oleh micom adalah tegangan, arus, ataukah frekuensi. Kami mencoba melakukan "trial and error" atau cara coba-coba. Kami putus jalur 2 buah resistor 150 kohm kemudian kami ganti dengan resistor ukuran 220 kohm, jadi yang digunakan hanya 1 buah resistor 150 kohm dan 1 buah resistor 220 kohm. Hasilnya ternyata bisa normal error E40 tidak muncul lagi dan proses keseluruhan sistem pencucian berjalan dengan normal.
sensor doorlock
Gb.2. Jalur Doorlock
Setiap kesulitan yang kita hadapi belum tentu kita diberi kemudahan namun pasti ada hikmahnya. Anggaplah hal-hal sulit itu sebagai bahan ujian naik tingkat level kemampuan kita itu yang sering dikatakan sobat-sobat di tim kami. Kamipun masih punya beberapa kasus yang belum terpecahkan diantaranya modul samsung top loading 13 tombol dimana kerusakannya susah hidup atau "on" dan bila bisa "on" kemudian ditekan tombol selain tombol power justru menjadi mati lagi.

Demikian bahasan kami, maaf bila ada hal yang kurang tepat dan semoga bisa bermanfaat bagi Sobat-sobat.



Share:

MESIN CUCI MATI SAAT DOORLOCK TERKUNCI #LG-FRONT-LOADING

Salam sejahtera untuk Sobat-sobat dan pembaca semua. Semoga kita selalu dianugrahi sehat dan dimudahkan segala urusan. Kali ini kami akan membahas mengenai mesin cuci LG pintu depan dengan kerusakan pada saat doorlock mulai aktif terkunci tiba-tiba proses berhenti dan mati. Kami menjumpai kasus seperti ini pada dua buah modul merek yang sama tetapi tipenya berbeda. Yang satu apabila pada saat doorlock masih aktif kemudian di-on-kan lagi maka modul menyala sebentar dan mati lagi jadi modul akan bisa pada posisi standby bila doorlock tidak aktif. Yang satunya, tidak mati total hanya mati-hidup.

Okey guys, berikut ini adalah permasalahan dan solusi yang kami dapatkan.
modul lg front loading
Gb.1. Modul dengan displai angka digital
Gambar 1 di atas merupakan modul LG front loading yang sudah memakai displai dengan angka digital untuk seri dan tipe kami tidak tahu. Dugaan kami modul jenis ini sudah tidak tersedia lagi di service center-nya, jadi apabila ada kerusakan tidak perlu menghubungi service center cukup menghubungi teknisi jalanan seperti kami😄😅😅😅.
Kerusakan modul ini adalah pada saat doorlock mulai aktif terkunci tiba-tiba tampilan displai mati-hidup dan relai utama yang berwarna hitam bunyi klik-klik. Modul ini cukup lama menginap (opnam) di markas kami, rasa penasaran dan lelah bercampur menjadi satu namun dengan berdoa dan berusaha keras akhirnya membuahkan hasil juga. Pada awalnya kami menduga bahwa kerusakan pada jalur output doorlock yang menuju modul sampai ke ic micom.

Langkah awal kami mencoba mengubah-ubah nilai tegangan sensor doorlock yang menuju micom. Jalur output doorlock yang menuju micom di batasi dengan resistor 330 kiloohm kemudian 2 buah dioda kaca IN4148 yang satu menuju micom dan satunya menuju tegangan 5V.  Tegangan jalur ini adalah kisaran 4,5V apabila jalur ini kita putus maka di layar akan muncul dE (door error). Kami memakai potensio 10k untuk mengatur tegangan yang menuju micom, pada saat tegangan menuju micom terukur 3V tidak muncul dE dan proses pengisian air berjalan normal akan tetapi hal ini hanya berlaku beberapa menit saja kemudian modul mati-hidup lagi.

Sebelum melangkah pada langkah berikutnya, kami perlu sampaikan beberapa sensor yang digunakan pada modul ini hasil dari pengamatan kami.
  1. Thermis
  2. Water Level
  3. Sensor doorlock
  4. Sensor listrik (AC detect)
  5. Sensor kecepatan motor (tachometer)
  6. Sensor triac motor.
Dari ke-enam hal tersebut di atas bila diukur sekilas tidak satupun yang konslet (short) dengan ground, pernah terpikir juga untuk menyerah saja. Dari gejala yang muncul maka kami fokus melakukan pengecekan dan pengukuran pada tiga hal yaitu ac detect, doorlock dan triac motor.

AC detect tampak masih normal, ditandai dengan apabila jalur ini kami lepas maka modul tidak akan bisa hidup (on). Perburuan selanjutnya adalah pada jalur sensor triac motor, asumsi kami jalur ini yang bermasalah. Triac motor akan bekerja setelah menerima sinyal dari micom, besar kecilnya sinyal akan mempengaruhi cepat lambatnya putaran motor. Pengukuran pada triac menunjukkan bahwa triac masih normal. Kemudian pengecekan pada jalur output triac yaitu jalur kaki tengah triac. Dari kaki tengah triac ini ada resistor ukuran 330 kiloohm kemudian melewati dioda terus menuju micom. Semua bagian yang terhubung ke jalur ini kami lepas solderan pada salah satu kakinya dan kami ukur. Sampai kepada dioda IN4148 ada sedikit kecurigaan dan langsung kami ganti  begitu juga dengan kapasitor gelang (coklat-hitam-orange = 103=10.000pf) yang kami ukur dengan sekala ohmmeter x100k tampak ada sedikit short. Kadang bila kita gunakan skala x10k masih tidak tampak short.

Setelah penggantian bagian yang rusak modulpun bisa normal kembali ketika dicoba proses pencucian dari awal hingga akhir.

modul error
Gb.1. Modul tanpa displai angka digital
Gambar 2 di atas adalah modul mesin cuci LG front loading model lama, displai hanya memakai led tanpa angka digital. Kerusakan awalnya adalah mati total, rusak pada xtal-nya. Kerusakan kedua adalah ketika doorlock aktif terkunci tiba-tiba modul mati total, bila ditekan tombol power lagi akan hidup sesaat dan akan mati lagi bila doorlock masih aktif. Penyebabnya sama dengan modul pada gambar 1, hanya saja letak komponennya yang berbeda. Jalur sensor triac motor adalah kabel kuning besar yang menuju micom dan kapasitor. Pada kapasitor inilah permasalahannya, sedikit short sehingga micom membaca triac motor tidak normal atau jalur motor atau motornya yang tidak normal.

Apapun kesulitannya janganlah menyerah begitu saja lebih-lebih bila tidak ada tempat bertanya, bahkan data pun kita tidak punya. Kami akan selalu berbagi pengalaman yang kami dapatkan di medan tempur agar bisa menambah pengalaman bagi tim kami dan bagi sobat semua. Ilmu yang dibagi tiadalah akan berkurang justru akan semakin bertambah.

Demikian bahasan kami kali ini semoga bermanfaat dan bila ada yang kurang tepat kami minta maaf.


Share:

AC INVERTER SAMSUNG SEGITIGA #REVIEM

Apa kabar Sobat-sobat yang budiman, salam sejahtera untuk Anda semua dan semoga selalu sehat segalanya.

Terasa sudah agak lama kami tidak membahas tentang ac, kali ini kami hanya menulis paparan tentang ac inverter merek Samsung. Kami belum mempunyai data yang signifikan mengenai ac tipe ini jadi yang kami tulis hanya sekedar review saja. Pada modul ac inverter bagian yang terpenting adalah jalur komunikasi data dan pada modul samsung tipe ini jalurnya sangatlah sederhana karena tidak adanya komunikasi data imbal-balik jadi jalur datanya hanya memberi perintah dari indoor unit ke outdoor unit.

Bagian power suplai menurut pengamatan kami adalah sama dengan yang digunakan pada modul mesin cuci samsung yang modul power suplainya terpisah atau modul 13 tombol. Modul unit indoornya adalah seperti gambar di bawah ini:
modul inverter
Gb.1. Modul Indoor AC Samsung Inverter
Sensor yang dipakai pada modul ini adalah thermis ruang, thermis pipa dan sensor listrik (AC Detect). Jalur komunikasi data hanya memakai SSR (solid state relay) jadi kami menyimpulkan bahwa jalur ini adalah hanya jalur perintah dari micom indoor ke micom outdoor bukannya jalur imbal balik data. Apapun error yang terjadi pada unit outdoor datanya tidak terkirim ke unit indoor. Hal ini hanya kesimpulan kami saja, Sobat-sobat jangan mengikuti hasil kesimpulan yang kami tulis sebelum mengamati dan meneliti, ini berlaku pada semua bahasan yang telah kami tulis pada postingan-postingan yang lalu maupun yang akan datang. Kami bisa saja salah dalam mengambil kesimpulan karena keterbatasan ilmu, pengalaman kami dan data yang kami miliki.

Jalur listrik ke bagian outdoor yang terhubung langsung adalah jalur N sementara jalur L dihubungkan melalui relai. Fan motor indoor menggunakan kapasitor atau menggunakan tegangan AC bukan DC dan perintah kerja motor indoor juga menggunakan SSR.
modul ac samsung
Gb.2. Modul Outdoor AC Samsung Inverter
Karena keterbatasan waktu kami dalam mengerjakan modul ini kami bahkan tidak sempat mengukur ukuran thermis bagian indoor dan kami juga tidak sempat mengamati dan mengukur sensor yang berada di kompresor. Jalur data perintah dari unit indoor diatur melalui ic photocoupler kemudian menuju ic micom outdoor. Dari rangkaian data ini yang hanya menggunakan satu buah photocoupler maka kami menyimpulkan bahwa ini hanya jalur perintah kalau jalur data imbal-balik akan menggunakan dua buah photocoupler.

Kerusakan modul ini awalnya adalah outdoor tidak kerja, terpaksa unit outdoor dan modul indoor harus dibawa ke markas kami karena kami tidak sempat datang ke tempat pelanggan. Setelah unit sampai di markas, kami rakit semua kabel-kabelnya kemudian coba dinyalakan setelah beberapa menit menunggu ternyata unit outdoor dapat bekerja dengan normal. Lalu apanya yang rusak?
Kami juga tidak tahu, itulah mengapa bahasan kali ini hanya sekedar review saja.
Menurut perkiraan kami ada beberapa sebab mengapa unit outdoor tidak kerja diantaranya adalah:
  1. Thermis indoor tidak akurat, sehingga membaca kondisi ruangan sudah mencapai suhu yang sesuai dengan pilihan program pengaturan pengguna.
  2. Sinyal perintah kerja dari micom indoor terganggu, terjadi bila SSR, Kabel penghubung atau rangkaian pengolah sinyal bermasalah.
  3. Modul outdoor bermasalah baik power supply unit (psu), micom atau bagian ic IPM (intelligence power module) serta sensor pendukung.
  4. Kompresor bermasalah.
Sebagai tambahan: dalam penyambungan kabel penghubung indoor-outdoor kita gunakan kabel 4 buah yaitu kabel N, kabel L, kabel data dan kabel ground. Kabel ground fungsinya sangat penting terutama untuk membuang strom ke tanah  apabila ada kebocoran strom atau ada petir. Adanya gangguan pada listrik atau pengabelan bisa mengganggu jalur data sehingga menyebabkan error program.

Kesulitan pengerjaan pada modul outdoor karena pcb-nya dua sisi (double side) terlebih saat merunut jalur atau pencabutan onderdil yang tipe DIP atau pemasangannya ditanam misalnya ic IPM, bila tidak hati-hati dan tenol tidak benar-benar bersih maka kaki ic akan patah atau justru jalurnya yang rusak terkelupas. Kondisi ic IPM menurut kami adalah rapuh, mudah patah ataupun cuwil.

Akhir kata, demikian bahasan kami kali ini meskipun hanya sekedar sekilas info dan bila ada hal-hal yang kurang tepat ataupun salah kami minta maaf.


Share:

MESIN CUCI SAMSUNG MATI SETELAH START DAN BUZZER BERISIK

Salam sejahtera untuk Sobat dan pembaca semua, semoga kita selalu diberi kesehatan.

Ada waktu luang sedikit kami gunakan untuk menulis sedikit bahasan dari pengalaman kami di "medan tempur". Kali ini kami bahas mengenai mesin cuci samsung yang tergolong produk lama, kami tidak tahu serinya karena hanya modulnya yang main ke bengkel kami. Modul ini rangkaiannya tidak begitu rumit namun sudah menggunakan displai led dan digital seven segmen. Berita buruknya modul ini mayoritas pelapis modul atau silikonnya sudah meleleh, inilah yang sangat merepotkan bila mengenai tangan rasanya lengket sangat tidak nyaman, lebih-lebih bila mengenai alat-alat. 
Gb.1. Modul Samsung Lama
Gambar di atas adalah gambar modul yang silikon pelapisnya sudah meleleh bagian atas dan bagian bawah, apabila mengenai tangan pelapis ini bisa kita bersihkan menggunakan sabun deterjen. Kami pun sempat berpikir bagaimana mengurangi efek lelehan ini agar tidak begitu mengganggu kenyamanan di dalam mencari trobel di modul ini. Cara termudah yang kami pakai adalah dengan mengolesi tangan dengan minyak goreng, teringat kalau kena getah buah nangka.

Kerusakan di modul ini adalah pada saat di-on-kan terdengar suara berisik di buzzer meski tidak keras dan pada saat di-start selang beberapa detik tiba-tiba off (mati total). Dari beberapa modul jenis ini kerusakan atau masalah yang sering kami temui adalah jalur konslet karena efek panas atau karatan, x-tal (crystal) rusak dan displai seven segmen nyalanya sudah redup mungkin karena umur pemakaian.

Sebelum kita lanjutkan pembahasan, kita perhatikan gambar berikut ini:
Gb.2. Area yang sering short/konslet
Pada gambar di atas area yang sering short atau konslet adalah pada dioda adaptor (jalur dioada bridge), jalur sensor listrik (ac detect) dan pada ic uln2003.
Jalur input buzzer juga melalui area dioda dan sering konslet karena efek panas meski diukur dengan skala 10x tidak terdeteksi namun bila diukur dengan skala x10k maka akan kelihatan konsletnya akibatnya terdengar suara menderik di buzzer meski tidak keras. Begitu juga jalur sensor listrik (ac detect) mengalami hal yang sama sehingga micom akan membaca bahwa kondisi listrik tidak normal akibatnya sering mati sendiri setelah start

Cara mengatasinya kita harus memotong jalur-jalur tersebut atau melepas jumper area yang kami lingkari. Apabila ada resistor maka cabut resistor tersebut dan pasang pakai kabel jumper. Untuk jalur sensor listrik (ac detect) sama seperti modul  lain atau pada air conditioner (ac) yang power suplainya menggunakan trafo konvensional yaitu di ambil dari tegangan ac (alternating curent/ arus bolak-balik) output dari trafo terhubung ke resistor kemudian menuju kaki basis transistor tipe npn. Hal ini pernah kami bahas pada bahasan-bahasan yang lalu, silakan buka dan baca-baca di label mesin cuci dan ac juga.

Perjalanan panjang bersama modul mengingatkan kami bagaimana pada masa awal-awal mulai menekuni modul tahun 2012 awal kadang mengerjakan modul sampai berhari-hari catatan-catatan kami di selembar kertas masih menghiasai buku kami helai demi helai, kerja-belajar-dan mengumpulkan data. Dulu servis center masih melayani pembelian modul dari teknisi jalanan seperti kami namun setelah pembelian modul tidak dilayani banyak teknisi seperti kami yang bingung juga jalan paling gampang adalah merubah unit mesin cuci ke manual dengan timer mekanis. Setelah kami memahami cara kerja modul dan data yang kami kumpulkan dirasa cukup, kamipun mulai menulis di website dengan tujuan semua orang bisa belajar dan bertukar pengalaman dengan kami. Ketika dibagikan ke orang lain, ilmu itu tidak akan berkurang justru akan semakin mendalam.

Apapun yang kami tulis adalah murni pengalaman kami sendiri bukan hasil tulis ulang dari web lain kecuali kumpulan kode-kode error memang kami kumpulkan dari web atau data lain. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada tim-tim kami dilapangan dan sahabat teknisi yang sudah banyak memberi masukan dan kontribusinya serta kadang menemani begadang sampai larut malam 😅😅😅.

Maaf Sobat, kalau sudah melenceng jauh dari topik bahasan. Sekedar bercerita dan mengenang masa yang telah berlalu agar bertambah semangat untuk belajar. Uniknya di Indonesia apapun diperbaiki disini, padahal yang diinginkan pabriknya itu barang rusak harus dibuang beli yang baru.
Menjadi teknisi jalanan adalah pilihan, kita sudah andil mengurangi beban negara, kita menciptakan lapangan pekerjaan untuk kita dan orang yang mau bergabung dengan kita. Sekalipun pemerintah tidak memperhitungkan keberadaan kita, dimanapun dan kapanpun keberadaan teknisi akan selalu diperlukan.

Kembali ke modul, beberapa modul tipe lama di service center- asumsi kami -sudah tidak ada lagi, sehingga sekarang begitu banyak bermunculan modul pengganti yang hampir sama dan dijual bebas, kami salut kepada industri pembuatnya. Bahkan sudah lama ada modul universal untuk top loading maupun front loading noninverter namun kami belum pernah membelinya, untuk modifikasi kami biasanya mengandalkan barang bekas di pasar loak, harga terjangkau.

Demikian bahasan dan pemikiran kami, maaf bila ada kata-kata yang salah dan bukannya kami menggurui hanya menyampaikan pendapat. Tetap semangat dalam bekerja. Bila ada yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan pesan di kolom komentar akan kami bantu semampu kami.



Share:

ERROR Sud atau ERROR Sd, MESIN CUCI SAMSUNG

Salam sejahtera untuk semua Sobat teknisi dan pembaca, semoga kita selalu diberi kesehatan.

Baru kali ini kami menemui error yang benar-benar bikin berfikir lebih keras yaitu di displai keluar tulisan Sud atau Sd. Sud atau Sd menurut keterangan di laman resminya adalah karena terlalu banyak busa sabun. Perkiraan kami juga karena terlalu banyak busa sabun namun setelah dicek dan dicoba tanpa sabun pun terkadang masih muncul error Sud atau Sd, yang paling menyita waktu adalah munculnya error ini 'terkadang' dan setelah error kerja sistem akan berhenti dan beberapa waktu akan berlanjut kembali atau berhenti sama sekali. Secara teori dan kenyataan kami belum tahu cara pembacaan micom melalui water level, kenapa bisa membaca adanya busa di dalam selang water level, kami hanya berasumsi saja mungkin adanya tekanan yang tidak stabil di dalam selang water level.
Gb.1. Error SUd dan Sd
Error Sud atau Sd sangat ditentukan pada sensor water level sehingga pengecekan pertama adalah pada jalur selang water level mungkin ada sumbatan kotoran atau benda asing lainnya. Setelah pembersihan kotoran dan selang water level ditiup terasa tidak ada sumbatan namun masih saja error Sud atau Sd muncul. Berikutnya kita bisa ganti water levelnya sebagai pengujian saja demikian juga yang kami lakukan, penggantian water level tidak membuahkan hasil juga. Perkiraan berikutnya kerusakan di modul, untuk memastikannya kami mengambil langkah memaksa unit mesin cuci untuk bekerja meski butuh waktu lama, yaitu ketika error Sud atau Sd muncul kami matikan unit mesin cuci kemudian nyalakan untuk proses pencucian, hasil yang kami peroleh, semakin lama unit bekerja ternyata error Sud atau Sd lebih sering muncul..

Point/titik pengecekan,

1. Water Level

Bersihkan konektor water level kalau perlu semprot dengan pembersih karat. Cek kabel dan soket kabel jalur water level di modul kontrol. Ganti water level.

2. Selang water level dan kantung air dibawah drum

Bersihkan lubang selang water level sampai bersih dari kotoran yang menyumbat lubang dengan alat yang tidak melukai selang. Bersihkan pula kantung air yang letaknya dibawah drum pencucian sampai ke saluran pompa drain. Bila selang water level terhubung ke drum maka bersihkan bagian dalam drum.

3. Pompa Drain

Lepas soket konektor kabel di pompa drain kemudian ganti dengan 2 (dua) kabel listrik, hidupkan pompa untuk kisaran 10 menit. Setelah 10 menitan, cabut kabel listrik kemudian cek apakah pompa panas atau tidak. Bila dalam 10 menit tadi pompa mati sendiri maka bisa dipastikan pompa sudah wajib diganti karena lilitannya sudah lemah. Pompa drain ada yang dilengkapi protektor berupa thermostat ada juga yang tidak. Yang dilengkapi dengan protektor bila panas berlebih maka thermostat akan terbuka (open) sehingga aliran listrik terputus. Yang tidak dilengkapi protektor bila lilitan panas maka lilitan akan terbakar yang akan mengakibatkan triac/relai di modul kontrol akan rusak.

Dalam waktu proses peras atau spin bila air tidak terbuang semuanya maka terkadang akan muncul error Sud atau Sd, kemungkinan micom membaca masih ada busa di dalam saluran air buangan yang sulit terbuang. Kesimpulan ini kami dapatkan dari tim kami yang pernah menemui error Sud atau Sd.

4. Pengolah sinyal water level
Gb.2. IC pengolah sinyal Water Level
Di berbagai macam modul mesin cuci kita akan menemui beberapa tipe ic pengolah sinyal water level baik yang smd maupun bukan smd. Selain ic ada juga part lain yaitu kapasitor dan resistor, jalur rangkaian tergantung sistem yang digunakan ada yang memakai water 2 pin ada juga yang menggunakan 3 pin. Pada samsung biasanya yang digunakan adalah yang 3 pin tetapi ada tipe yang menggunakan ic water level menyatu dalam satu paket, ada ic water level dan pcb kecil.

Apabila semua hal di atas sudah dicoba ternyata masih muncul error juga kemungkinan jalur micom pada pembacaan level air memang bermasalah, jika memang micomnya bermasalah kamipun dengan terpaksa mengibarkan bendera putih alias "harus menyerah". Sampai saat ini kami belum memiliki solusi bila micom rusak karena ic micom yang ada dipasaran biasanya masih kosong tanpa program. Apakah meng-copy data program dari unit normal kemudian memasukkannya ke micom baru yang kosong adalah tindakan ilegal?? Mungkin para hacker elektronik bisa melakukannya tetapi bila hal itu melanggar hukum maka janganlah dilakukan.

Hal yang lebih memungkinkan adalah merancang program baru dan micro kontrolnya, menurut beberapa teman kami yang menggeluti mechatronic hal itu bisa dilakukan semisal dengan arduino.

Ada beberapa teman yang menanyakan apa sih bedanya Sud dan Sd? Kira-kira apa jawaban yang terlintas di pikiran Sobat-sobat?
Yahh, bedanya hanya pada banyaknya digit di displai, kalau angka digital (seven segmen) ada 4 buah maka muncul errornya Sud dan bila hanya 2 buah maka muncul errornya Sd.

Demikian bahasan singkat kami, maaf bila ada hal-hal yang kurang tepat dan semoga bermanfaat. Bila ada hal yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan pesan di kolom komentar atau lewat chat WA kami akan membantu menurut kemampuan kami.



Share:

ERROR E5 DAN ERROR E3 PADA AC NIKO

Bagaimana kabar Sobat-sobat, semoga sehat selalu juga untuk keluarga.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai ac merek niko dengan kerusakan error E5 juga akan kami bahas error E3. Modul ini menggunakan power suplai dengan trafo konvensional, tegangan output 12V dan tegangan 5V untuk power suplai micom menggunakan 7805. 

Data kode error secara keseluruhan untuk ac niko ini tidak kami miliki, kami hanya mengamati dari modul saja sesuai pengalaman kami di lapangan. Sudah sering kami utarakan bahwa modul ac split biasa (noninverter) tidaklah serumit modul inverter sehingga kita akan lebih cepat menemukan dimana letak permasalahannya. Semakin rumit suatu sistem maka akan semakin rumit pula rangkaian pencarian masalahnya. Jadi intinya kita harus fokus pada sensor-sensor yang digunakan.

Pada modul ac niko ini sensor yang digunakan adalah 2 thermis, sensor listrik dan sensor motor. Apabila kita menemui error pada awal-awal proses maka keempat sensor ini yang harus kita cek satu persatu. Mari kita perhatikan gambar dibawah ini,
Modul AC Niko

1. Thermistor


Error yang muncul karena tidak terdeteksinya thermis adalah E3, kami sudah mengujinya ternyata yang dideteksi adalah kedua thermis bila tidak terpasang atau tidak terdeteksi. Jadi bila salah satu tidak terpasang error E3 tidak muncul namun perlu diingat bahwa apakah modul lain dengan tipe yang sama berlaku seperti itu juga.

2. Sensor Listrik

Urutan sensor listriknya adalah tegangan ac output trafo ⟹ resistor ⟹ basis transistor npn ⟹ kolektor transistor ⟹ micom. Jalur yang menuju micom ini mendapat tegangan pull-up dari 5Vdc. Bila jalur basis transistor atau jalur pull-up tegangannya 0 (nol) volt maka akan muncul error E5 setelah beberapa detik unit indoor hidup. Tegangan jalur yang menuju micom kisaran 0,2 volt itu menurut alat ukur kami dan bila tegangannya 0V atau mendekati 5V maka akan muncul E5. Jalur inilah yang menentukan keluartidaknya sinyal kerja motor fan indoor. Jadi bila jalur ini bermasalah maka motor fan indoor tidak akan berputar dan akhirnya muncul error E5.

3. Sensor Motor

Sensor ini digunakan untuk mendeteksi kecepatan putar motor fan indoor. Tegangan output sensor ini umumnya kisaran 2,3V menurut alat ukur kami. Pada saat standby apabila motor diputar dengan tangan dan kita ukur jalur output sensor maka akan jarum multiteter akan terlihat naik-turun, semakin cepat putaran motor maka tegangan output sensor akan semakin kecil. Sensor yang dipakai adalah De Effecto Hall, bentuknya mirip transistor pipih. Pin kiri adalah Vcc (5v adapula modul yang memakai 12v), pin tengah adalah ground dan kaki kanan adalah output yang menuju micom. Bila jalur ini rusak maka akan muncul error E5, micom membaca bahwa motor tidak berputar meskipun kenyataannya motor berputar. Biasanya bila jalur ini rusak dan bila jalur driver motor normal,  kita perhatikan putaran motor dalam kondisi kecepatan penuh atau mendekati kecepatan penuh karena micom akan memaksa motor untuk berputar dengan memberikan sinyal full speed agar tegangan output sensor hall terbaca, akhirnya bila tegangan output sensor tidak terbaca adanya perubahan maka akan muncul error E5 dan motor fan indoor berhenti. Error E5 juga akan muncul bila motor atau bagian driver motor rusak, motor tidak berputar sedikitpun.

Driver motor pada modul ini adalah micom ⟹ resistor ⟹ transistor ⟹ optotriac/SSR ⟹ triac. Bila lilitan atau kabel motor konslet karena terbakar atau hal lain maka biasanya triac akan terbakar. Triac yang digunakan adalah tipe ampere kecil semisal BT131 yang banyak di pasaran, bisa juga diganti dengan BT134, BT137 atau BT138 hanya saja karakter kaki-kakinya berbeda, kalau belum hafal karakter kakinya bisa download datasheetnya di internet.

Kami rasa sudah cukup bahasan kali ini, maaf bila ada yang kurang tepat dan harapan kami apa yang telah kami sampaikan bisa bermanfaat dan bisa menambah pengalaman kita semua. Apabila ada hal-hal yang perlu didiskusikan silakan tinggalkan komentar di kolom komentar atau lewat chat WA, kami akan membantu menurut kemampuan kami.



Share:

Mesin Cuci Macet Setelah Start, Protek Setelah Pintu Terkunci

Jumpa lagi sobat-sobat teknisi dan pembaca, salam sejahtera untuk Anda semua dan semoga kita selalu diberi kesehatan jiwa, raga dan rizki. Kami juga mohon doanya, tetap diberi kemudahan, semangat dan ikhlas untuk menulis, berbagi pengalaman. Hanya tulisan-tulisan pengalaman yang baru bisa kami sumbangkan, meskipun ada yang mencibir itu hak mereka.

Okey guys, kita lanjutkan membahas mesin cuci samsung yang sebelumnya pernah kami bahas yaitu yang memakai tombol sentuh, bisa baca disini dan disini. Tetapi pada bahasan kali ini dengan kerusakan yang berbeda yaitu setelah ditekan tombol start dan lampu led proses tiba-tiba berhenti disertai bunyi buzzer "ting" semua tombol ditekan hanya bunyi "ting" dan tidak bisa dimatikan melalui tombol power sehingga harus mencabut aliran listrik. Bila diperhatikan secara seksama setelah "on" beberapa detik kemudian pintu langsung mengunci dan setelah tombol start ditekan kemudian terjadi hal-hal seperti di atas dan pompa drain langsung bekerja.
Displai samsung
Pada gambar di atas, modul displai ini digunakan pada mesin cuci samsung front loading dengan tombol sentuh. Ada dua tipe yang menggunakan modul displai ini yaitu tipe biasa (non-inverter) dan tipe inverter. Modul ini dan modul tombol sentuh tidak terhubung dengan tegangan listrik 220V sehingga tidak ada sengatan listrik jadi kita bisa lebih leluasa memegang ketika mengecek pada kondisi hidup.

Ini adalah kasus baru bagi kami setelah bertahun-tahun menghadapi modul. Dan tentunya karena kasus baru maka harus melakukan pengecekan semua titik sensor yaitu:
  1. Sensor listrik, kami asumsikan normal.
  2. Sensor motor/tacho dan jalurnya di modul, kami asumsikan normal.
  3. Sensor thermis panas air, kami asumsikan normal.
  4. Sensor doorlock, kami asumsikan normal.
  5. Sensor thermis dioda bridge yaitu thermis kecil jenis smd letaknya dekat dioda bridge untuk mendeteksi bila dioda bridge over heat ataupun terbakar, hasilnya kami asumsikan normal.
  6. Jalur data RX-TX, kami asumsikan normal.
  7. Jalur rambut, jalur kecil-kecil pcb, masih tampak bagus.
  8. Sensor level air dan ic pengolah sinyalnya, hasilnya sekilas bisa di bilang normal.
Keanehannya adalah mengapa mekanisme error tidak bisa mendeteksi errornya, misal dE, IE, HE, OE dan lain-lainnya. Trial and error, cara coba-coba kami lakukan nah akhirnya pada jalur output ic pengolah sinyal yang menuju micom, jumpernya kami cabut, setelah power "on" masih juga tidak menunjukkan kode error di displai. Kami memutuskan untuk fokus dulu di bagian water level ini. Cara biasa yang kami lakukan adalah menggunakan modul lain untuk men-jumper ic water level, hal ini juga pernah kami bahas pada bahasan yang telah lalu, bisa baca di kedua link yang sudah kami sebutkan di atas.

Hasilnya sangat menggembirakan ternyata sistem proses bisa berjalan normal. Hmmm... ternyata ini penyebabnya, sinyal output ic water level dibaca oleh micom adanya ketidakberesan. Pengolah sinyal water level menggunakan ic 14069UG tipe smd bila kita tidak menemukan ic ini kemungkinan bisa diganti dengan CD4069UBP atau sejenisnya, bisa digunakan yang non-smd tapi perlu kerja keras dengan menggunakan pcb lubang dan jumper kabel.

IC 14069UG kami sengaja menyimpan stock yang kami beli dari negeri seberang dengan harga yang murah meriah. Setelah penggantian ic dan coba dihidupkan ternyata muncul error IE, water level juga rusak. Penyebab ic rusak mungkin karena water level rusak atau kabelnya konslet dengan kabel lain, itu dugaan kami saja. Water levelnya unik, 3 pin, kecil dan berwarna biru, namun bisa diganti dengan water level tipe samsung yang lain atau merek lain yang identik.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah ketika ic water level rusak mengapa tidak muncul kode error, hal ini yang belum kami temukan jawabannya.
Masih ada beberapa kasus yang belum terselesaikan, belum menemukan penyebab masalahnya yaitu modul mesin cuci LG front loading tipe lama dimana kerusakannya adalah setelah doorlock mengunci tiba-tiba modul mati total (standby).

Alhamdulillah,, akhirnya kerja keras terselesaikan juga. Demikian pengalaman baru kami, maaf bila ada kata-kata yang salah atau kurang tepat dan semoga bermanfaat bagi semua yang mengalami kasus yang sama.


Share:

ERROR H6, F1, F2 DAN C5 PADA AC SANYO

Sahabat-sahabat dan pembaca yang budiman, salam sejahtera untuk Anda semua dan semoga kita selalu diberi kesehatan sehingga terus bisa berkarya.
Pada kesempatan kali kami hanya mengulang dari bahasan yang telah lalu karena meskipun merek berbeda tetapi prinsip kerjanya sama. Error yang sama dengan judul di atas sudah pernah kami bahas pada merek sharp, bisa dibaca disini. 
kontrol ac sanyo
Gb.1. Modul AC Sanyo
Sistem kerja dari modul ac Sanyo ini kami anggap sama dengan ac Sharp yang pernah kami bahas dulu perbedaan terletak pada jumlah jumper yang dipasang. Power suplai menggunakan trafo konvensional tegangan output 12v dan untuk tegangan 5v menggunakan 7805.

1. Error F1

Error ini berhubungan dengan thermistor suhu ruang, kami telah mengujinya dengan mencabut (open) atau men-jumper-nya dengan kabel (close/short) ternyata hasilnya sama yaitu munculnya F1. Ukuran thermis pada modul tipe ini adalah kisaran 15kΩ, sekedar mengingat sistem kerja thermis, misalkan pada suhu ruang (udara terbuka) bila ukurannya 15kΩ maka bila kena panas nilai hambatannya akan berkurang misal menjadi 10kΩ dan bila kena dingin maka nilai hambatannya akan bertambah misal menjadi 20kΩ.

2. Error F2

Error ini berhubungan dengan thermistor suhu pipa, ukurannya kisaran 18kΩ. Sekedar sebagai wawasan, bisakah thermis 18kΩ kita ganti dengan 2 thermis dengan ukuran kisaran 9kΩ dengan cara sambungan diseri?

3. Error H6

Error ini berhubungan dengan sensor kecepatan motor, micom mendeteksi bahwa motor tidak berputar, sensor pembaca kecepatan motor adalah De Effecto Hall yang ada di dalam motor, pembacaannya melalui magnet yang berputar pada sumbu rotor. Bila sensor ini bermasalah atau jalurnya bermasalah maka motor fan indoor akan berputar full speed (kecepatan penuh) kemudian muncul H6 di displai (atau led timer kedip-kedip bila tanpa displai) kemudian motor mati atau off. Pada beberapa modul bila H6 muncul maka modul harus direset dengan mencabut aliran listrik karena mematikan melalui remot tidak berhasil, ketika dihidupkan menggunakan remot H6 masih  akan tampil.
Sensor De Effecto Hall mungkin belum banyak di pasaran kalau di pasaran online tersedia, kita bisa juga memakai bekasan dari motor fan indoor lain. Bila kita mengganti motor fan indoor usahakan cari motor fan indoor yang sesuai kalaulah memang terpaksa menggantinya dengan motor yang berbeda atau dari merek lain kita harus perhatikan jalur kabel sensornya, di bodi motor biasanya ada petunjuk pengabelannya tetapi bila tidak ada memang agak merepotkan karena agak susah menentukan masing-masing mana yang 5V, Ground dan Outputnya, jalan satu-satunya adalah dengan membongkar motor pada bagian sensor Hall-nya. Cara menentukan kaki-kakinya adalah dengan posisi tulisan kode sensor menghadap kita, maka kaki kiri adalah 5V, kaki tengah adalah Ground dan kaki kanan adalah Output. Resiko apabila 5V dan Ground terbalik adalah sensor Hall akan rusak.
Penyebab motor tidak berputar sudah kami bahas pada bahasan terdahulu silakan baca-baca di label "AC". Khusus di modul ini, kami sampaikan salah satu penyebab motor tidak berputar yaitu jalur sensor listrik seperti gambar di bawah ini, apabila jalur kaki kolektor transistor tegangan 0 (nol) volt ataupun mendekati 5v maka motor tidak akan berputar karena micom menganggap kondisi listrik tidak normal sehingga sinyal "on" untuk kerja motor tidak dikeluarkan.
sensor arus listrik
Gb.2. Sensor Listrik
4. C5/CS

Kami pernah searching di internet hasilnya nihil tentang error ini. Alhamdulillah.. ada sahabat yang kasih informasi, kami ucapkan terimakasih banyak semoga Alloh membalas kebaikannya.
C5 error yang berhubungan dengan Cap (topi/penutup) yang berisi jumper 5 pasang, cap disini kami artikan sebagai "penutup" yaitu penutup yang berisi jumper yang mengatur pilihan atau option sistem ac tersebut. Bila jumper ini lepas, putus karena karatan atau jalur di mainboard putus maka akan muncul error C5. Tentang data 5 pasang jumper ini kami tidak mempunyai informasi, hanya yang kami tahu sampai saat ini ketika jumper di pasang pada baris 3, 4 dan 5 maka ac tersebut adalah setengah PK. Pada merek sharp jumper yang dipasang adalah 3 dan 4.
Jumper bisa kita ganti dengan kabel atau kita solder secara langsung.
Gb.3. Opsi Jumper
Demikian bahasan kami kali ini semoga bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan dan maaf bila ada kata-kata yang kurang tepat. Apabila ada yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan di kolom komentar ata lewat chat WA.


Share:

SOLUSI MESIN CUCI DENPOO MATI TOTAL

Salam sejahtera untuk kita semua.
Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai modul mesin cuci merek Denpoo tetapi hanya beberapa data saja yang akan kami tulis karena terbatasnya informasi yang kami dapat.

Ketika datang ke tempat kami modul ini sudah dicongkel dan silikon bagian bawah sudah bersih, harapan yang ada adalah semoga tidak ada jalur yang putus atau retak. Setelah pembongkaran modul dan mengecek jalur kelihatannya tidak ada jalur yang putus atau retak cuma lecet sana-sini. Modul jenis ini memakai power suplai trafo konvensional dengan output adaptornya 12 Vdc dan tegangan 5 Vdc untuk catu daya micom dihasilkan melalui ic regulator 7805. Dari hasil pengukuran kami kondisi power suplai bisa kami pastikan normal.
modul mesin cuci
Gb.1. Modul kontrol mesin cuci denpoo
Kami tidak sempat mencatat kode ic micom karena kami hanya fokus pada x-tal, sensor listrik dan reset dan ternyata jalur resetpun tidak kami temukan karena datasheet micom belum kami cari, kami fokuskan dulu pada x-tal dan sensor listrik. Pengecekan pertama yang kami lakukan adalah pada sensor listrik, jalur ini terhubung ke salah satu kaki output trafo power suplai, bila kita ukur salah satu kaki trafo terhadap ground maka tergangannya adalah 6 Vdc kemudian terhubung ke resistor 103 atau 10k yang terhubung ke kaki basis transistor npn. Gambar sederhananya adalah seperti di bawah ini,
sensor arus
Gb.2. Skema sensor listrik
Dari gambar diatas, apabila jalur dari kaki trafo sampai ke basis transistor putus maka kaki kolekor transistor tegangannya sama dengan atau mendekati 5 Vdc, pada kondisi normal tegangan kaki kolektor kisaran pada 2,3 Vdc. Apabila jalur ini tidak normal maka kemungkinan pertama yang terjadi adalah tidak bisa "on" dan yang kedua adalah tidak bisa start.

Pengecekan berikutnya pada x-tal, ukuran x-talnya adalah 4 Mhz (megahertz) warna biru dengan 3 pin. Pada modul mesin cuci memang kelemahannya pada x-talnya berbeda dengan modul ac yang x-talnya jarang rusak. Pengukuran x-tal di tempat kami hanya menggunakan tester analog, bagaimana lagi hanya itu senjata andalan kami, skala multitester biasanya pada x10k atau x100k, meskipun hanya hubung sedikit saja maka harus diganti. Hasil yang kami dapatkan salah satu kaki pinggir sedikit hubung dengan kaki tengah (ground). Untuk mencari x-tal dengan tipe yang sama sangatlah sulit maka biasanya kami menggantinya dengan kristal logam dua pin (kaki), selama ini penggantian ini tanpa kendala jadi bekas kaki tengah x-tal tutup saja dengan timah solder.

Sampai saat ini kesimpulan kami adalah pada modul mesin cuci x-talnya sering bermasalah yang ditandai dengan tidak bisa 'on' karena x-tal merupakan pengatur frekuensi kerja dari ic program. Dugaan sementara sebagian teman kami, mengapa x-tal di modul mesin cuci sering rusak adalah karena salah satu tegangan power suplai skunder salah satunya (5 V atau 12 V) terhubung dengan salah satu jalur listrik secara langsung sehingga bisa mengganggu kinerja x-tal, benar tidaknya belum bisa dipastikan, ataukah memang kualitas x-tal yang kurang bagus. Kenyataannya modul mesin cuci pintu depan yang sebagian modulnya tidak terhubung dengan tegangan listrik secara langsung masih juga banyak yang mengalami kerusakan pada x-talnya. Demikian juga untuk modul pintu depan sekelas sharp, midea, modena atau panasonic kami selama ini belum pernah menjumpai kerusakan pada x-tal.

Bagi sobat-sobat yang mendalami modul alangkah baiknya menyimpan stok x-tal dan triac, mengingat terkadang sulit mencari suku cadangnya apalagi seperti tempat kami yang dipelosok desa. X-tal bisa kita beli secara online baik di pasaran nasional maupun negara lain yang harganya murah meriah dan free shipping meskipun waktunya yang lumayan lama.

Modul jenis ini kalau kita amati pada pcb dan jalurnya sebenarnya mirip dengan modul merek lain seperti polytron, sharp, aqua dan lain-lainnya yang usianya seangkatan. Asumsi kami modul jenis seperti ini diproduksi oleh pabrik yang sama dengan lay out berbeda kalau sekarang kita akan menjumpai jenis modul seperti pada modul universal. Untuk produk terbaru merek polytron misalnya sudah berbeda desain, mempunya ciri khas polytron seperti pada televisi, seorang teknisi yang sudah lama menangani mesin tv atau modul akan dengan mudah mengenali merek dari mesin tv atau modul tersebut.

Sobat-sobat yang budiman, demikian bahasan kami meskipun hanya sedikit semoga bisa menambah pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan modul. Maaf bila ada kata-kata yang kurang tepat dan bila ada yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan pesan di kolom komentar atau lewat chat WA.


Share:

KODE ERROR MESIN CUCI MIDEA DAN ERROR E12

Salam sejahtera untuk kita semua. Apa kabar sobat semua, semoga sehat selalu.
Kali ini kami akan berbagi pengalaman mengenai mesin cuci midea, sebenarnya kasus yang kami alami adalah error E12 tetapi disini sekalian kami paparkan beberapa kode error mesin cuci midea baik top loading maupun front loading namun yang kami bahas hanya mengenai kode error yang ditampilkan di displai digital untuk kode error yang berupa kedipan led displai tidak kami bahas disini.

A. Top Loading

1. F0

Penyebab: kegagalan power suplai
Solusi:
- Pastikan tegangan listrik normal 220VAC sampai ke modul kontrol.
- Tegangan 12 VDC dan 5 VDC output power suplai harus benar-benar normal dan stabil.

2. F2

Penyebab: kegagalan membaca data. Apabila memakai ic memori external maka kemungkinan micom (ic program) gagal membaca ic memori atau ic memori rusak atau korup. Apabila tidak memakai memori external maka kemungkinan micom bagian penyimpanan data rusak atau software korup. Pemilik software hanya pihak produsen.

Solusi:
- Ganti ic memori bila menggunakan external memori.
- Kirim ke service center.


3. E1

Penyebab: pengisian air terlalu lama.
Solusi:
- Cek aliran air, tekanan air harus tinggi.
- Cek filter air di dalam solenoid, bersihkan dari kotoran yang menyumbat
- Solenoid tidak kerja, cabut soket solenoid dan pasang 2 kabel hubungkan ke listrik, bila air mengalir berarti solenoid normal.
- Cek jalur kabel solenoid sampai ke modul kontrol, bila kabel bagus maka cek modul kontrol.
- Cek jalur dari triac ⟹ uln2003 (atau transistor) ⟹ micom.

4. E2

Penyebab: air tidak terbuang atau terlalu lama terbuang.
Solusi:
- Cek jalur pembuangan, kemungkinan ada sumbatan di katup buang atau selang.
- Cek motor drain, cabut soket dan pasang 2 kabel kemudian hubungkan ke listrik bila motor drain kerja maka motor drain normal.
- Cek jalur kabel motor drain sampai ke modul kontrol bila bagus maka kerusakan di modul kontrol.
- Cek jalur triac ⟹ uln2003 (atau transostor) ⟹ micom.

5. E3

Penyebab: switch atau saklar pintu tidak tertutup dengan benar pada saat proses.
Solusi:
- Cek switch/saklar pintu.
- Kabel switch/saklar dijumper jadi satu. Bila masih muncul error maka kerusakan di modul kontrol.

6. E4

Penyebab: Posisi tidak rata, saklar getar/guncang terbuka.
Solusi:
- Tempatkan pada tempat yang benar-benar rata.
- Kabel saklar getar/guncang dijumper jadi satu. Bila masih muncul error maka kerusakan di modul kontrol.

7. F8

Penyebab: sensor water level bermasalah.
Solusi:
- Cek konektor/soket water level, bersihkan bila karatan.
- Cek kabel water level sampai ke modul.
- Ganti water level, bila masih muncul error maka kerusakan di modul kontrol (ic cd4069 atau sejenisnya dan bagian-bagiannya).
Catatan: error E1 dan E2 bisa juga disebabkan sensor water level bermasalah.

8. HU

Penyebab: tegangan listrik terlalu tinggi (over voltage)
Solusi:
- Cek tegangan listrik.
- Cek sensor listrik di modul kontrol.


B. Front Loading

1. E10

Penyebab: pengisian air terlalu lama.
Solusi: lihat E1

2. E21

Penyebab: air tidak terbuang atau terlalu lama.
Solusi: lihat E2

3. E30

Penyebab: pintu tidak terkunci.
Solusi:
- Tutup pintu rapat-rapat
- Switch pintu (door lock) rusak
- Cek kabel door lock sampai ke modul kontrol
-  Cek jalur triac (atau relai) ⟹ transistor ⟹ micom.

4. E50

Penyebab: kondisi tidak normal.
Solusi:
- Power suplai (12Vdc dan 5Vdc) harus benar-benar stabil.
- Cek sensor suhu (thermistor)
- Cek sensor kecepatan motor (tacho)
- Cek jalur di keseluruhan modul.

5. E12

Penyebab: pompa drain tidak terdeteksi.
Solusi:
- Lilitan pompa putus, coba cabut soket pompa kemudian pasang kabel di masing-masing pin pompa dan hubungkan ke listrik, bila pompa kerja maka pompa normal.
- Cek kabel pompa sampai ke modul kontrol, cek triac dan jalur sinyal input triac sampai ke micom.
- Cek jalur output triac dan resistor feed back sampai ke micom.

Demikian beberapa kode error mesin cuci media yang dapat kami paparkan, sumber data dari dokumen yang disajikan di situs resmi midea kecuali yang kode E12, mengenai error kode E12 akan kami bahas pada postingan berikutnya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk sobat semua.



Share:

CARA MENGATASI MESIN CUCI SANYO MATI TOTAL, MODUL ATAS-BAWAH

Jumpa lagi sahabat-sahabat yang baik hati, semoga sehat selalu. Kali ini kami akan membahas mengenai mesin cuci sanyo yang mati total, kami belum tahu tipenya pastinya terdiri dari dua modul yang terpisah berjauhan. Sebenarnya modul jenis ini pernah kami bahas beberapa kali, kami angkat kembali karena ada beberapa perbedaan.
modul kontrol
Gb.1. Modul kontrol mesin cuci sanyo
Power suplai kondisinya mati, ic rusak dengan kode serinya OB2212. IC ini tidak ada yang jual di daerah kami kalau di pasar online harga termurah kisaran 20 ribu rupiah belum termasuk ongkos kirim. Untuk memodifikasinya kita membutuhkan ic dan skemanya yang tidak menggunakan photocoupler karena jalur OB2212 tidak membutuhkan photocoupler. Kami memutuskan memakai ic Viper22A harganya murah dan watt-nya lumayan besar. Viper22A sering dipakai pada power suplai dvd, cara modifikasi yang tidak menggunakan photocoupler sudah pernah kami bahas pada artikel sebelumnya yaitu pada power suplai ac changhong, silakan baca DISINI.

Output power suplai adalah tegangan 12V dan 8V, tegangan 5V diambil dari 8V dengan menggunakan transistor namun bisa juga bagian ini kita ganti dengan ic 7805. Di sisi lain, bila sobat-sobat lebih nyaman memakai trafo konvensional itu lebih baik, dengan catatan tegangan 12v dan 5v harus dibuat serata dan sestabil mungkin. Hal ini untuk menghindari gangguan pada micom bila tegangan listrik naik-turun. Cara yang kita pakai adalah membuat rangkaian adaptor dengan tegangan 15V kemudian kita turunkan dengan 7812+elko untuk suplai 12V kemudian kita turunkan lagi dengan 7805+elko untuk suplai 5V.

layar dan tombol
Gb.2. Displai mesin cuci sanyo
Gambar 2. di atas adalah bagian displai, ic yang digunakan adalah TM1628 dan misalkan rusak ic ini bisa kita ganti dengan ic displai pada dvd player dan yang terpenting sebelum penggantian ic hal yang wajib kita lakukan adalah membaca datasheetnya kecuali kita sudah mengetahui bahwa ic yang rusak dan penggantinya meskipun beda kode serinya adalah sama fungsi dan sama kaki-kakinya.
Jadi kabel penghubung yang digunakan ada 5 yaitu Vcc 5V, Ground, Sck (clock), Data I/O dan STB (Strobe).
bagian pembaca sensor
Gb.3. Bagian sensor mesin cuci sanyo
Setelah power suplai semua kondisinya normal, saatnya kami mencoba tekan tombol power dan hasilnya ternyata micom tidak mau hidup kemungkinan besar ada syarat-syarat yang belum terpenuhi sehingga micom tidak mau hidup atau justru micom-nya yang rusak atau kolaps software-nya.
Okey guys,,, kita lanjutkan perburuan dimana letak masalahnya. Yang harus kita cek yang tampak mata saja dulu yaitu tegangan 5V micom, sensor listrik dan xtal (crystal), yang tidak tampak mata dipikir belakangan yaitu reset kamipun belum tahu dimana letak reset-nya karena belum punya datasheet micomnya.
Mengacu pada Gb.1. dan Gb.3. xtal yang digunakan adalah 8Mhz (megahertz), kami belum tahu bagaimana mengukur xtal, hanya bisa ukur short atau tidak saja antar kakinya dan mengukur tegangan di kedua kakinya terhadap ground, bila kondisi standby tegangnnya tidak boleh nol kalau terukur nol kemungkinan ada yang short dengan ground baik dari kapasitor yang terhubung kaki xtal, pin micom atau xtal-nya (xtal yang kaki 3).

Berikutnya pengecekan pada sensor listrik, sensor listrik yang dipakai pada modul umunya ada dua yaitu low-on dan high-on atau high-off dan low-off.
sensor listrik sanyo
Gb.4. Sensor listrik mesin cuci sanyo
Pada Gb.4. di atas kita bisa amati sensor listrik yang digunakan pada modul mesin cuci sanyo yang kita bahas. Apabila kondisi normal maka pada kaki kolektor tegangan yang terukur adalah 4Vdc, pada kondisi seperti ini maka micom tidak akan tidur lagi, bisa "on". Kami membuat istilah untuk ini adalah "high-on" yaitu bila tegangan jalur sensor adalah mendekati Vcc maka micom akan bersedia 'on'. Jadi intinya kaki basis transistor npn atau kaki nomor 3 photocoupler (pc) tegangannya harus 0 (nol/zerro). Di sinilah kasus yang kami alami dimana tegangan kaki kolektor transistor terukur 1V ternyata ada kapasitor smd yang terhubung ke kaki kolektor ada yang sedikit short/konslet dengan ground.
Dari pengalaman kami di medan tempur bagian sensor listrik ini yang sering bermasalah adalah:
1. Jalur dari 300v ke resistor 220k, sering putus, jalurnya lewat di bawah dioda.
2. Resistor 220k putus
3. Photocoupler rusak
4. Transistor dan bagian yang terhubung rusak.
sensor listrik changhong
Gb.5. Sensor listrik ac changhong
Pada Gb.5. adakah perbedaan dengan Gb.4. pada jalurnya? Ada sedikit perbedaan yaitu pada kaki nomor 4 photocoupler, terhubung ke tegangan 5V melalui resistor pull-up 10k. Pada kondisi normal tegangan pada kaki kolektor transistor npn adalah kecil atau mendekati 0 (nol) atau bahkan 0 volt. Kami menyebutnya 'low-on' dan keterangannya kebalikan dari 'high-on'. 

Untuk lebih jelasnya kita bisa praktek langsung, untuk mengetahui high-on atau low-on yang harus kita perhatikan adalah kaki nomor 4 photocoupler dan transistor apakah npn atau pnp, pada umumnya yang dipakai adalah npn, entah pada merek sharp, mungkin lain kali kami kumpulkan datanya.


Kiranya cukup sekian dulu bahasan kami apabila ada hal-hal yang kurang tepat baik bahasa atau ketikan kami mohon maaf dan bila ada hal yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan komentar.


Share:

TV PANASONIC GAGAL START DAN GAGAL STANDBY

Salam sejahtera untuk Anda semua, sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman.
Akhirnya kami kembali lagi bahas mengenai televisi sebatas kemampuan kami. Seperti yang pernah kami singgung di postingan yang dulu ternyata tv tabung alias CRT masih tetap eksis meskipun pabrikan sudah tidak membuatnya lagi. Untuk tv jenis non-CRT kami sudah tidak begitu fokus mendalami kecuali hanya dibagian power suplai dan bagian yang ringan-ringan saja. Kesulitannya di suku cadang dan menurunnya kondisi fisik, biarlah diteruskan oleh anak-anak muda yang masih penuh semangat, namun disayangkan kami belum punya angkatan muda yang mau mendalami elektronik. Banyak Anak muda sekarang maunya yang instan, maunya kerja langsung mendapat hasilnya, di elektronik repair tidaklah demikian, kerja dan belajar secara bersamaan, kalau gagal sudah tentu tidak bayaran bisa jadi justru rugi karena sudah membeli sparepart ditambah lagi sparepart yang dibeli jebol lagi.

Di negara berkembang atau miskin masih banyak teknisi repair entah kalau dinegara maju karena teknologi sekarang mengacu kepada plug and play atau replace jadi bukan diperbaiki tetapi diganti.
Orang Indonesia adalah orang hebat dari sisi banyak hal yang bisa dilakukan, tinggal kemauan negara dan pemerintah untuk membuka industri manufaktur pengembangan teknologi agar negeri ini tidak selalu menjadi pasar dan dijajah. Ekonomi yang kuat diawali dengan teknologi yang kuat.
Maaf kalau curhat 😅😅😅.

Kembali ke topik, merek panasonic atau dulu dikenal dengan 'national', kami masih menemui tv merek ini yang masih menggunakan tabung hampa generasi sebelum transistor kemudian tv black-white (monochrome) atau hitam putih kemudian RGB-color.
Pada kesempatan kali ini kami bahas tv tabung panasonic TC-21RX50J dimana kerusakannya tidak bisa standby dan tidak bisa start. Menggunakan single chip zigzag  keluaran micronas. Teman-teman blogger juga sudah banyak yang membahas tentang tv tipe ini termasuk para senior.

Gagal standby biasanya berkenaan dengan power suplai atau ada bagian nilainya menyimpang dari standardnya baik di bagian primer atau sekunder. Palimg sering adalah pada elko-elko, jalur 3,3V,  jalur 5V, jalur B+ horisontal dan jalur photocoupler. Kasus yang kami alami ternyata pada jalur 3,3V dimana ada elko yang kering, hal seperti ini juga sering terjadi pada beberapa jenis tv sharp. Gagal standby biasanya ditandai dengan led power kedip-kedip ataupun bunyi "tuk-tuk" pada speaker.

Setelah bisa standby ternyata tv tidak bisa start baik pakai remot maupun tombol manual. Pengecekan pertama pada jalur SDA-SCL, pada saat dialiri listrik tegangan SDA-SCL sempat terukur kisaran 3V kemudian tegangannya menjadi kisaran 0,5V. Pada saat awal dialiri listrik micom akan mendeteksi semua kondisi bagian yang terhubung ke SDA-SCL dan bagian defleksi horisontal, apabila ada bagian yang tidak sesuai standard maka micom akan mengunci sinyal "on" jadi hanya led power saja yang masih tampak menyala.

Berikutnya kita harus cek kondisi output power suplai karena pada awal dialiri listrik micom mengeluarkan sinyal "on" pada semua bagian kontrol power suplai bila ada kegagalam power suplai maka akan diprotek. Kecurigaan kami pada power suplai 5V karena tegangan selalu menunjukkan pada 1,5V saja. Tegangan 5V dikontrol oleh ic regulator kaki 5, kami sudah berusaha mencari skema tv tipe ini hasilnya nihil, yang tentunya belum dicari secara keseluruhan pada setiap artikel yang diposting teman-teman blogger. Ada beberapa link yang menyajikan skema tv ini tetapi ketika didownload hasilnya "file not found". Akhirnya kami temukan gambar skema ic regulator ini seperti pada gambar dibawah ini.
ic regulator
Gb.1. IC Regulator 5V Panasonic

Kode nomor ic di pcb adalah IC851 tetapi kami tidak menemukan kode di bodi ic-nya. Repot juga mencari sparepartnya kalau seperti ini, kode ic tidak ada, skema pcb pun tidak punya. Tegangan input Vin pada ic ini normal dan tegangan outputnya tidak short atau konslet dengan ground. Sinyal control dari micom terukur kisaran 0,5V entah normal atau tidak kami belum tahu karena tidak ada datasheetnya.

Kami mencoba buka-buka lembaran lama terutama pada tv toshiba atau sony yang sering memakai regulator 5 kaki. Yang kami dapatkan adalah L78MR05 namun datanya tidak sama , tidak ada kontrol on-off dan yang ada kontrol on-off adalah pada KIA78R05API namun tegangan kontrol minimal harus 2V. Kalau kita pasang ic ini apa adanya maka bila kita matikan dengan remot kemudian listrik kita cabut kemudian setelah beberapa saat kita colokan lagi listriknya yang terjadi adalah gagal standby, led power kedip-kedip. Untuk mengakali hal ini maka kita harus membuat tegangan kontrol menjadi minimal 2V. Gambarnya seperti di bawah ini.

pengganti ic regulator
Gb.2. Substitusi dengan KIA78R05API
Okey guys,, itu solusi yang kami dapatkan dan hasilnya tv sudah  menyala dengan normal. Hal di atas kami lakukan karena keterbatasan kami. Hal penting lagi adalah kita harus memberi  pendingin yang cukup besar pada ic KIA78R05API agar awet karena ic851 sering bermasalah karena panas di pcb-nya saja agak menghitam. Pasang ic diluar pcb saja, jumper pakai kabel.

Kiranya cukup sekian bahasan kami, maaf bila ada hal yang salah atau kurang tepat dan semoga bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan. Dan bila Sobat-sobat menemukan cara lain silahkan di-share.



Share:

MESIN CUCI SHARP TOMBOL ERROR

Pertama-tama kami ingin menyapa sobat-sobat teknisi, sobat-sobat pembaca dan tim kami "bagaimana kabar sobat semua"? Semoga selalu sehat dan selalu dimudahkan segala urusan. Mendekati lebaran, bagi sobat-sobat yang mudik semoga sampai tujuan dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Dan bagi sobat yang belum berkesempatan mudik karena terhalang suatu hal tetaplah bersabar dan shilaturrohmi-nya pakai cara lain.

Pada kesempatan kali ini baru ada waktu luang maka kami akan menulis bahasan mesin cuci yang bisa dibilang baru berumur 3 tahunan yaitu mengenai mesin cuci j*pang rasa c*na karena merek lisensi sharp, dimana gejala kerusakannya adalah perintah tombolnya kacau balau. Tombol power tidak bisa untuk ^on^ tetapi bisa untuk ^off^, tombol ^start^ ditekan justru untuk ^on^, tombol pemilih proses dan water level tidak berfungsi, tetapi ketika tombol ^start^ ditekan sekali lagi bisa langsung proses, kesimpulannya hanya bisa proses secara auto. Modul seperti ini meskipun tampak sederhana tetapi justru membuat pusing karena kebanyakan errornya di firmware atau programnya atau bahkan di ic programnya. Dari hasil pengamatan kami ternyata modul seperti ini juga dipakai di merek lain, ic programnya mirip dengan modul universal mesin cuci yang dijual di pasaran.

Dugaan kami memang errornya di firmware atau programnya namun menurut kami tiada salahnya kami juga cek di beberapa bagian yaitu pada semua tombol, sensor listrik, kristal (xtal) dan bagian yang belum kami temukam adalah bagian reset, lebih lagi kami belum punya data micomnya.
Gb.1. Modul Sharp tampak atas
Gambar diatas adalah gambar penampakan modulnya, sederhana bukan? Ic micomnya sudah tipe tempel atau smd. Kami sudah hampir memutuskan untuk menyerah saja tetapi teringat cara kerja sirkuit tombol yang dipakai pada sistem tombol pada televisi dimana salah satu kaki tombolnya terhubung ke ground maupun ke tegangan  Vcc 5 volt.
Gb.2. Modul tampak bawah
Model tombol yang dipakai pada modul ini adalah salah satu kaki tombol memakai resistor pull up dari 5V ukuran 103 atau 10k dan kaki satunya lagi terhubung ke micom dan dibatasi dengan resistor 513 atau 51k ke ground.

Ide yang diberikan kepada kami adalah menjumper kaki yang terhubung ke 5V ke ground, asumsi kami resistor 10k masih mampu menahan beban bila dhubungkan ke ground dan tidak akan terbakar seperti halnya pada sensor listrik maupun pada sensor motor yang memakai resistor pull up pada modul tipe lain. Setelah pemasangan jumper pada tombol power kemudian modul kami hidupkan dan tombol power kami tekan-tekan dan hasilnya masih sama saja tiada membuahkan hasil. Berikutnya kami cabut listriknya dan jumper kami lepas, kemudian modul kami beri tegangan listrik lagi dan tombol power kami tekan dan hasilnya di luar dugaan, ternyata tombol power berfungsi dengan normal dan begitu juga tombol lainnya. Kami belum tahu pasti mengapa hal ini terjadi, apakah errornya di micom ataukah di firmwarenya.  Berikutnya kami coba untuk proses pencucian dari awal sampai akhir dan hasilnya berjalan dengan normal.
Jadi kesimpulan kami, apapun ide yang kita dapatkan harus kita lakukan dengan hati-hati dan semua hal harus kita pertimbangkan, teori dasar tetaplah harus dipahami dan jangan lupa berdoa, apapun yang kita bisa hanyalah anugerah dari Yang Mahakuasa.

Kegagalan yang pernah kami alami pada saat menangani modul yang hampir mirip  dengan modul sharp ini adalah merek  polytron dimana errornya adalah E2 sampai saat ini belum menemukan solusinya, dugaan kami  error pada bagian water levelnya sudah banyak cara kami coba namun belum  membuahkan hasil, kesimpulan sementara error pada ic micomnya pada pin pembaca sinyal water level.

Kegagalan juga harus dipahami bahwa kita harus tetap belajar dan menganalisa karena kita kerja menangani modul lebih banyak tanpa data ataupun skema semakin banyak modul yang kita tangani maka semakin banyak data yang kita miliki melalui media catatan yang kita kumpulkan.

Demikian bahasan dari pengalaman yang kami dapatkan di meja kerja, apabila ada hal-hal yang salah atau kurang tepat semua karena kekurangan ilmu kami dan semoga ada manfaatnya untuk kita semua.


Share:

SUBSCRIBE Lewat Email

DAFTAR ENTRY

FRIENDSHIP

PUSAT BANTUAN

Butuh bantuan kami, klik KONTAK atau LOKASI di menu atas. "BENGKEL KAMI" Silakan kirim modul mainboard ke tempat kami

NEW COMMENTS