MESIN CUCI SHARP ERROR E2, EP DAN MATI TOTAL

Apa kabar Sobat-sobat yang budiman, salam sejahtera untuk kita semua, semoga selalu sehat segalanya. Sudah beberapa waktu tidak buat postingan masih terlalu sibuk di ruang kerja sebelah, banyak hal yang harus diselesaikan. Okey guys, kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya dimana kali ini kita belajar sedikit mengenai mesin cuci sharp dimana kasusnya error E2 dan error EP. Untuk kode error lainnya kami belum mempunyai datanya karena belum sempat membuat pengujian dan mengumpulkan datanya.

Sebelumnya kami minta maaf untuk error E2 yang berhubungan dengan switch, sampai bahasan ini kami tulis kami belum tahu sebenarnya switch pintu atau switch keseimbangan (balance) karena kami belum mengecek secara langsung di unit-nya karena yang datang hanya modulnya yang dibawa oleh tim kami di lapangan dan kami belum sempat menanyakan secara langsung tentang switch tersebut, gambar displai dan switchnya adalah sebagai berikut:
Gb.1. Bagian displai
penyebab error e2
Gb.2. Switch di mesin cuci sharp top loading
Terlihat pada gambat di atas switch yang ada tulisan E2, bila switch ini pada kondisi terbuka (open) atau tidak hubung maka akan muncul E2 bisa disebabkan kabel putus, konektor karatan, atau kontaktor di dalam switch kotor atau karatan. Apabila switch rusak dan di pasaran tidak ada yang jual kita bisa memperbaikinya meskipun terbilang lumayan sulit atau kita bisa memodifikasinya atau bisa juga kita melangsungkan kabelnya menjadi satu.

Berikutnya mengenai error EP (Error Presure), error ini berhubungan dengan pembacaan tekanan air atau berhubungan dengan water level. Pelacakan mulai dari yang termudah dulu yaitu pengabelan dari modul sampai ke konektor water level, ukur lilitan water level, cek dan tiup selang water level kalau masih tetap muncul error ganti dulu water levelnya. Bila penggantian satu atau beberapa water level tidak membuahkan hasil kemungkinan besar error di modul kontrolnya. Secara garis besar sistem kerja rangkaian pembaca water level pada mesin cuci bisa dibilang sama. Mayoritas water level pada mesin cuci produksi merek Japan menggunakan 2 pin.

Di bawah ini kami bahas juga mengenai modul mesin cuci tersebut di atas dimana kondisinya mati total, kami kedatangan dua buah modul yang berbeda namun sistem kerjanya sama.
Gb.3. Modul displai
Gb.4. Modul kontrol
Pada gambar 3 dan 4 di atas, kedua modul ini menjadi satu di dalam box plastiknya untuk mengecek bagian kontrolnya kita harus mencongkel modulnya, rasanya deg-degan juga sudah terbayang resikonya bilamana ada jalur yang putus pada saat pencongkelan modul. Untuk modul displainya kita tidak perlu mencongkelnya cukup plastik casingnya yang di belah menggunakan solder 100 watt atau sejenisnya. Bila bagian displai kita congkel akan sangat beresiko bila terkena air yang bisa masuk ke jalur modul yang akan menimbulkan konslet.
Modul pada gambar 1 dan gambar 3-4 mempunyai prinsip modul yang sama sehingga pembahasannya kami jadikan satu. Pengecekan awal kita mulai dari power suplai. Pada kedua tipe modul ini power suplai menggunakan trafo konvensional output 12V, jalur plus terhubung ke salah satu tegangan listrik. Ground micom diperoleh dari penurunan tegangan minus 12V menggunakan transistor, pada modul sharp tipe lain menggunakan ic regulator 7905, mungkin bagi sebagian sobat-sobat ada sedikit kebingungan namun bila sudah terbiasa akan terasa mudah juga. Yang kami dapati semua tegangan terukur normal. Berikutnya kita cek tombol on/off ukur dengan ohmmeter dengan skala minimal x10k bila ada hubung sedikit saja maka tombol harus diganti. Bila tombol baik-baik saja berikutnya kita cek bagian modul kontrol yaitu pada x-tal dan sensor listrik yang inputnya diperoleh dari kaki output trafo melalui resistor 10k menuju transistor pnp yang kaki kolektornya sebagai output menuju micom. Pengecekan beikutnya pada x-tal dimana ukurannya 16 MHz. Di modul mesin cuci sharp yang sering terjadi adalah kerusakan pada sensor listrik dan x-tal atau osilator.
Gb. 5. Area micom
Pada modul tipe ini semua kontrol driver untuk sistem kerja solenoid, motor drain dan motor utama menggunakan transistor tidak menggunakan ic uln2003 atau sejenisnya.

Kami rasa cukup bahasan kami kali ini bila ada hal-hal yang salah kami minta maaf, semoga pengalaman kami ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Dan bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan silakan tinggal pesan di kolom komentar atau lewat chat WA.


Share:

FLYBACK BOCOR DAN OSD TIDAK MUNCUL

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga sehat sehat selalu.
Sobat-sobat teknisi, pada kali ini kita akan belajar sedikit mengenai tv tabung meskipun sudah dibilang ketinggalan jaman tetapi tv jenis ini masih banyak yang pakai. Ada beberapa sobat yang bertanya bagaimana cara menangani flyback (fbt, flyback transformer) yang bocor dan adapula yang menanyakan bagaimana cara mengatasi tv yang OSD (on screen display) atau tampilan tulisan perintah (menu, chanel, volume, av dan lainnya) yang tidak muncul di layar tv.
OSD tidak muncul
Gb.1. Jalur OSD
#Flyback Bocor
Kita harus hati-hati dalam menangani flyback karena di bagian ini kita akan berurusan dengan tegangan yang sangat tinggi yaitu kisaran 25.000V (25kv), kita tetap utamakan keselamatan.

1. Kebocoran pada cup fbt (kop yang menempel pada tabung)
Jangan diatasi menggunakan lem yang dapat merusak tabung crt (cathode ray tube) atau gunakan saja isolasi yang kuat, hal ini dilakukan bila kebocoran hanya kecil (ngeses). Apabila bocornya besar kita harus ganti cup fbt-nya dengan melepas cup fbt ganti dengan yang baru dan bagus jangan menggantinya dengan memotong kabel fbt di tengah-tengah atau pangkal. Jika setelah penggantian ternyata masih ada kebocoran kemungkinan disebabkan tabung crt sudah lemah, kerusakan pada yoke dan fbt atau kerusakan pada kapasitor kopel yang terhubung ke kolektor transistor horisontal dan ground atau kolektor dan bagian pincution (pengatur lebar-sempit-tegak-miring). Cara yang paling mudah yang pertama dilakukan biasanya kita menambah nilai kapasitas kapasitor kopel, misalnya ukuran aslinya 912/2KV (9n1) kita coba tambahi dengan 102/2kv sebanyak 3 buah diparalel jadi nilai total kapasitas menjadi kisaran 9+1(3)=12n (12 nano farad), penambahan kapasitor bukannya tanpa resiko, resikonya gambar akan menjadi lebih gelap dan lebar. Bila langkah tersebut tidak membuahkan hasil maka kita coba memakai tabung/yoke lain yang masih bagus, bila masih bocor kemungkinan besar trobel di fbt yang memang harus minta ganti. Pemasangan cup fbt bisa kita bisa menambahkan gemuk atau pelumas atau stempet yang halus seperti balsem. cup fbt murahan bisa di olesi stempet akan semakin rusak.

2. Kebocoran pada kabel fbt.
Kebocoran bisa terjadi pada kabel fbt dari cup fbt sampai pertemuan masuknya kabel ke fbt. Cara yang bisa kita pakai adalah dengan isolasi kemudian dililit dengan benang jahit kemudian di lem kuat-kuat berikutnya kita gunakan selang timbang yang biasa dipakai tukang bangunan dimana kabel fbt dimasukkan ke dalam selang tersebut sampai ke bagian fbt dengan memanasi selang kemudian kita tekan sampai bagian fbt masuk ke dalam selang, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut. Ingat! Ini hanya untuk kebocoran kecil.
Gb.2. Flyback bocor halus
3. Kebocoran pada bodi fbt.
Kebocoran pada bodi fbt meskipun kecil efeknya bisa fatal karena pada kondisi penyalaan awal tv biasanya timbul percikan api yang besar meskipun sesaat apalagi percikan berlangsung agak lama. Akibat yang bisa terjadi adalah bagian vertikal bisa rusak, ic micom atau ic chroma bisa rusak, atau bagian power suplai bisa rusak juga. Hal ini yang sering kami temui dimana bodi fbt yang bocor ditambal dengan plastik steel atau lem lainnya setelah beberapa waktu tv kembali rusak, kerusakannya tambah parah sampai ke micom/chroma.
Solusi paling tepat bukanlah dengan penambalan meskipun kadang berhasil tetapi harus dengan penggantian fbt bila tidak ada kode arau karakter pin yang sama kita bisa gunakan tipe lain misal 154-064P atau yang 177B, bagi kami tipe flyback tipe ini adalah istimewa karena setiap pin-nya mempunyai fungsi masing-masing, bisa dipakai di tv tabung 14 inchi sampai 24 inchi cembung atau flat namun kita harus menyesuaikan kaki-kakinya.

#OSD Tidak Muncul
Kita batasi kerusakan bukan pada bagian internal micom. Micom akan mengeluarkan OSD bila jalur H-sync dan V-sync dalam kondisi normal, pada gambar 1 di atas kami menampilkan pcb tv digitec kode micom kami tidak mencatatnya dan ic chroma menggunakan TDA8441.
Gb.3. Skema Sederhana Jalur OSD
Setiap tv kemungkinan mempunyai skema yang berbeda. Jalur ini sangat penting, sering kami jumpai pada saat kanibal flyback biasanya masalah yang muncul osd tidak muncul atau muncul tetapi huruf atau angka terputus-putus (jembret). Pada modul mesin tv cina biasanya sinyal H-sync diambil dari tegangan heater. Jadi sinyal H-sync bisa di ambil dari heater, afc, vertikal 12V atau tegangan lainnya yang 12VAC. Begitu juga jalur V-sync setiap tv kadang mempunyai jalur yang berbeda ada yang diambil dari jalur pump-up vertikal atau dari bagian output vertikal. Kesimpulannya apabila OSD tidak muncul atau tampil maka kita harus men-cek jalur H-sync dan V-sync, pengecekan mulai dari sinyal awal, resistor, kapasitor, transistor sampai ke kaki micom. Apabila OSD tidak muncul karena kanibal fbt maka kita ubah-ubah nilai Rx.

Demikian ulasan kami meskipun sederhana semoga bermanfaat dan bila ada kekurangan atau kesalahan kami minta maaf.




Share:

ERROR EA PADA MESIN CUCI SANYO

Salam sejahtera untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi dan pembaca yaang budiman.

Eror atau Galat pada suatu sistem mikrokontrol pastilah akan dipengaruhi oleh banyak hal baik dari internal maupun external dan bila eror tidak diatasi maka sistem tidak akan bekerja normal bahkan sama sekali tidak berfungsi. Hal yang berperan penting adalah sensor (pengindera) ataupun tranduser (alat pungut) dan jaringan pengolah sinyalnya.

Berikut ini kami bahas mengenai mesin cuci sanyo dengan kode eror EA yang kerusakannya pada bagian pengolah sinyal. Maaf, kami belum tahu pasti mengapa kodenya EA, kami hanya mengambil kesimpulan bahwa EA adalah eror yang dideteksi pertama kali oleh sistem yaitu sensor yang mengontrol keadaan air. Dalam postingan yang telah lalu pernah kami bahas eror EA pada mesin cuci sanyo tetapi hanya pada power suplainya saja (EA= Error Amplifier, eror penguat daya dan sinyal)

Faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga muncul kode EA adalah:
  1. Pasokan air masuk sangat kecil/lambat sehingga micom mendeteksi dalam jangka waktu kurang lebih 2 menit tidak ada perubahan tekanan air di dalam drum mesin cuci. Kemungkinan yang terjadi adalah tekanan air di kran air rendah (aliran air kecil), filter di dalam solenoid tersumbat kotoran.
  2. Water Level (WL) rusak pada bagian lilitan, magnet, membran, pegas ataupun konektornya.
  3. Jalur kabel dari WL ke modul ada yang putus.
  4. IC penguat sinyal WL yaitu TC4069UBP atau semacamnya rusak
  5. Sparepart atau onderdil yang berhubungan dengan ic penguat ada yang rusak.
  6. Jalur Ground atau 5V ke ic penguat sinyal ada yang putus atau tegangan 5V tidak stabil.
  7. Micom rusak pada jalur dari ic penguat
Langkah-langkah perbaikannya adalah cek dari ke tujuh point diatas. Berikut kami sertakan skema rangkaian penguat sinyal WL.
TC4069UBP
IC TC4069UBP
SKEMA PENGUAT SINYAL WL
SKEMA PENGONTROL WL TOP LOADING
Skema sederhana diatas dipakai di merek Sanyo (atas) dan Sharp (bawah), beda merek mungkin berbeda pula sistem yang digunakan ic yang digunakan mungkin juga berbeda. Adapula tipe yang menggunakan ukuran resistor 563 (56k) bukan 473 (47k) semua tergantung sistem logic yang digunakan dalam micom. IC TC4069UBP bisa juga digunakan yang kaki 1 sampai 6.
Hal terpenting adalah tegangan 5V, apabila tegangan ini drop ataupun tidak stabil maka akan muncul error EA, begitu juga tipe water level yang digunakan meskipun 2 pin tetapi lilitan di dalamnya berbeda akan terjadi error juga. Kami belum tahu frekuensi sinyal output dari ic penguat ini, alasan klasik "belum ada alatnya", mungkin bisa dilihat dengan osiloskop bentuk kurva sinyalnya.
Apabila kita mengalami hal dimana ic water level rusak yang tipe smd kita bisa menggantinya dengan yang non-smd dengan cara menjumpernya dengan kabel, kami sudah pernah mencobanya dan berhasil. Soket dan konektor juga harus menjadi perhatian karena karena disinilah sering menyebabkan error yang diakibatkan oleh karat yang berwarna putih atau terjadi pengapuran.  

Informasi tambahan:
Pada beberapa tipe mesin cuci front loading ada yang menggunakan water level dimana ic pengolah sinyalnya ada di dalam water level, bentuk water level bervariasi kalau yang bentuknya umum yang ada di pasaran bila bagian lilitan yang rusak kita bisa memodifikasinya dengan memotong bagian yang ada lilitannya kemudian kita ganti dengan water level lilitan yang ada di pasaran dan modul kecilnya tetap kita gunakan. Yang sulit dicari di pasaran mungkin tipe water level milik sharp atau elektroluk dimana soketnya pun khusus, kami belum pernah menggantinya dengan tipe lain tetapi menurut beberapa sobat bisa dimodifikasi.

Demikian ulasan kami semoga bermanfaat dan maaf bila ada hal yang salah karena keterbatasan kami. Bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan komentar di kolom komentar, akan kami jawab sebatas kemampuan kami.

Share:

BEBERAPA PENYEBAB MESIN CUCI TIDAK KERJA NORMAL

Sebelumnya kami ingin menyapa sobat-sobat teknisi dan pembaca, bagaimana kabar Anda semua saat ini? Semoga selalu sehat dan dimudahkan segala urusan.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas beberapa hal yang menyebabkan mesin cuci otomatis tidak bisa kerja secara normal. Hal-hal yang kami sampaikan hanyalah pengalaman kami atau data-data yang kami kumpulkan selama di perjalanan 😄😄😄.

1. Water Level

Water level adalah sebuah piranti atau transduser (pengindera) untuk mengetahui banyak sedikitnya air yang ada di dalam tabung pencucian yang bekerja berdasarkan tekanan. Water level dan tabung pencucian dihubungkan oleh selang yang rapat. Sistem program yang digunakan oleh masing-masing produsen mesin cuci  bisa jadi sama ataupun berbeda, salah satu contohnya ada sistem yang menggunakan volume air konstan dan adapula sistem yang menggunakan volume air variatif atau banyak sedikitnya air pencucian bisa dikontrol. Water level juga digunakan untuk deteksi bahwa air sudah terbuang sepenuhnya pada proses rinsing dan spinning, misalkan motor drain bermasalah maka akan terjadi error. Apabila water level setengah error juga akan menimbulkan masalah proses tidak bisa selesai atau akan berulang-ulang prosesnya.
  • a. Water level tekanan konstan (sistem kerjanya menggunakan kontaktor) biasa digunakan pada mesin cuci pintu depan midea, electrolux, lux dan lain-lain. Jenis ini minimal mempunyai 3 konektor, pada level air normal maka konektor 1 dan 2 akan hubung apabila air melebihi batas misalnya kita mengisikan air secara manual, maka konektor 1-2-3 akan terhubung bersamaan maka pompa drain akan bekerja untuk menguras air, jadi konektor ketiga tersebut terhubung langsung ke pompa drain. Pada jenis mesin cuci model lama water level yang digunakan dengan konektor yang cukup banyak dan bentuknya pun besar.
  • b. Water level semi otomatis, ketinggian tekanan air diatur secara manual dengan memutar pengarah pada water level yang akibatnya tekanan pegas membran akan bertambah atau berkurang. Contohnya pada mesn cuci sanken atau sharp pintu atas.
  • c. Water level otomatis tanpa ic, jenis ini sering digunakan pada top loading maupun front loading, ada yang 3 kabel (misal: samsung, lg,  polytron dan sebagainya) dan ada yang 2 kabel (misal: sanyo, sharp, toshiba dan sebagainya). Di dalamnya terdiri dari lilitan, magnet, pegas, membran. Naik-turunnya magnet inilah yang digunakan untuk mendeteksi tinggi-rendah air. Pengolah sinyal water level dilakukan oleh ic di modul kontrol.
  • d. Water level otomatis dengan ic, jenis ini sering digunakan pada mesin cuci front loading misal samsung, sharp, panasonic dan sebagainya. Sistem kerja seperti water level pada point-c diatas tetapi ic pengolah sinyal ada di dalam atau menyatu dengan water level, jadi kabelnya pasti ada 3 yaitu 5V, ground dan sinyal output.
2. Door Lock dan Sensor Balance

Sensor balance atau sensor keseimbangan digunakan untuk mendeteksi guncangan yang terjadi pada saat unit mesin cuci melakukan proses. Pada top loading bisa dipastikan menggunakan sensor ini biasanya letaknya di bagian belakang, sensor ini hanya berupa kontaktor saja bila ada guncangan atau posisi tidak rata maka kontaktor ini akan terbuka meskipun sesaat sehingga micom akan mengeluarkan sinyal error. Pada front loading sensor balance pembacaannya melalui putaran motor, pada motor noninverter (memakai carbon brush) apabila putaran motor tidak stabil karena gucangan maka sinyal tacho akan terbaca tidak stabil oleh micom, pada motor inverter sensor balance menyatu di ic ipm (intelligence power module) yaitu pembacaan besaran arus outputnya (U-V-W) menuju motor.

Sensor door lock. Pada mesin cuci pintu atas model baru sudah menggunakan sistem magnet, sensornya terbungkus kaca bening lebih kecil dari sekering, di dalamnya ada kontaktor apabila berada di medan magnet maka kontaktor ini akan terhubung. Pada mesin cuci front loading door lock berfungsi sebagai pengunci pintu juga sebagai kontaktor, cara kerjanya menggunakan ptc sebagai pemanas untuk memanaskan bimetal yang bila suhu bimetal mencapai titik kerjanya maka bimetal akan menggerakkan kontaktor untuk saling hubung dan pengunci akan aktif. Di modul jalur listrik output dari door lock akan diolah menjadi sinyal sampai ke micom.
Sepengetahuan kami door lock untuk pintu depan ada dua jenis yaitu kabel 3 dan kabel 4. Untuk yang kabel 4 ada satu tambahan fungsi yaitu adanya lilitan solenoid untuk buka-tutup kontaktor hal ini sudah pernah kami bahas pada bahasan yang telah lalu, bisa baca DISINI.

3. Sensor Listrik (Tegangan/Arus)

Sensor listrik digunakan untuk mengetahui apakah listrik dalam kondisi normal atau tidak, bila terdeteksi listrik tidak normal maka micom tidak akan bisa "on" (pada beberapa modul) atau micom tidak akan mengeluarkan perintah proses kerja. Kerusakan pada sensor listrik bisa jadi jalurnya yang memang bermasalah, listriknya bermasalah atau micom-nya yang bermasalah. Letak sensor listrik pada setiap modul berbeda tergantung desain engineer-nya. Sensor listrik ini biasanya kami menyebutnya sensor common (com).

4. Sensor Suhu (Thremistor) dan Thermostat

Sensor suhu biasanya dipakai pada front loading, hanya satu top loading yang pernah kami temui yang memakai thermis. Thermis ini digunakan untuk mengukur suhu air di dalam tabung drum. Thermostat digunakan untuk menyensor suhu motor. Biasanya digunakan pada front loading, untuk top loading kami belum pernah bongkar motornya sehingga belum punya data apakah memakai thermostat ataukah tidak. Motor utama atau pun motor drain front loading biasanya menggunakan thermostat meskipun tidak semua. Guna thermostat ini untuk proteksi panas berlebih bila motor panasnya melebihi ketentuan desain maka thermostat akan membuka dan bila suhu motor sudah dibawah ketentuan desain maka thermostat akan menutup kembali sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan di modul.

5. Sensor Putaran Motor

Pada top loading sensor putaran motor ada di modul pada jalur output 2 triac putaran kanan dan kiri kecuali merek toshiba dimana sensornya berada pada motor seperti pada motor fan indoor ac yaitu memakai magnet cincin dan De Effecto Hall. Pada front loading sensor putaran motor memakai magnet cincin dan lilitan (tacho), tegangan listrik ac yang dihasilkan tergantung putaran rotor. Untuk tambahan info bisa baca DISINI
Wacana, bisakah diperbaiki?
Mengenai tacho akan kami bahas pada bahasan selanjutnya mengenai modifikasi tacho karena kami belum tahu dimana mendapatkan sparepart-nya.

Kiranya sekian dulu info yang kami sampaikan, maaf bila ada kesalahan dan semoga beremanfaat.




Share:

Cara Atasi Tidak Bisa Start dan Semua LED Menyala Mesin Cuci Samsung

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita selalu diberi kesehatan sehingga selalu bisa berkarya.
Maaf sebelumnya kalau bahasan ini terkesan kami ulang-ulang, memang modul jenis ini selalu menjadi primadona masuk ke bengkel kami. Baru kali ini kami menemui trobel yang sangat menguras tenaga dimana keluhan awalnya tidak bisa start, semua led displai menyala dan displai digital (seven segmen) beberapa led-nya ikut menyala. Setelah melihat modulnya ternyata terbakar cukup parah sampai casing plastik modul ikut terbakar.
Gb.1. Area sensor motor dan sensor listrik
Kelemahan modul jenis ini pada sensor listrik (common) dan pada sensor putaran motor. Terutama pada sensor motor sering terjadi "kebakaran" yaitu resistor, 2 kapasitor, jalur rambutnya dan photocoupler-nya. Kalau triac-nya kami belum pernah menemui kerusakannya.
Setelah casing plastik modul terbuka area yang terbakar cukup luas, dari area resistor, kapasitor dan photocoupler semua terbakar demikian pula jalur photocoupler sensor listrik juga terbakar karena jalur sensor putaran motor jalurnya melalui dibawah photocoupler sensor listrik. Penggantian mulai dari kapasitor seri ukuran 104/250V dan resistor 2k7 ukuran 2 watt, berikutnya penyambungan jalur-jalur "rambut " yang putus. Kita gunakan kabel yang fleksibel sehingga bila digerakkan solderan tidak mudah lepas atau jalurnya yang terlepas, kabel yang biasa kami gunakan adalah kabel jumper kecil yang biasa digunakan untuk jumper pada mainboard ps (play station). Kita harus bersihkan semua pcb yang terbakar dan jalur rambut yang terbakar juga untuk menghindari konslet lebih lanjut. Setelah penjumperan selesai dan coba dihidupkan hasilnya belum ada perubahan dan relai kontaktor jalur common tidak bekerja, ternyata transistor smd driver relai kondisinya rusak. Transistor ini jenisnya npn kalau kita tidak menemukan transistor smd kita bisa memakai transistor biasa semisal c2815. Penggantian Photocoupler PC817 dan PC814 bila tidak ada yang jenis smd kita bisa memakai yang bukan smd.

Tak lupa pula kami juga mengecek semua tombol, cara mengukur tombolnya yaitu dengan multitester pada penunjuk ohmmeter pada skala x10k apabila bolak-balik hubung maka kemungkinan tombol konslet. Bila tombol rusak bisa dilakukan penggantian atau perbaikan seperti yang pernah kami lakukan, bisa baca DISINI.

Langkah berikutnya pengecekan jalur led displai karena terbakarnya pcb juga kemungkinan mengenai jalur led. Ternyata banyak led yang konslet (hubung singkat) bila diukur dengan multitester pada skala x10k. Penggantian led membutuhkan waktu yang sama, ribetnya bukan main, meskipun kami punya alat modifikasi untuk melepas led tanpa melepas plastik penutup led-nya.

Setelah penggantian led hasilnya masih belum normal, ternyata ic displai kidxxxxx ada 2 pin kakinya yang short /konslet dan displai seven segmen juga ada 3 pin-nya yang konslet. Ternyata efek kebakaran sampai kemana-mana, semoga saja micom tidak terkena efeknya.

Untuk mengganti ic displai dan seven segmen kami mengambil dari modul bekas, entah ada atau tidak yang menjualnya kami belum sempat buka di internet. Harganya mungkin murah bila kita membelinya dari negeri seberang namun membutuhkan waktu yang cukup lama, kisaran 1 bulan.
Gb.2. Area kontrol displai
Dalam hal mencabut ic smd dari pcb memang agak susah karena bagian bawah ic dilem dengan pcb. Kalau memang terpaksa ada jalur yang putus maka kita sambung dengan kabel jumper. Setelah semua dirasa beres kami coba unit untuk proses pencucian sampai selesai dan hasilnya bisa normal kembali. Sebelum pemasangan plastik casing modul kami biasanya menggunakan cat semprot warna bening/clear untuk menutup pcb agar tidak mudah karatan untuk mempercepat pengeringan cat kami gunakan hair dryer dengan suhu rendah atau dengan mengatur jarak yang tepat antara pcb dan hair dryer. Setelah semua kering sempurna baru kita tutup modul dengan casing plastiknya dengan cara pemanasan seperti mengelas plastik atau dengan cara dilem dengan lem bakar serapat mungkin untuk menghindari karat pada jalur modul. Tentang modul seperti kami juga pernah membahasnya pada postingan sebelumnya, bisa baca DISINI dan DISINI.

Kiranya cukup sekian dulu maaf bila ada kekurangan, bila ada hal yang belum jelas bisa tinggalkan pesan di kolom komentar atau melalui chat melalui nomor pada judul blog, semoga kami bisa membantu menurut kemampuan kami.


Share:

ERROR UC DAN ERROR DC MESIN CUCI SAMSUNG NONINVERTER

Salam sejahtera untuk untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman. Apa kabar semuanya? Semoga kita selalu diberi kesehatan untuk berkarya sesuai kemampuan kita.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai mesin cuci samsung front loading (pintu depan) tipe noninverter alias motor masih memakai carbon brush. Ada dua modul yang sama dengan kerusakan error UC dan error DC.

Pada kesempatan yang lalu kami pernah membahas sedikit mengenai error UC pada mesin cuci samsung inverter namun demikian kerusakan yang sama bisa jadi solusinya berbeda, kami hanya sekedar menulis tentang pengalaman kami yang kami temui di 'medan tempur' siapa tahu ada sobat-sobat atau siapapun yang menjumpai kasus yang sama dan kebetulan solusinya pun sama. Beberapa waktu lalu kami menjumpai kasus yang sama namun pada mesin cuci samsung biasa bukan inverter. Pada mesin cuci tipe ini ada 3 buah modul yaitu modul kontrol mekanis, modul displai dan modul tombol sentuh. Komunikasi data antara modul displai dan modul kontrol kerja menggunakan photocoupler (pc). Ada 3 buah pc pada jalur data ini yang 2 buah adalah Rx-Tx (Receiver-Transfer) data dan satunya lagi kami belum tahu fungsinya belum sempat cek secara keseluruhan. Komunikasi data antara modul displai dan modul tombol sentuh menggunakan SDA (data) dan SCL (clock).

Sebelum melangkah ke pengecekan kita biasakan mengecek power suplai (psu, power supply unit) untuk memastikan tegangan suplai benar-benar stabil. Power suplai modul ini menggunakan ic 2QR2280Z yang daya outputnya lumayan besar kisaran 54 watt. Tegangan output skundernya adalah 5V dan 12V untuk catu daya displai dan tombol sentuh dan 15V untuk catu daya modul kontrol mekanis/kerja, catu dayanya terpisah. Pada saat standby modul kontrol mekanis sama sekali belum ada tegangan catu daya apabila kita tekan tombol 'on' maka micom (ic program) modul displai akan memberikan perintah 'on' ke ic regulator M78R12 melalui photocoupler (pc). Tegangan 12V ini untuk menggerakkan relai-relai dari tegangan 12V ini kemudian diturunkan ke tegangan 5V dengan ic regulator 7805 untuk catu daya micom modul kontrol mekanis. Apabila power suplai rusak kemungkinan ic 2QR2280Z tidak tersedia atau trafo switching terbakar dan kita ingin menggunakan  power suplai jenis lain maka kita harus membuat dua buah power suplai. Bisa menggunakan power suplai ac-matic tetapi tegangan 15V harus kita buat terpisah dari tegangan 5V dan 12V, bisa juga kita menggunakan trafo konvensional, kita gunakan trafo CT-15V dimana sambungan lilitan di pin CT kita potong jadi ada dua lilitan terpisah yaitu lilitan kiri CT dan kanan CT. Sebelah kiri kita gunakan untuk adaptor 15V catu daya modul kontrol mekanis dan sebelah kanan kita gunakan untuk adaptor catu daya 12V (pakai 7812) dan 5V (pakai 7805) untuk modul displai. Perhatian, resiko menggunakan satu trafo konvensional ini adalah pada saat trafo terbakar pada lilitan skundernya jalur antar modul akan terhubung dan akibat yang ditimbulkan kami belum bisa memastikan. Cara lain yang bisa digunakan apabila trafo switching masih bagus hanya ic 2QR2280Z yang tidak tersedia adalah dengan menggunakan power suplai kit 5 kabel yang harganya sekarang murah meriah.
Modul samsung tombol sentuh
#Error UC
Sepengatahuan kami error ini adalah UnContact yang tahu pastinya adalah engineer design di pabriknya. Asumsi kami sampai saat ini adalah error pada kelistrikan ataupun komunikasi data. Kita pastikan bahwa semua jalur listrik normal termasuk relai utama yang sebagai saklar listrik dan sensor listriknya. Sensor listrik terdiri dari dua buah resistor ukuran 100kohm masing-masing terhubung ke kaki photocoupler, kapasitor smd dan satu buah  photocoupler  (pc) bidirectional dengan kode pc814. Sepengetahuan kami di modul ini pc814 tidak bisa diganti dengan pc817 karena dulu pernah kami mencoba mengganti pc ini dengan pc817 hasilnya setelah tombol start ditekan tidak ada reaksi kerja apapun. Pastikan pula doorlock berfungsi dengan normal. Berikutnya kita cek jalur komunikasi data dimana ada 3 buah pc yang dua untuk Rx-Tx dan satunya fungsinya belum kami ketahui. Biasanya error UC bisa terjadi karena tegangan 5V di kedua micom tidak stabil, soket konektor antar modul terjadi karatan, jalur data ada yang konslet dan mainboard karatan. Bersihkan konektor dan mainboard kalau perlu cuci mainboard displai dengan deterjen, kita gunakan sikat atau kuas yang agak kasar.

Berikutnya kita ukur bagian jalur data dengan multitester analog pada posisi penunjuk ohmmeter skala x1 atau x10, mulai dari photocoupler, resistor, transistor, dioda dan sampai ke pin ic micom. Langkah ini adalah trial and error (coba-coba), karena beberapa kali kami berhasil memakai cara ini yang dugaan kami dengan memberi tegangan kecil melalui jarum multitester bisa mengembalikan fungsi part-part (onderdil) pada kondisi awalnya, meskipun hal ini terkesan tidak masuk akal.
Error UC juga bisa disebabkan micom membaca bahwa motor tidak terpasang yaitu melalui pembacaan sinyal dari tacho (lilitan pada moncong motor), cara yang biasanya kami pakai adalah pada saat proses pengisian air berlangsung motor kami putar ke kiri dan kanan agar sinyal yang terkirim terbaca oleh micom. Jangan kaget kalau tiba-tiba berputar kencang. Langkah ini juga trial and error, bisa berhasil bisa juga gagal.
Untuk pengukuran photocoupler (pc) bisa sobat-sobat lakukan sendiri, kita beli pc817 baru kemudian ukur kaki 1-2  (input) dan 3-4 (output) skala multitester pada ohmmeter yaitu x10 dan x10k, perhatikan apa yang terjadi dan catatlah. Untuk pc814 entah di pasaran ada atau tidak ada, kami sudah punya stok yang kami datangkan dari negeri seberang 😅😅😅.

#Error DC
Sepengetahuan kami DC adalah DisContact. Error ini berkenaan dengan motor. Pada mesin cuci jenis ini selain tacho juga menggunakan thermostat untuk sensor motornya, apabila motor overheat maka diharapkan thermostat terbuka/open dan apabila motor sudah dingin maka akan tertutup/close kembali dan bila kondisi terbuka atau kabel putus maka di displai akan muncul kode DC. Apabila error ini muncul di displai maka yang harus kita cek adalah 2 kabel dari modul ke soket motor, thermostat (ukur dengan multitester) dan jalurnya di modul.
Di modul digunakan 2 buah resistor seri (ukuran masing-masing 270kohm) dan 1 dioda terus menuju ic penguat dan outputnya menuju micom. Apabila jalur ini bermasalah maka error DC pun akan tampil di displai.

Kiranya cukup sekian ulasan kami apabila ada hal-hal yang kurang tepat kami mohon maaf dan semoga bermanfaat bagi kita semua.









Share:

ERROR UC MESIN CUCI SAMSUNG INVERTER

Sobat-sobat teknisi dan pembaca yang budiman, kali ini kami akan menyampaikan pembahasan mengenai mesin cuci samsung inverter dengan gejala kerusakan setelah tombol start ditekan tidak ada reaksi kerja apapun dan setelah beberapa detik kemudian muncul error UC
Langkah awal tentunya bongkar plastik casing modul dengan solder 100 watt atau solder 60 watt yang pakunya dimodifikasi seperti pada solder 100 watt dengan bahan tembaga kalau pakai logam besi panasnya tidak optimal.
Modul samsung inverter
Potong dengan rapi, jangan sampai memotong jalur di pcb-nya. Setelah itu kita lakukan pengecekan dan pencarian dimana letak masalahnya, jangan dibuang semua lapisan silikon penutupnya. Error UC asumsi kami adalah UnContact (tidak hubung) yang bisa jadi antara kedua modul tidak ada komunikasi data atau adanya sistem mekanis yang belum bekerja secara normal. 
Pengecekan yang pertama kami lakukan adalah pada pc (photocoupler) sensor listrik. Tegangan pada kaki output pc adalah 0V (ground) dan kisaran 4,5V yang berarti listrik belum terhubung karena tegangan 4,5V adalah tegangan dari resistor pull-up dari 5V suplai jadi micom membaca bahwa listrik 220V dari sumber listrik bekum masuk ke jaringan sistem kerja. Yang patut diduga adalah relai utama belum bekerja akan tetapi setelah tombol "on" ditekan terdengar bunyi klik seperti bunyi kontaktor di dalam relai. Pada posisi "on" untuk memastikan relai sudah kerja atau belum kita bisa memakai multitester atau bolam, asumsinya listrik yang masuk relai adalah jalur L (line), ukur pada jalur N (netral) listrik dan output relai, begitu juga bila menggunakan bolam apabila bolam menyala berarti relai sudah bekerja. Hasil yang kami dapatkan, ternyata relai kerja sesaat saja ditandai dengan nyala bolam sesaat. 

Sebelum pengecekan lebih lanjut kami pasang dulu bolam 100 watt pada 2 kaki konektor relai karena biasanya saat mengisi elko besar (450VDC) listrik menjadi anjlog/jeglek maklumlah listrik hanya 900 watt sudah banyak beban, sehingga pada saat modul terhubung ke listrik elko besar mulai terisi pelan-pelan melalui bolam. Pengecekan berikutnya pada jalur lilitan relai, salah satu pin terhubung ke 12V dan satunya lagi terhubung ke transistor atau ic array (ulnxxxx atau kidxxxxx). Pada modul ini ternyata yang digunakan adalah transistor smd yang kodenya sudah tidak terbaca. Bila diukur pada kondisi modul "off" tampaknya masih normal namun bila pada kondisi modul "on" transistor ini tidak bekerja normal, tegangan basis adalah kisaran 4,5V, kaki emitor terhubung ke ground dan kaki kolektor terhubung ke lilitan relai, harusnya relai sudah bekerja karena transistor tersebut adalah tipe npn. Penggantian transistor smd tersebut bisa menggunakan transistor biasa, biasanya kami menggunakan seri C1815.

Setelah penggantian transistor relai sudah bekerja normal dan unit mesin cuci pun sudah bekerja sebagaimana mestinya.

Catatan tambahan:
  1. Mesin cuci jenis ini menggunakan 2 buah modul, bagian modul displai dan bagian modul kontrol kerja. Komunikasi data antara modul displai dan modul kontrol kerja menggunakan photocoupler (pc). Ada 3 buah pc pada jalur data ini yang 2 buah adalah Rx-Tx (Receiver-Transfer) data dan satunya lagi kami belum tahu fungsinya belum sempat cek secara keseluruhan.
  2. Jalur sensor listrik ada 2 buah pc, satunya untuk sensor listrik dan satunya untuk sensor doorlock.
  3. Jalur power suplai ada 2 buah pc, satunya untuk kontrol tegangan power suplai dan satunya untuk kontrol on-off untuk men-trigger ic regulator  M78R12.
  4. Sampai saat ini kami belum tahu dimana/bagaimana sensor kecepatan motor karena di motornya tidak ada sensor sebagaimana pada beberapa mesin cuci LG Inverter (karena tidak semua LG Inverter menggunakan sensor kecepatan motor). Apabila motor inverter samsung ini pada saat kita mencobanya tanpa dipasang pada dudukannya maka akan terjadi error motor  akan tiba-tiba berhenti setelah adanya getaran pada motor.
Apabila pengerjaan modul sudah selesai maka selanjutnya adalah menutup bagian pcb yang silikonnya sudah kita buang, kita bersihkan dulu bagian permukaan pcb sampai bersih dan kering kemudian kita semprot dengan cat bening atau clear, diamkan sampai benar-benar kering baru kita pasang plastik casing modul yang sebelumnya kita potong dengan menggunakan lem bakar atau dengan pengelasan lagi dengan solder, usahakan serapat mungkin agar jalur modul tidak karatan.

Demikian bahasan kami kali ini bila ada hal-hal yang salah kami mohon maaf karena keterbatasan ilmu dan pengalaman kami dan semoga bermanfaat bagi kami dan sobat-sobat semua.



Share:

FAN INDOOR AC TIDAK BISA MATI ATAU HIDUP

Salam sejahtera untuk kita semua, Sobat-sobat teknisi,pembaca dan tim kami.
Pada kesempatan kali ini kami bahas mengenai modul ac dengan trobel motor fan indoor tidak bisa berhenti meskipun pada kondisi 'off' remot. Modul terbaru mudah sekali karatan karena lembab dan panas pada jalur pcb-nya sehingga mudah sekali error atau malfungsi pada sistem kerjanya. Pada modul AC jalur perintah kerja motor adalah micom-ic array-SSR/SCR/Relai-motor. Untuk jenis motor inverter tidak kami bahas disini.
Skema jalur pengecekan motor tidak bisa mati atau off

Beberapa penyebab motor fan indoor tidak bisa mati pada posisi off remot adalah:
  1. Jalur displai kotor
  2. Jalur output dari ic program (micom) ke ic array (tipe ULNxxxx atau KIDxxxx) ada yang konslet dengan tegangan plus.
  3. Jalur output dari ic array ke jalur driver motor ada yang konslet dengan ground.
  4. Jalur SSR/SCR/Relai pin kaki input tegangan ac 220V konslet dengan pin kaki output yang menuju jalur motor.
#Bagian Displai
Yang harus dicek adalah bagian tombol on-off manual, bagian jalur led power dan jalur IR (output receiver sensor remot). Di tempat kami, cara yang kami gunakan adalah dengan memisahkan antar jalur yang karatan menggores pakai pisau cutter dengan hati-hati jangan sampai memotong jalur kemudian mencuci semua pcb dengan air dan deterjen bubuk. Pekerjaan membutuhkan waktu yang lama apabila kita mengandalkan hair-dryer atau sinar matahari. Untuk mempercepat pekerjaan kami biasanya mengeringkan air yang menempel pada pcb dengan kompressor angin yang sudah biasa kami gunakan dalam mencuci modul televisi. Setelah terasa air hilang dari pcb kemudian kita gunakan hair-dryer atau solder blower hingga modul benar-benar kering 100%, hanya butuh waktu 30 menit sampai 1 jam, modul sudah kering dan kita dapat mulai pengerjaan kembali.

#Jalur Output Micom dan Jalur Output ic array
Output dari micom yang menuju pin input ic array pada kondisi mati/off haruslah bertegangan 0V apabila ada tegangan maka ic array akan aktif sehingga bagian pin outputnya akan terhubung ke ground tergantung besar kecilnya input dari micom.

#Jalur Output IC Array dan SSR/SCR/Relai
Pada kondisi 'off remot', tegangan pin output ic array ke jalur SSR/Relai adalah sesuai tegangan kerja SSR/Relai yaitu 12V dan pada saat 'on' tegangannya adalah 0V atau mendekati 0V. Apabila pada kondisi off ternyata tegangan di pin outputnya 0V atau mendekati 0V maka SSR akan aktif yang berarti pada jalur ini ada yang konslet dengan ground atau ic array rusak. Untuk driver motor yang menggunakan SCR/Triac umumnya menggunakan rangkain lagi, transfer sinyalnya menggunakan photocoupler/optocoupler yang menggunakan tegangan 5V. Pada saat ini SCR/Triac, rangkaian dan photocoupler sudah dikemas menjadi satu chip yang disebut Optotriac sangat praktis digunakan misalnya MOC3020, MOC3031 dan lain-lain. Relai digunakan pada motor indoor yang kecepatannya konstan untuk L-M-H (low-medium-high).

#SSR/SCR
Bentuk SSR umumnya kotak pipih dengan 4 pin yaitu input dari ic array, 12V, input 220VAC, output listrik. Besaran output listrik tergantung besaran input dari ic array dan sinyal dari micom untuk mengatur cepat lambatnya putaran motor fan indoor. Apabila pin input listrik dan output listrik short atau konslet maka motor akan berputar terus meskipun kondisi modul pada posisi off remot/tombol. Umumnya SCR yang digunakan pada modul ac adalah tipe TO-92 bentuknya seperti transistor C1815, misalnya MR431 yang bisa diganti dengan BT131 yang banyak di pasaran. SCR tipe TO-92 bisa diganti dengan tipe TO-220 yang bentuknya seperti transistor TIP31, misalnya BT138 dan BTA16 perbedaan TO-92 dan TO-220 pada karakteristik kaki-kakinya dan juga pada arus outputnya. BT131 kaki gate atau sinyal input pada kaki tengah dan BT138 gate-nya pada kaki 3. SCR juga banyak dipakai pada modul mesin cuci. SCR juga bisa dipakai untuk mengganti ic ACS (AC Switch) yang biasa digunakan pada modul mesin cuci hanya saja kita harus memodifikasi inputnya karena input SCR -menurut pengalaman kami- biasanya butuh sinyal lebih besar yaitu dengan mengganti resistor di jalur kaki input SCR dengan ukuran yang lebih kecil.

Bagaimana pula kalau kasus yang berkenaan dengan motor fan indoor tidak berputar atau hanya berputar sesaat kemudian muncul error? Untuk kasus motor mati, selain pengecekan pada hal-hal di atas yang harus dicek adalah lilitan motor dan kapasitor. Untuk kasus motor berputar sesaat kemudian muncul kode error di displai atau led timer kedip-kedip maka yang harus dicek adalah sensor putaran motor yang ada di dalam bodi motor, hal ini pernah kami bahas silakan baca-baca juga judul-judul dalam label AC.

Demikian bahasan kali ini, mohon maaf bila ada hal yang salah dan semoga bermanfaat.



Share:

MESIN CUCI ELECTROLUX DISTART TIDAK KERJA

Apakabar Sobat-sobat, semoga sehat segalanya.
Kali ini kita bahas mengenai mesin cuci Electrolux pintu depan, sudah terbayang susahnya dalam mengerjakan modul tipe ini dimana modulnya double side (dua sisi) dan smd (surface mounted device) alias tempel, menelusuri jalurnya saja susah apalagi melakukan pengukuran tegangan pada saat kondisi hidup (on). Besaran tegangan Sensor-sensor tidak jauh beda dengan mesin cuci merek midea, bisa lihat di postingan sebelumnya, DISINI

Trobel modul unitnya adalah tidak bisa proses apapun setelah start kecuali hanya pompa buang (drain) yang kerja hanya dalam 2 atau 3 detik kemudian diam saja, tidak ada reaksi apapun termasuk angka digitalnya. Di modul yang lain yang kami dapati angka digitalnya masih menunjukkan hitungan mundur.
Gb.1. Modul Mesin Cuci Electrolux
Apabila tacho diganti dengan lilitan yang resistensinya lebih kecil, misal 35 ohm kita ganti dengan 25 ohm, maka apa yang terjadi? Kami sudah mencobanya ternyata putaran motor sangat kencang sampai timbul percikan api yang besar di gesekan di kepala lilitan rotor dan karbon brush, dan akhirnya listrik jeglek/anjlok pada listrik 900 watt. Ini berarti tegangan ac yang dihasilkan tacho adalah kecil sehingga micom menambah sinyal input ke triac.
 Pertama-tama yang harus dicek adalah sensor-sensornya yang berada di luar modul:
1. Thermistor, ukuran thermis kisaran 5 kiloohm
2. Tacho, ukuran lilitannya kisaran 35 ohm
Hanya dua hal tersebut yang bisa kita ukur dengan multitester, tiap merek dan tipe bisa beda ukurannya. Water level diasumsikan tidak bermasalah karena tidak muncul error pada saat dihidupkan. Yang kami temukan adalah ternyata lilitan tacho putus, tidak ada tahanan (resistensi) sama sekali. Yang masalah berikutnya adalah dimana kita mendapatkan atau membeli lilitan tacho tersebut. Mungkin di service center juga tidak ada -itu dugaan kami saja- yang pasti ada adalah satu motor dinamo utuh, namun harganya kisaran Rp1 juta bagi kami itu adalah harga yang fantastis. Jalan termurah adalah mencarinya di pasar loak, mencari barang bekas yang masih normal.
Gb.2. Tacho
Tacho yang sama persis adalah pada dinamo merek Samsung –mungkin merek lain juga ada yang sama tetapi yang kami temukan adalah merek Samsung. Setelah penggantian tacho ternyata masih tetap sama saja hasilnya. Rasanya tambah berat juga pengerjaannya, kalau begini kita butuh rehat sejenak agar bisa fokus dan pikiran tenang.
Pengecekan berikutnya pada tegangan sensor-sensor, menuurut data yang telah kami miliki seperti pada postingan sebelumnya semuanya tampak normal-normal saja, semua jalur tampak utuh tidak ada yang karatan atau terbakar. Dugaan kami hal ini terjadi karena ic program (micom) masih menganggap adanya ketidaknormalan pada pembacaan sensor sehingga kami mencoba untuk “unplug and plug” (cabut dan pasang lagi) masing-masing sensor pada kondisi ‘on’ tetapi belum start. Dalam melakukan hal ini kita harus hati-hati jangan sampai kita terkena sengatan listrik. Apapun error yang muncul di display abaikan saja.

Pertama yang kami tes adalah tacho, kami putus salah satu sambungan dengan tang yang isolatifnya masih bagus, setelah sekitar 5 detik kami sambung lagi.
Kedua adalah thermis, kami cabut dan setelah 5 detik kami pasang lagi.
Ketiga adalah pompa drain dan pompa sirkulasi (unit ini menggunakan 2 buah pompa) cabut salah satu konektornya dan setelah 5 detik pasang lagi.
Keempat adalah water level, kami cabut dan pasang lagi setelah 5 detik.

Setelah melakukan keempat hal di atas kami matikan modul dengan menekan tombol power kemudian mencabut kabel listrik setelah sekitar 5 menit modul kami hidupkan kembali. Waktu 5 menit ini kami maksudkan agar semua tegangan di power suplai menjadi nol. Hasil yang kami dapatkan adalah setelah tombol start ditekan semua bagian sistem berjalan normal, door lock, 2 buah solenoid, 2 buah pompa, dinamo motor semua berfungsi sebagaimana mestinya.

Pernah kami bahas pula mengenai lilitan tacho yang nilai tahanannya bertambah besar yaitu putaran motor lambat dan terkadang sangat cepat kemudian terjadi error serta jeda antar putaran akan terasa sangat lama. Trobel yang sama belum tentu solusinya sama.

Catatan tambahan:
Hal terpenting dalam pengerjaan elektronik adalah pengalaman karena hal itu sedikit diajarkan di sekolahan -itu menurut mereka yang pernah sekolah jurusan elektronika- kecuali teori dasar elektronika, bagi yang tidak pernah sekolah jurusan elektronika bisa baca-baca buku elektronika atau belajar pada orang yang telah mahir. Sekolah adalah barang mahal saat ini, entah dimasa yang akan datang, janganlah kita memandang orang yang tidak sekolah adalah “sampah”, lihatlah apa yang orang bisa lakukan jangan melihat apa lulusannya. Bagi kami yang kelas sosial ‘elit’ (ekonomi sulit) kadang berpikiran sekolah itu tidak penting, yang penting adalah “belajar”.
Sekarang banyak hal menjadi mudah bila kami bandingkan dengan masa-masa awal belajar elektronik, ketika skema, data ataupun tempat bertanya begitu terbatas. Maaf kalau bahasan ini bercampur dengan curhatan, mengenang masa lalu bersama tim kami yang sekarang jauh disana.

Demikian bahasan kami kali ini maaf bila ada yang kurang tepat dan semoga bermanfaat bagi kita semua serta jangan berkecil hati meskipun kita belum bisa "membuat" hanya sekedar bisa memperbaiki.


Share:

MESIN CUCI SHARP MATI TOTAL DAN TIDAK BISA START

Sobat-obat teknisi dan pembaca yang budiman, salam sejahtera untuk kita semua.
Beberapa waktu yang lalu kami kedatangan dua tamu -modul china lisensi sharp- dengan tipe yang sama. Yang satu kerusakannya mati total dan satunya lagi tidak bisa start proses kerja. Berikut adalah pembahasan dari masing-masing kerusakannya.
Gb.1. Modul Sharp Top Loading
A. Mati Total

Langkah pertama kita harus memastikan kondisi power suplai harus benar-benar stabil, pada modul ini power suplai menggunakan trafo konvensional output 12V, fungsi dari tegangan 12V untuk suplai relai juga terkadang ic array uln2003. Tegangan 5V ic program (micon = micro control, micom = micro computer) diperoleh dari 12V yang diturunkan dengan menggunakan ic regulator 7805. Kami minta maaf karena kami tidak sempat mencatat kode ic micom-nya. Secara teknis syarat bisa 'on' pada ic micom ini adalah

  1. Tegangan 5V.
  2. Tombol 'power'
  3. Xtal, ukuran xtal atau kristal adalah 8 Mhz.
  4. Reset, tegangan reset adalah 3V yang diperoleh dari tegangan 5V melalui transistor jenis pnp dengan kode KN2907A dimana kaki basis pada kaki tengah, bila transistor ini rusak kita bisa menggunakan transistor dengan kode S8550 yang biasa dipakai pada modul dvd.
Kasus trobel yang kami alami adalah tegangan reset hanya sebesar 1,5V. Semakin besar nilai tegangan basis maka kaki kolektor (kaki kiri) tegangannya semakin kecil dan berlaku sebaliknya, kaki kolektor ini yang terhubung ke pin reset micom. Kita bisa menurunkan tegangan kaki basis dengan memperbesar resistor pull-up basis dari tegangan 5V atau memperkecil ukuran resistor pembatas kaki basis dengan ground. Cara yang kami tempuh adalah menggunakan dioda zener 3,3V karena cara ini yang termudah, dioda zener ini sebagai pembatas tegangan di kaki basis dimana katoda terhubung ke kaki basis dan anoda terhubung ke ground. Hasil yang kami peroleh, tegangan kolektor menjadi 3V dan ketika tombol power ditekan modul bisa menyala dengan normal.
Gb.2. Hal Pengaruhi Konerja
B. Tidak Bisa Start Proses

Start proses berawal dari ketika kita menekan tombol start, apabila tombol start kondisinya baik-baik saja berarti ada masalah lain, terlebih lagi bila tombol start ditekan ada bunyi beep/tit dan lampu indikator sudah kedip sebagai tanda berjalannya proses tetapi katup solenoid dan atau motor utama tidak kerja sudah bisa dipastikan ada masalah di bagian lain. Yang paling mudah menggunakan lampu bolam untuk mengetahui jalur solenoid normal atau tidak, apabila lampu menyala berarti solenoid rusak, apabila lampu tidak menyala maka kemungkinan triac atau uln2003 bermasalah. Kita cek jalur input-output uln2003, jalur input sinyal dari micom dan jalur output menuju triac adalah berseberangan, kita bisa lihat datasheetnya. Apabila kaki input uln2003 tidak ada tegangan  dan tegangan kaki output adalah 5V maka ic micom belum mengeluarkan sinyal perintah. Karena bila kaki input ada tegangan maka kaki output uln2003 tegangannya menjadi dibawah 5V atau nol sehingga triac akan bekerja.
Hal inilah yang kami alami pada modul jenis ini, dimana ic micom belum mengeluarkan sinyal perintah.

Pelacakan selanjutnya pada hal-hal yang mempengaruhi micom tidak atau belum mengeluarkan sinyal perintah. Sebagaimana halnya pada modul lain baik modul ac ataupun mesin cuci, penyebab utama ic micom tidak atau belum mengeluarkan sinyal perintah adalah sensor listrik (tegangan dan arus) kalau pada modul ac ada beberapa yang mengelurkan kode error F4 atau lampu timer kedip-kedip.

Pada modul mesin cuci ini jalur sensor listrik berasal dari tegangan yang diperoleh dari tegangan power suplai sebelum dioda bridge (empat dioda) melalui resistor menuju salah satu kaki input uln2003 dan outputnya terhubung 5V melalui resistor pull-up kemudian menuju micom melalui resistor lagi, tegangan di kaki micom ini normalnya 1,8V apabila kurang dari 1,8V maka micom tidak akan mengeluarkan sinyal kerja atau tegangan mendekati 5V maka micom pun tidak akan mengeluarkan sinyal kerja. Kami belum menguji, seandainya pin sensor listrik micom bila diberi tegangan 3V misalnya apakah micom akan mengeluarkan sinyal kerja atau tidak.

Catatan tambahan:
Bila kita perhatikan, model modul seperti ini ic micom mirip dengan modul universal yang dijual di pasaran tetapi modul ini menggunakan water level manual yaitu rotary atau diputar, di dalamnya memakai kontaktor yang akan hubung (close) bila tekanan air sudah terpenuhi tergantung pilihan ketinggian air di water level. Apabila pengisian sampai meluap maka kemungkinan trobel di selang yang bocor atau kontaktor tidak bisa hubung karena karatan atau patah.

Demikian ulasan kami kali ini, bila ada hal-hal yang terlewatkan akan kami update, maaf bila ada hal-hal yang kurang tepat dan semoga bermanfaat.


Share:

PENGERING ELECTROLUX PUTARAN SEARAH #DRYER

Jumpa lagi Sobat-sobat teknisi dan pembaca, salam sejahtera untuk kita semua.
Ini judul kami yang pertama mengenai pengering pakaian atau dryer, ada pengering yang memakai LPG sebagai bahan pemanasnya ada juga yang memakai elemen heater listrik, kami belum punya data lebih efisien mana yang pakai LPG atau pakai elemen heater listrik. Dari sisi elektroniknya ada pengering yang memakai timer manual ada pula yang memakai modul kontrol. Semakin sederhana suatu sistem maka semakin sedikit fungsi yang digunakan juga semakin sedikit bagian yang diperlukan dan sebaliknya semakin rumit suatu sistem maka semakin banyak fungi yang digunakan dan semakin banyak bagian-bagian yang diperlukan tetapi semakin banyak pula letak trobelnya.. Misalnya, pengering hanya memerlukan penyalaan pemanas, pengaturan suhu, putaran kanan dan kiri dan blower pembuangan gas buang (exhaust) lebih sederhana bila dibandingkan dengan sistem yang dipakai di mesin cuci..

Pada pengering yang memakai timer manual, timer yang digunakan adalah timer dengan waktu putaran kanan dan kiri lebih lama dibanding dengan timer mesin cuci manual, kami juga belum pernah tahu dimana membeli timer tersebut. Kasus yang kami alami adalah motor penggerak hanya berputar searah, sehingga jeda putaran terasa lama. Sudah dipastikan kerusakan pada timernya, karena belum tahu dimana membeli suku cadangnya dan perkiraan kami harganya pun mahal maka jalan satu-satunya harus mempebaiki timer tersebut.
Timer pengering manual
Kita harus sangat hati-hati dalam membongkar timer ini, karena apabila bagian-bagiannya tercerai-berai maka pekerjaan akan memakan waktu lebih lama dan cukup melelahkan. Bagian-bagian yang harus kita cek adalah bagian kontaktor biasanya karena adanya kerak pada bagian kontaktor. Kerak ini terjadi biasanya karena percikan api pada saat terjadi kontak, meskipun titik kontak terbuat dari bahan perak yang tahan karat namun karena adanya debu atau lembab lama kelamaan titik kontak ini akan tertutup debu hitam seperti jelaga. Kita harus membersihkan titik kontak ini dengan amplas halus sampai permukaannya tampak mengkilap. Apabila ternyata karena suatu sebab bagian-bagian didalam timer tersebut tercerai-berai maka kita harus merakit kembali dengan cermat, bagian-bagian di dalamnya yang mudah lepas terdiri dari gear, pegas, dan pengait. Timer ini selain untuk putaran kanan dan kiri juga untuk kontaktor jalur motor blower dan heater.

Apabila sistem pengeringnya sudah memakai modul kontrol maka yang harus dicek adalah bagian relai putaran kanan atau kiri. Secara garis besar relai yang digunakan juga ada empat buah yaitu untuk putaran kanan dan kiri, blower dan heater. Langkah pertama kita harus cek tegangan 12V yang masuk ke kaki lilitan relai, apabila kedua kaki lilitan relai ada tegangan 12V maka berarti relai belum bekerja masalahnya ada di sinyal dari driver relai atau sinyal dari ic program atau lilitan relai terbakar sedikit. Apabila kaki lilitan relai yang satu ada tegangan 12V dan satunya lagi tegangannya nol maka berarti relai sudah bekerja atau lilitan relai putus. Cabut relai, ukur dengan multitester pada bagian lilitan, hubung atau tidak, kalau tidak hubung maka lilitan relai berarti putus.
Pada posisi relai dicabut dari pcb berilah kaki lilitan relai dengan tegangan 12V, antara plus dan minus bolak-balik tidak masalah selanjutnya ukur pada bagian kontaktor relai kalau hubung berartii relai normal dan apabila tidak hubung maka relai rusak.

Apabila relai normal dan masih belum bekerja di modul kontrol maka yang harus kita cek adalah pada bagian driver relai biasanya terdiri dari transistor. Kita cek bagian basis transistor pada saat seharusnya giliran relai harus bekerja maka kaki basis harus ada sinyal berupa tegangan dari ic program (micom) dan pada saat seharusnya giliran relai tidak bekerja maka tidak ada tegangan di kaki basis bila adanya sinyal dan tidak adanya sinyal ini terjadi atau normal maka rusaknya di transistor. Ganti transistor dengan tipe yang sama, kalau smd (nempel) bisa kita ganti dengan transistor biasa yang banyak di pasaran dengan menyesuaikan letak kaki-kakinya.

Untuk pengaturan suhu bila manual menggunakan thermostat jenis jengkolan atau jenis lainnya dan bila menggunakan modul kontrol pengaturan suhu menggunakan thermistor yang pengaturan suhu sepenuhnya dikendalikan oleh ic program dan waktu lamanya beroperasi juga diatur oleh ic program sesuai waktu yang kita pilih di panel displai. 

Demikian bahasan kali ini meskipun hanya sebagai tambahan pengalaman yang tidak seberapa dan harapan kami semoga bermanfaat untuk kami dan Sobat-sobat.


Share:

AC DAIKIN OUTDOOR TIDAK KERJA #INVERTER

Sobat, pembaca dan team - salam sejahtera untuk kita semua.
Kembali ke AC, rasanya sudah lama tidak utak-utik modul ac karena kerusakan di ac tidak serumit di modul mesin cuci kecuali di tipe inverter. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas modul ac inverter merek Daikin dengan kerusakan awal outdoor tidak kerja dan tanpa error kedip di bagian displai.

Langkah awal adalah cek dulu kode kedip, di bagian outdoor lampu led indikator menyala dengan kedip yang menurut tabelnya adalah normal dan bagian indoor, led di modulnya menyala dengan kedip yang bererti normal juga, motor fan indoor bekerja dengan normal.
Gb.1. Tabel Nyala Led Modul
Langkah berikutnya adalah mencari error dengan remot kontrol, error yang keluar di displai remot kontrol kita cocokan dengan tabel error ac daikin, tabel error ac daikin ada di situs resminya, kami belum meng-upload kode error ac daikin, doakan saja beberapa waktu ke depan kami punya waktu untuk mengetik ulang kode error tersebut dalam bahasa indonesia beserta solusinya menurut pengalaman kami.
Caranya: tekan dan tahan tombol "cancel" pada remot hingga di layar displai muncul angka "00" kemudian arahkan remot kontrol ke unit indoor kemudian tekan "cancel" berulang-ulang sampai buzzer berbunyi beep/tit panjang, perhatikan kode yang muncul di layar displai remot, baca tabel kode error. Setelah melakukan hal tersebut kami mendapatkan kode U4. Menurut tabel kode, error ini berkaitan dengan transmisi/komunikasi data antara modul indoor-outdoor.

Sebelum melakukan pengecekan pada jalur komunikasi data sebaiknya kita pastikan dulu power suplai benar-benar stabil baik indoor maupu outdoor. Kita lakukan tes diagnosis terlebih dulu yaitu kita tekan swit tombol yang ada di dekat panel listrik outdoor. Hasil yang kami dapatkan adalah ternyata relai di modul outdoor tidak ada yang bekerja, sepengetahuan kami ada 3 buah relai di bagian outdoor. Tentu saja hal pertama yang kami curigai adalah tegangan 12V karena tegangan kerja relai adalah 12VDC.
modul daikin outdoor
Gb.2. Modul Outdoor 1
Tegangan power suplai pada ac jenis ini adalah sebagai berikut:
  1. Indoor = 12V, 5V diperoleh dengan regulator 7805 untuk catu daya micom.
  2. Outdoor = 15V (IPM), 12V (relai), 7V, dan 5V diperoleh dari 7V dengan regulator 7805 untuk catu daya micom.
Setelah melakukan pengukuran hasilnya adalah tegangan 12V hanya terukur 4V, ternyata diodanya setengah mati bila diukur (dicabut) normal tetapi kalau dipasang tidak normal. Setelah penggantian dioda tegangan 12V sudah muncul dan stabil. Tes diagnosis menghasilkan suara "klik" yang berarti relai telah bekerja. Berikutnya kami nyalakan unit ac-nya, setelah menunggu beberapa saat tiada tanda-tanda kehidupan pada fan outdoor maupun kompresor, pengecekan berikutnya pada jalur komunikasi data.
Modul outdoor daikin
Gb.3. Modul Outdoor 2
Gb.4. Modul Indoor

Pada gambar 3 dan gambar 4 terlihat jalur komunikasi data antara indoor dan outdoor, bagian ini terhubung langsung dengan listrik 220V dan terpisah dengan bagian micom, transfer datanya menggunakan 2 buah photocouler (PC) pada masing-masing indoor dan outdoor. Photocoupler yang digunakan adalah TLP521 dan TLP421 keduanya adalah jenis directional (satu arah) menggunakan arus searah (dc-direct current), kami belum pernah membeli tipe PC tersebut karena kami biasanya menggantinya dengan PC817 yang melimpah di pasaran. Bagi kami jaringan komunikasi  data ini terasa rumit, kami juga belum sempat menggambar skemanya untuk dijadikan data service.
Catatan penting, ketika kita memasang jaringan listrik pada ac jenis inverter hendaknya perhatian kita harus fokus, perhatikan kode pada terminal kabel listrik karena apabila kabel data terbalik dengan kabel listrik maka akibatnya bisa fatal, bagian komunikasi data bisa terbakar bahkan sampai ke jalur micom (ic program). Sehebat apapun seseorang pasti akan mengalami "human error" terlebih lagi pada saat galau 😂😂😂.

Catatan tambahan, pada gambar 4 kami sertakan jalur sensor listrik (tegangan/arus) terdiri dari resistor dan PC. Tipe PC yang digunakan adalah bidirectional (dua arah) menggunakan listrik bolak-balik (ac-alternating current), kami lupa mencatat kode di modul ini, pc jenis ini sulit didapat di pasaran biasanya kami menggunakan kode PC814. Cara membedakan pc arus searah dengan pc arus bolak-balik tanpa melakukan pengukuran adalah dengan melihat bagian kaki 1 dan 2, apabila jalur kaki 1 dan 2 terdapat dioda maka bisa dipastikan pc tersebut adalah pc arus searah (directional) dan apabila pada jalur kaki 1 dan 2 tidak terdapat dioda maka kemungkinan besar adalah tipe pc arus bolak-balik (bidirectional).

Bisakah pc bidirectional diganti dengan directional? kami tidak bisa menjawabnya dengan "bisa" atau "tidak bisa" karena tergantung program pembacaan ic program (micom), kami akan menjawabnya dengan pengalaman yang kami peroleh dari medan tempur. Kami pernah mengganti pc814 yang digunakan untuk sensor putaran motor mesin cuci, putaran kanan dan kiri akan terbaca oleh micom namun apabila diganti dengan pc817 maka micom akan membaca bahwa motor hanya berputar satu arah dengan jeda lama, kami pernah mencobanya dan tidak terjadi error.
Lain halnya dengan Modul mesin cuci samsung pintu depan yang pernah kami kerjakan pc814 untuk sensor listrik, kami menggantinya dengan pc817 memang hasilnya tidak muncul kode error akan tetapi semua sistem tidak berjalan baik solenoid, pompa, dinamo motor semua tidak kerja.

Demikian bahasan kami kali ini apabila ada hal yang kurang tepat kami minta maaf karena keterbatasan pengalaman dan ilmu kami dan semoga bermanfaat.




Share:

MESIN CUCI LG MATI KETIKA ISI AIR #INVERTER

Pada kesempatan kali ini kami bahas mengenai mesin cuci LG top loading inverter dengan kerusakan pada power suplai dan pada saat solenoid mulai bekerja tiba-tiba mati (off). Kerusakan awalnya adalah mati total, ic power suplai yang digunakan adalah kode TOP243 tipe berdiri sehingga bisa dipasang pendingin (heat sink).
Pengecekan dimulai dari bagian skunder power suplai pada kaki-kaki elko, hasilnya tidak ada yang konslet (short), kemungkinan besar hanya ic power suplai yang rusak. Mesin cuci tipe ini menggunakan saklar push-on (hubung pada saat ditekan) yang dihubungkan dengan resistor 3 watt ukuran kisaran 100 ohm sampai 220 ohm untuk start power suplai, setelah posisi 'on' saklar diambil alih oleh relai dan relai akan terputus pada saat tombol 'power' ditekan. Setelah penggantian ic power suplai, modul sudah bisa menyala normal. Setelah dicoba ternyata masih ada masalah lain yaitu pada saat solenoid bekerja (pengisian air) tiba-tiba sistem mati total.

Asumsi kami adalah solenoid bermasalah, setelah pengecekan ternyata solenoid menggunakan tegangan 12V jadi pada saat solenoid mulai bekerja tegangan 12V menjadi drop dan power suplai terprotek. Solusinya daripada susah payah mencari solenoid tegangan 12V yang belum tentu ada di pasaran dan mungkin di service center juga mahal kita bisa melakukan modifikasi solenoid diganti dengan solenoid tegangan 220V yang sangat mudah didapat di pasaran. Sebelum modifikasi dilakukan sebaiknya coba jalur solenoid diberi beban kipas angin komputer kalau modul masih mati berarti power suplai masih bermasalah.
Modifikasi Solenoid
Keterangan gambar: RL = relai, SL = solenoid

Dari gambar di atas, sparepart yang kita butuhkan adalah dua buah relai 12V dan satu buah solenoid 220AC dua jalur. Kami sudah membuktikan cara ini bisa dipakai dan hasilnya memuaskan. Yang perlu diperhatikan adalah pada pemilihan relai, cari relai yang bagus. Perhatikan pula pin kaki-kakinya, paling mudah relai yang kakinya empat. Bila pemasangan kabel relai salah modul bisa rusak terbakar. 

Perkiraan kami, pada tahun-tahun mendatang kelihatannya kita akan dihadapkan pada hal-hal yang semakin sulit karena keterbatasan sparepart untuk produk-produk terbaru karena di pasaran belum ada sementara di sisi lain service center tidak melayani pembelian sparepart, kami biasa menyebutnya 'monopoli' karena teknisi di luar service center akan semakin kesulitan mendapatkan suku cadang. Ada hal lain lagi yaitu teknologi 'plug and play' teknologi microchip yang tidak bisa diperbaiki, teknologi sekali pakai, akibatnya semua hal didominasi oleh service center pabrikan. Kami hanya berhayal bahwa banyak produk akan jadi barang rongsokan ketika pihak pabrikan berhenti memproduksi sparepartnya (discontinu) yang sudah terjadi adalah pada produk tabung CRT tv, plasma tv dan lain sebagainya. Demikian juga teknologi otomotif (mobil dan motor) bisa kita bayangkan andaikan umur ECU/ECM (Engine Control Unit atau Engine Control Module) kendaraan hanya dibatasi 10 tahun sementara pabrikan sudah tidak memproduksi suku cadang akan ada banyak rongsokan dimana-mana tetapi bagi teknisi ataupun engineer yang kreatif akan berpikir 'bisakah dimodifikasi'.

Memang dari sisi energi yang dibutuhkan pada saat operasional, sistem inverter bisa dibilang lebih irit tetapi dari sisi produksi noninverter biayanya lebih murah, sehingga harga produk lebih terjangkau oleh konsumen terutama di negara miskin dan berkembang. Bila kita memperhatikan barang-barang baru ternyata produk noninverter masih banyak diproduksi.

Kembali ke masalah relai, ada banyak ragam relai yang dijual dipasaran tergantung kebutuhan kita. Dalam pemilihan relai yang perlu kita perhatikan adalah tegangan kerja, beban yang digunakan dan posisi pin kaki-kakinya. Relai yang sering kami temui adalah sebagai berikut:

  1. Relai 5V, tegangan kerja 5V digunakan untuk beban rendah
  2. Relai 12V, tegangan kerja 12V contoh penggunaan pada modul mesin cuci, modul ac, modul kulkas , UPS 1 battery dan lain sebagainya
  3. Relai 24V, tegangan kerja 24V contoh penggunaan pada las listrik, UPS 2 battery seri.
  4. Relai 110V, tegangan kerja 110V contoh penggunaan pada las listrik untuk soft start
  5. Relai 220V, tegangan kerja 220VAC contoh penggunaan pada motor listrik, AC 2 PK keatas.
Cara cek pin kaki lilitannya, ukur dengan multitester pada skala x10 ohm dimana yang hubung sedikit itulah kaki lilitannya atau biasanya ada gambar di bodi relai. Kemudian menentukan NO-NC-nya, NO adalah singkatan dari Normal Open dimana kontaktor pada posisi relai "off" adalah terbuka/tidak hubung dan pada posisi relai "on" akan tertutup/hubung. NC adalah singkatan dari Normal Close dimana kontaktor pada posisi relai "off" adalah tertutup/hubung dan pada posisi relai "on" akan terbuka/tidak hubung.

Demikian bahasan kami kali ini semoga bermanfaat, maaf bila ada hal-hal yang kurang tepat dan apabila ada hal yang perlu ditanyakan silakan tinggalkan komentar di kolom komentar.


Share:

DAFTAR ENTRY

STAT

FRIENDSHIP

PUSAT BANTUAN

Butuh bantuan kami, klik KONTAK atau LOKASI di menu atas. "BENGKEL KAMI" Silakan kirim modul mainboard ke tempat kami

NEW COMMENTS