DISPENSER MATI TOTAL DAN POMPA TIDAK BISA BERHENTI

Kiranya baru kali ini kami mengulas mengenai modul dispenser. Dispenser yang menggunakan modul kontrol biasanya yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi cool (dingin) dan hot (panas). Secara garis besar ada dua jenis modul dispenser, pertama yang hanya untuk mengatur pendinginan air sementara yang kontrol panas hanya memakai thermostat jengkol. Kedua modul yang mengontrol pendinginan air, pemanasan air ataupun pengisian air. Sistem modul sesuai dengan merek dan modelnya. 

Disini kami hanya membahas salah satu tipe modul saja yaitu yang menggunakan pompa untuk mengisi tangki dispenser yang berarti galon air berada di bawah ataupun bisa di atas dan di bawah.  Setiap merek dan tipe mungkin mempunyai sistem yang berbeda pula. Bagian-bagian terpenting yang mempengaruhi kinerja dispenser tipe ini adalah sebagai berikut:
1. Modul kontrol
2. Thermistor tangki dingin
3. Thermistor tangki panas
4. Thermostat tangki dingin
5. Thermostat tangki panas
6. Saklar on-off
7. Pompa air 12VDC
8. Sensor Reed (transduser ketinggian air)

Modul kontrol, terdiri dari power suplai baik memakai trafo konvensional ataupun ac-matic, ic kontrol yang memberikan perintah dan membaca sensor.

Thermistor, yang merupakan alat atau sensor pengukur suhu biasanya diletakan menempel pada tangki dingin maupun tangki panas.

Thermostat, ada dua thermostat yang digunakan yaitu untuk kontrol dingin dan panas. Thermostat dingin untuk mengontrol kerja kompresor, pada saat suhu tangki dingin sudah mencapai setingan suhu maka kontaktor thermostat akan terbuka (open) sehingga kompresor berhenti bekerja. Thermostat kontrol panas untuk mengontrol suhu tangki panas sehingga pada saat suhu air mencapai 100 derajat celcius atau mendidih maka kontaktor akan terbuka (open) sehingga elemen pemanas akan berhenti bekerja.

Saklar on-off, saklar yang digunakan umumnya ada dua atau tiga yaitu power on-off, hot dan cool.

Pompa air, pompa ini menggunakan tegangan 12VDC dimana switch on-off-nya ada yang menggunakan relai ada juga yang transistor semisal TIP122 atau tipe npn lainnya.

Sensor Reed, bentuk aslinya biasanya tabung kaca kecil dengan dua pin di kedua ujungnya dan di dalamnya adalah kontaktor, sensor ini sistem kerjanya adalah kontaktor di dalam tabung kaca akan hubung (close) bila berada di medan magnet. Sensor ini sering dipakai pada mesin cuci otomatis pintu atas, kipas angin blower, water heater dan lain-lain.

Berikut ini kami sertakan gambar salah satu dispenser dengan kerusakan mati total.
kontrol dispenser
Modul Kontrol Dispenser
Modul ini menggunakan ic power suplai dengan kode AP8022, padahal di pasaran daerah kami ic tersebut tidak tersedia. Setelah membuka dan membaca datasheetnya ternyata ic tersebut sama persis dengan Viper12A atau Viper22A, oleh karena daya (watt) yang dibutuhkan cukup besar maka kami pilih menggunakan Viper22A. Dan hasilnya memang memuaskan.

sensor ketinggian air
Sensor Reed
Setelah dispenser bisa menyala dan langsung memompa air ternyata setelah tangki air penuh pompa tidak bisa berhenti. Dugaan kami sensor ketinggian air yang bermasalah, sensor ini menggunakan sensor reed. Untuk mengukurnya kita bisa membuka penutup atau cover bagian atas dispenser, jangan lupa putuskan dulu koneksi listriknya. Cabut soket kabel sensor di modulnya kemudian hubungkan jarum multimeter ke masing-masing kabel pada skala 10x selanjutnya naikkan pelampung sensor sampai batas atas bila hasilnya jarum tester sama sekali tidak bergerak maka sudah bisa dipastikan sensor reed mati. Itulah yang kami dapati ternyata sensor reed sudah tidak hubung sama sekali.

Kami belum pernah membeli sensor dispenser seperti itu, dipasaran online harga kisaran 40 ribu sampai 80 ribuan. Namun bagi sobat-sobat yang ingin mengakalinya bisa dilakukan dengan mengganti sensor reed-nya saja dengan bekas atau baru harga paling murah kisaran 3 ribu rupiah di pasaran online. Caranya adalah lepas dulu dudukan sensor kemudian potong sedikit bagian ulir sekiranya kita bisa menjepit bagian semen pengecor sensor reed dengan tang cucut. Selanjutnya putar arah kiri atau kanan bagian semen dengan tang cucut sambil ditarik arah keluar, hati-hati jangan sampai patah atau pecah. Hasilnya seperti gambar di atas.

Sensor reed letaknya di bawah sehingga kita potong tengah-tengah coran semen, akan tampak dua kabel dan kita solder pin sensor reed pada kabel tersebut, kita bisa membungkusnya dengan semen putih atau lainnya yang mempunyai fungsi sama, kami hanya menggunakan isolasi kerut. Setelah semua beres kemudian kita masukkan kembali ke lubang sensor kemudian tutup bagian atasnya dengan lem bakar. Kalau kita tidak mau ribet lebih baik ganti saja dengan yang baru.

Demikian ulasan kami, maaf bila ada hal yang salah atau kurang tepat dan semoga ulasan kami bisa bermanfaat bagi kami dan sobat-sobat.

Share:

AC SAMSUNG LED TIMER KEDIP-KEDIP

Saatnya buat tulisan lagi, apa kabar Sobat-sobat, semoga sehat segalanya.
Pada kesempatan kali ini kita belajar sedikit tentang ac split samsung yaitu kondisi led timer kedip-kedip cepat yang pada umumnya terjadi setelah beberapa detik setelah posisi "on" ataupun sebelum on/standby. Kami upload gambar modulnya seperti di bawah ini masih terasa jelas meskipun dikompres.
Modul AC Samsung
Bagian power suplai terpisah dengan bagian micom, tegangan output power suplai adalah 5V untuk micom dan 12V untuk relai outdoor dan motor swing. Untuk kontrol kecepatan fan indoor memakai SSR (Solid State Relay).

Mari kita bahas modul ini.
Errornya adalah setelah beberapa detik kerja kemudian led timer kedip - kedip cepat.
Ada empat bagian sensor yang harus diperhatikan.

1. Thermis, ada dua buah themis pipa dan thermis ruang
2. Sensor tegangan/arus listrik
3. Sensor putaran motor (De Effecto Hall)

Kerusakan pada thermis biasanya led timer kedip - kedip cepat pada posisi standby, kerusakan pada sensor tegangan atau arus biasanya motor fan indoor tidak akan berputar, kerusakan pada sensor motor fan indoor biasanya kedip - kedipnya muncul setelah motor berputar. Kalau melihat gejalanya kemungkinan besar kerusakan pada sensor motor fan indoor atau jalurnya sampai ke micom.

Sensor Motor dan Arus
Pada gambar diatas:
Lingkaran nomor 4 adalah kaki photocoupler (pc) pin nomor 1 bila normal tegangan terukur adalah kisaran 2,5VDC yaitu jarum tester hitam pada pin 1 dan jarum merah pada pin nomor 2 pc. Lingkaran nomor 3 adalah kaki pc nomor 4 tegangan normalnya terukur 2,5VDC bila diukur dengan ground skunder, terhubung dengan micom. Bila kaki pc nomor 4 tersebut tidak ada tegangannya berarti resistor pull up ukuran 472 atau 4k7 bermasalah atau pin 4 dan pin 3 pc short (hubung singkat atau konslet) karena kaki nomor 3 pc adalah ground. Sehingga akan terjadi error yang mengakibatkan micom tidak akan mengeluarkan perintah atau sinyal ke SSR sehingga motor fan indoor tidak akan berputar.
Bila tegangan kaki pc nomor 4 terukur 4,5V kemungkinan pertama kaki pc nomor 3 dan 4 terjadi putus hubungan atau open, kemungkinan kedua adalah bagian primer pc bermasalah yaitu kaki pc nomor 1 dan 2 terjadi short atau open, kapasitor dekat pc short, atau ada dioda smd atau reistor smd yang putus. Bila hal ini terjadi maka micom pun tidak akan mengeluarkan sinyal ke SSR sehingga motor fan indoor tidak beputar.
Lingkaran nomor 1 adalah sinyal output dari motor fan indoor pada posisi standby tegangan terukur kisaran 1VDC dan pada saat motor bekerja akan terukur 0,5VDC. Jalur ini akan terhubung ke kaki basis transistor jenis npn. Kenyataannya ternyata pada kondisi standby terukur kisaran 0V dan pada saat motor berputar terukur 0,2VDC. Setelah pengukuran pada transistor npn smd yang kodenya tidak begitu jelas asumsi kami transistor tersebut masih normal. Berikutnya adalah mengecek sensor Hall yang berada di dalam motor, sensor ini akan membaca putaran motor yang hasilnya dikirim ke micom sehingga micom bisa mengatur kecepatan putaran motor fan indoor.
Nomor seri sensor hall-nya adalah 40E, di daerah kami sensor tersebut hanya ada 1 toko yang menjualnya meskipun serinya tidak sama itupun jaraknya sangat jauh dan harganya kisaran 15 ribu rupiah, cara yang paling gampang adalah mencari di motor bekas itupun kalau ada, bisa juga beli lewat pasar online lokal, estimasi biaya 5 ribu + 20 ribu ongkir. Paling murah bisa beli di negeri seberang harga 3 ribu dan free shipping tetapi butuh waktu 3 minggu, silakan pilih yang mana 😅😅😅😅.
Setelah penggantian sensor hall ternyata hasilnya masih sama saja, jadi lelah juga. Kalau sudah begini langsung saja ganti transistornya cari tipe transistor npn misal C945, C1815 atau tipe lainnya yang penting 'npn' dan kaki-kakinya jelas antara basis, kolektor dan emitornya. Kebetulan kami menemukan transistor bekas dengan seri C1685 kaki 1 adalah emitor, kaki tengah adalah kolektor dan kaki 3 adalah basis. Setelah penggantian dan dicoba ternyata errornya tidak muncul lagi, meskipun diukur dengan tester transistor smd aslinya kelihatan normal namun ketika dipasang kerjanya tidak normal.
Kaki kolektor ketika posisi standby tegangan terukur 0V dan pada saat motor berputar tegangan terukur kisaran 3,5V dan kaki emitornya terhubung ke ground.

Perlu diingat bahwa setiap modul akan mempunyai karakter tegangan yang berbeda sehingga data kita adalah dari hasil pengalaman kita.

Okey Sobat, kiranya cukup sekian dulu ulasan kami, maaf bila ada kesalahan dan semoga bermanfaat.

Share:

CARA PERBAIKI OTOMATIS STEAM PUMP (STIM)

Salam sejahtera Sobat-sobat.
Pada kesempatan kali ini kami membahas mengenai pompa steam atau pompa uap untuk alat cuci ac atau kendaraan dan sebagainya. Alat ini adalah penghasil tekanan yang cukup besar, besaran tekanan tergantung kapasitasnya masing - masing sesuai spesifikasi produknya. Jadi air yang masuk ke sistem ditekan (compress) sedemikian rupa sehingga sesuai hukum fluida (zat alir) cair bahwa bila fluida cair ditekan maka akan terjadi pengembunan, berbeda dengan udara dimana bila udara ditekan masih bisa mampat. Kami tidak akan membahas tentang hitungan teori fluida disini karena memang rumit, seperti kata teman-teman sebelah "dulu tidak bisa sekarang lupa" bagi yang tertarik tentang fluida bisa belajar di fakultas teknik mesin (mechanical engineering) bahkan tentang ac (air conditioner) dipelajari di sana.

Okey guys... kembali ke pembahasan.
Kita bisa bayangkan betapa susahnya pada saat service ac ternyata pompa steam (baca: stim) kita tidak otomatis mati (off) pada saat kran ditutup, pipa atau sambungan bisa jebol. Biasanya kita akan membutuhkan orang lain untuk hidup - matikan pompa steam jadi tidak bisa service sendirian, sebenarnya bagus sih untuk menambah lapangan pekerjaan untuk orang lain 😃😃😃.
Namun kendalanya pada saat tidak ada teman untuk diajak berangkat service. Ada beberapa teman yang memodifikasi pompa steamnya dengan berbagai cara yang penting hasilnya pada saat kran ditutup pompa bisa mati dan pada saat kran dibuka pompa bisa hidup. Disini kami membahas salah satu cara memodifikasi pompa steam yang aman meskipun kurang tampak rapi bila dilihat mata namun bisa sebagai alternatif.

Tidak bisa otomatis mati sendiri? Penyebabnya karena memang bukan steam otomatis atau aslinya steam otomatis tetapi sistem otomatisnya bermasalah. Dari pengalaman kami di lapangan penyebab otomatis tidak kerja karena adanya kebocoran di bagian output pompa atau di bagian pendorong pengait saklar listriknya. Berikut ini kami ambil contoh steam yang rusak otomatisnya:
kotak on-off
Kotak saklar (asli)
Gambar di atas adalah salah satu contoh kotak saklar otomatis on-off steam yang bekerja tergantung tekanan. Apabila kran dibagian penyemprot ditutup maka ada piston plastik yang akan terdorong sesuai anak panah hingga akan mengaktifkan pengait mendorong saklar pada posisi terbuka (open/off). Dan sebaliknya, apabila kran penyemprot dibuka maka sebagian besar tekanan air akan mengarah ke kran, sehingga piston plastik akan kembali ke posisi semula karena didorong oleh pegas di dalam kotak saklar tersebut yang selanjutnya saklar akan kembali hubung (close/on). Apabila terjadi kebocoran tekanan maka pada saat kran ditutup saklar bisa posisi off namun beberapa detik kemudian saklar kembali posisi on karena piston plastik terdorong oleh pegas. Hal inilah yang sangat merepotkan bila kebocoran pada seal-seal atau pada piston plastik, ada yang jual atau tidak. Jalan yang termudah yang bisa ditempuh adalah mengganti sistem kontrol on-off-nya, yang penting aman dan murah meriah.
Onderdil yang kita perlukan adalah adaptor 12V minimal 500mA (beli atau kita bisa membuatnya sendiri), relai 12V,  mur-baut kecil, switch on-off dan kabel sepanjang selang pompa steam kita.
Katup
Gun Valve
Pertama-tama kita modif bagian kran atau katup, saklar kita pasang seperti pada gambar di atas. Saklar bisa kita beli di toko onderdil elektronik pilih yang ada platnya, plat ditekuk ke arah baut. Baut kita pasang pada pengait buka-tutup kran/katup, panjang baut menyesuaikan kebutuhan yang penting pada saat pengait ditarik saklar bisa posisi close/on. Ada tiga pin pada saklar, ambil yang pada saat plat ditekan dua pin tersambung, ukur dengan multitester biar mudah kemudian solder kabel pada kedua pin tersebut.
Otomatis dengan relai
Modifikasi dengan Relai
Langkah berikutnya adalah pemasangan relai di dalam bodi pompa steam.  Kami memakai relai 12V dengan kaki kontaktor 4 baris jadi biar kuat tidak panas, hubungkan 4 pin yang sebaris seperti pada gambar, 4 kaki tepi tidak digunakan. Pasang -12v pada kaki minus relai bila telai ada lampu led di dalamnya, bila tidak ada led di dalamnya kabel 12v bisa bolak balik dalam pemasangannya. Tegangan +12V dari adaptor sambung dengan kabel menuju handle kran, kita gunakan 2 kabel yang panjangnya sama dengan panjang selang steam kita. Jalur kabel yang satunya disolder ke kaki plus relai. Pada saat pengait kran ditarik maka relai akan bekerja dan kontaktor menyambung (close) dan motor pompa steam akan bekerja. Jadi kita pakai relai supaya aman, kita tidak berhubungan dengan tegangan 220VAC. Posisi relai sebagai saklar tegangan 220.

Cara ini bisa juga dipakai pada steam yang belum ada otomatisnya, walaupun kenyataan di lapangan sudah jarang dipakai. Hanya dengan modal kira-kira 50 ribu otomatis steam sudah bisa berfungsi. Bagi yang berminat bisa coba sendiri cara di atas.

Cukup sekian dulu bahasan kami, maaf bila ada kalimat yang kurang jelas dan semoga bermanfaat.


Share:

AC PANASONIC MATI TOTAL #NONINVERTER

Salam sejahtera untuk kita semua Sobat-sobat, jumpa lagi di blog belajar dan tukar menukar pengalaman ini. Ilmu dan pengalaman kami tak seberapa banyak namun hanya itu yang bisa kami berikan untuk sobat-sobat yang ingin belajar. Untuk belajar perancangan mekanika-elektronika , kami sudah tak mampu lagi, keterbatasan waktu, biaya dan lab yang menjadi kendala, semoga teman-teman yang di lab mechatronika masih tetap semangat.

Pada kesempatan kali ini kami bahas mengenai modul ac Panasonic. Sudah sering kita dengar dari teman-teman teknisi bahwa ac merek Panasonic dan Mitsubishi yang paling sensitif, kami pun sering menemui modulnya yang agak sedikit berbeda dari yang lain. Okey frends,, meskipun tergolong jadul namun modul ini sempat bikin pusing juga, kondisi mati tidak bisa "on" padahal power suplai normal. Power suplai menggunakan trafo konvensional, tegangan output setelah dioda bridge 18V kemudian direduksi menjadi 12V menggunakan ic regulator 7812 untuk catu daya relai dan motor swings. Tegangan 5V micom direduksikan dari tegangan 12V menggunakan ic regulator 7805. 

IC micom menggunakan ic smd µPD780022A, sebelum memvonis micom-nya rusak kita harus mencari dan mengukur komponen-komponen pendukung kondisi on-start. Oleh karena itu kita membutuhkan datasheet micom tersebut. Terutama jalur resonansi dan reset. Kita bisa searching di internet dan download datasheetnya, dari datasheet kami peroleh jalur resonansi terletak pada kaki nomor 40 dan 41, kristal yang digunakan adalah 4MHz. Pin reset adalah pada kaki nomor 36.
Modul ac panasonic tidak bisa on
Modul AC Panasonic
Pada pin Xin terukur 5V dan pada pin Xout terukur 2V menurut pengalaman biasanya Xin terukur kisaran 3V sampai 3,5V dan pada Xout terukur kisaran 1V sampai 1,2V. Pada pin reset biasanya terukur sesuai ic reset misal ic 7045 akan terukur 4,5V namun pada modul panasonic ini tidak memakai ic reset tetapi memakai 3 buah transistor smd (surface mounted device) yang kodenya sudah tidak kelihatan.

Langkah selanjutnya adalah penggantian kristal 4Mhz namun hasilnya masih sama saja. Selanjutnya menelusuri jalur reset, pin reset tegangannya terukur 2V, tentunya bagi kami ini sangat aneh. Perhatikan gambar diatas sebelah kanan, jalur reset micom menuju transistor yang lingkaran tengah, tegangan dari 18V masuk ke transistor yang lingkaran atas kemudian outputnya masuk ke transistor lingkaran bawah kemudian outputnya masuk ke basis transistor lingkaran tengah. Pada transistor lingkaran tengah, emitor terhubung ke ground dan kolektornya terhubung ke kaki reset micom serta mendapat tegangan pull up dari 5V melalui resistor 10K. Asumsi kami kerusakan terjadi pada transistor tengah atau pada resistor pull up. Kami mencoba langkah by pass dengan melepas jalur ground yang terhubung ke kaki emitor. Dan hasilnya tegangan pin reset micom terukur 3,5V dan pada saat tombol on auto ditekan ternyata modul bisa hidup alias "on". Dan pengujian memakai remot pun tampak normal-normal saja.

Saatnya pengujian total:  pasang semua konektor, pasang beban pada soket motor fan indoor dan pada soket outdoor biar mudah kita gunakan bolam 5 watt atau 15 watt saja. Setelah semua beres saatnya dicoba dan hasilnya keseluruhan sistem bisa berjalan dengan normal. Dan jalur yang dilepas atau yang dipotong tadi tidak perlu dipasang lagi. Kami menggunakan bolam sebagai alat pengetesan karena terhitung praktis. Namun pengetesan jalur fan indoor harus tetap menggunakan fan indoor bila modul menggunakan sensor kecepatan motor ( De Effecto Hall ) bila tidak menggunakan sensor kecepatan motor kita bisa menggunakan bolam tetapi yang watt rendah.

Sebagai tambahan informasi, thermis pada modul jenis ini mempunyai ukuran 18 kΩ untuk thermis suhu pipa dan 13 kΩ untuk thermis suhu ruang. Kita janganlah sembarangan dalam mengganti thermis ini karena akan menyebabkan error, jadi program micom sudah disetting sedemikian rupa sehingga micom akan membaca range atau jarak pengukuran yang sudah ditentukan tadi, misal pada suhu ruang biasanya 25˚C ukuran thermis adalah 18 kΩ dan 13 kΩ maka pada saat ada proses pendinginan dalam jangka waktu tertentu maka nilai thermis akan membesar. Bila thermis diganti dengan ukuran berbeda maka outdoor akan mati-hidup dalam jangka waktu yang singkat atau bahkan sistem akan terprotek ditandai dengan lampu led timer kedip-kedip. Demikian juga bila dalam jangka waktu tertentu pendinginan tidak tercapai sesuai program micom maka akan terjadi error yang sama.

Demikian ulasan kami, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada hal-hal yang salah atau kurang tepat. Bila ada pertanyaan silahkan di kolom komentar atau lewat chat WA di momor pada gambar judul blog diatas.


Share:

MODIFIKASI POWER SUPLAI MODUL MESIN CUCI DAN AC

Apa kabar Sobat-sobat seperjuangan, sudah beberapa waktu tidak sempat buat postingan hanya ketik-ketik saja tapi belum ada yang diposting, masih sibuk di workshop sebelah 😊😊😊. Hari berganti hari rasanya semakin susah juga di service elektronik, kita selalu bersusah payah mencari sparepart yang kita butuhkan, toko-toko sparepart pun tidak menjual sparepart yang kodenya aneh-aneh karena jarang dipakai di pasaran dan jenisnya sangat beragam, di sisi lain mereka pun tidak akan menyetoknya karena perubahan sparepart yang begitu cepat dari hari ke hari kecuali sparepart yang umum di pasaran. Namun kita harus tetap semangat.

Disini kami akan bahas sedikit modifikasi power suplai unit (psu) watt kecil karena ic power suplai yang banyak ragamnya diantaranya TNY, LNK, TOP, ICE, Viper, STR, MIP dan lain sebagainya tidaklah mudah untuk mendapatkan ic-ic tersebut kecuali di kota-kota besar, bagi kita yang ada di kota kecil atau daerah terpencil sangat tergantung pada pasaran online. Untuk ic power suplai tipe terbaru terkadang belum ada di pasaran online negeri ini kita pun harus membelinya ke negeri seberang itupun kalau ada. Mengapa kita tidak memakai power suplai rakitan yang sudah ada di pasaran atau memakai trafo konvensional? Hal itu patut dipertimbangkan namun ada beberapa modul yang tidak support karena tegangan output yang bervariasi misal 5V, 12V, 15V atau 24V dan terkadang jalur antar power suplaipun terpisah misal pada beberapa modul jenis inverter. Bisa juga kita menggunakan trafo konvensional, bila tegangan yang dibutuhkan menjadi satu kesatuan sistem tidaklah masalah namun bila tegangan output terpisah itu yang menjadi masalah karena kita harus modifikasi trafo sedimikian rupa. Kami ambil contoh pada modul mesin cuci Samsung inverter, tegangan 5V dan 12V untuk suplai tegangan bagian displai dan tegangan 15V untuk suplai tegangan pada bagian inverter, sistemnya tidak menyatu karena hubungan komunikasi data antara displai dan bagian inverter melalui RX-TX memakai optocoupler.

Sebenarnya ic power suplai ada yang identik antar kode misalkan LNK500 bisa diganti dengan TOP209 atau TOP210 meskipun kita harus sesuaikan kaki-kakinya. Dalam hal ini yang perlu kita perhatikan adalah datasheet terutama pada bagian tegangan kerja, watt ouput dan data masing-masing kakinya. Di bawah ini kami sertakan gambarnya:
Pin LNK500 dan TOP209
Apa yang kami sampaikan ini pernah kami coba, yaitu pada modul ac yang memang hanya watt yang dibutuhkan rendah kisaran 5 watt. Modulnya memakai LNK500 tetapi yang kami punya hanya TOP209.

LNK500:
S = source / ground primer (pin 1,2,3,4,7)
C= control (pin 8)
D = Drain / +300VDC (pin 5)

TOP209:
Pin N/C = nonconection, dihubungkan ke source (1,2,3,6,7,8)
Modif LNK500 dengan TOP209
LNK500 vs TOP209
Gambar yang atas adalah skema di modulnya dimana yang tegangan yang masuk trafo adalah -300V dan outputnya menggunakan dioda dengan arah masuk trafo skunder, bila dibandingkan dengan gambar bawah memang ada perbedaan tetapi ternyata bisa ditukar penggunaannya kita hanya menyesuaikan pin-pin kakinya.

Kesulitan lain yang mungkin kita hadapi adalah bila output yang dibutuhkan watt-nya cukup besar misal ICE3BR4765J atau ICE2QR2280Z produksi Infineon yang dipakai pada modul mesin cuci inverter Samsung. Pada saat ini 2QR2280Z masih sulit didapat di pasaran mungkin bisa di modif dengan TNY280 itupun kalo ada di pasaran.

Kami bahas modul inverter samsung yang menggunakan 2QR2280Z sebagai tambahan pengalaman, tegangan output (skunder) ada 3 buah yaitu 5V, 12V dan 15V. Ada pertanyaan dari teman di bengkel, mengapa kita tidak pakai gacun/astello atau semacamnya? Itu pertanyaan bagus. Kami jarang menyarankan pakai gacun/astello karena agak ribet untuk mendapatkan tegangan yang stabil, dikhawatirkan ada lonjakan tegangan output yang bisa membuat micom error atau justru mati. Di sisi lain, modul ini tegangan start bagian primer adalah 110VDC, bisa atau tidak gacun/astello bekerja di tegangan tersebut? Kita bisa mengakalinya dengan membuat jalur 300VDC dengan rangkaian tersendiri, memang agak ribet.
Harga 2QR2280Z kisaran 65 ribu belum termasuk ongkos kirim dan kalau di negeri seberang kisaran 20 ribu pengiriman gratis tetapi 3 mingguan atau 1 bulan baru sampai.

Demikian ulasan kami saat ini, semoga bermanfaat dan maaf bila ada hal-hal yang salah karena kekurangan pengetahuan kami.


Share:

SOLUSI LAS LISTRIK LAMPU OC MENYALA (OVER CURENT)

Baru kali ini kami membahas mengenai las listrik kecuali di blog sebelah, bahasan berikut hanya mengenai las listrik ampare kecil saja. Kasus yang kami angkat adalah led indikator OC (over curent) menyala dan bisa dipastikan las tidak bisa berfungsi. Dugaan kami awalnya pada sensor panas (thermistor) yang bermasalah namun setelah dilakukan pengecekan ternyata thermis baik-baik saja. Ada perbedaan karakter thermis pada las merek Rhino dan Lakoni, pada las merek Rhino pada saat dingin tidak hubung (open) dan letaknya pada trafo output jadi fungsinya untuk menyensor suhu trafo, pada saat trafo output suhunya sama dengan suhu kerja thermis maka thermis akan menyambung (short) dan sistem kontrol akan memprotek kerja sistem dan lampu led OC akan menyala. Tetapi pada las merek Lakoni karakter thermisnya adalah hubung (short) bisa diukur dengan multitester, letak thermis menempel pada pendingin (heatsink) mosfet jadi bila pendingin suhunya sama dengan suhu kerja thermis maka thermis akan terbuka (open) sehingga sistem kontrol akan memprotek kerja sistem dan mengeluarkan sinyal pada lampu led OC untuk menyala.

Kami mengambil contoh sebagai bahasan topik kali ini adalah las listrik Rhino, gambar modulnya seperti di bawah ini:
modul kontrol las
Modul Las Listrik Rhino
Langkah pertama kita harus cek jalur kabel led OC, jalurnya akan menuju pada thyristor dengan kode MCR100-6 kemudian masuk ic kontrol. Jalur lainnya menuju dioda 4148 empat buah (bridge) kemudian terhubung ke trafo resonansi (lihat gambar ada tiga lingkaran yang kami hubungkan dengan garis putih). Dari pengamatan inilah seharusnya pada dioda bridge ada tegangan meskipun kecil, kenyataannya tegangannya adalah 0V dan bisa dipastikan bagian inputnya ada masalah. Jalur input trafo adalah penghubung tegangan 300VDC dan drain mosfet, bila mosfet short maka di trafo tidak terjadi induksi sehingga tidak ada tegangan di bagian output trafo. Dari analisa ini bisa disimpulkan bahwa ada masalah di mosfet, setelah dilakukan pengukuran pada mosfet ternyata ada dua buah mosfet yang sedikit short pada kaki drain (kolektor) dan kaki source (emitor). Kode mosfet adalah TSA20N50M, namun di pasaran daerah kami mosfet tersebut tidak ada. Setelah baca-baca datasheetnya mosfet tersebut mempunyai arus kerja maksimal 20 ampere dan tegangan kerja 500V. Karena belum ada mosfet yang sama maka kami mencoba pakai kode lain yang mempunyai karakteristik yang sama atau hampir sama, kami temukan pada mosfet IRFP460.

Setelah penggantian mosfet kemudian mesin las dinyalakan ternyata lampu led OC sudah tidak menyala lagi dan pada konektor output las sudah muncul tegangan 55VDC yang kemungkinan bisa disimpulkan las sudah normal namun untuk memastikannya maka harus dicoba untuk mengelas. Kami minta maaf bila hanya sebatas itu pengecekannya karena untuk menelusuri semua jalur memang agak susah, semua pcb yang double side memang bikin lelah dalam penelusuran jalurnya apalagi modul yang komplek seperti pada modul mesin cuci inverter ataupun ac inverter yang double side. Terlebih lagi pada saat pengetesan atau penggantian sparepart, butuh kerja keras dan ekstra hati-hati dalam melepasnya.

Dari hal-hal diatas bisa kami simpulkan secara garis besar dalam mengatasi error OC, yaitu:
  • Cek thermistor sesuai karakternya, tipe open atau short
  • Cek thyristor dan resistor samai ke ic kontrol
  • Cek resistor dan dioda bridge
  • Cek trafo resonansi
  • Cek Mosfet atau IGBT
  • Cek tegangan 300VDC
Dalam penggantian Mosfet, kita usahakan yang kodenya sama, bila ternyata kita tidak menemukannya maka baru kita mencari cara alternatif yaitu mencari mosfet yang karakteristiknya sama agar kerja sistem tetap seimbang. Hal penting lainnya adalah tegangan 300VDC harus stabil, amati kondisi elko besar atau kalau perlu lakukan pengukuran, bila elko lemah maka tegangan akan berkurang dan mosfet akan cepat panas atau bahkan bisa short atau jebol.

Demikian ulasan kami meskipun sedikit semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang mengalami kasus yang sama tetapi kalau ternyata solusi di atas tidak membuahkan hasil berarti ada bagian lain yang harus dicek dan diamati lebih mendalam lagi. Bisa jadi setiap merek dan tipe mempunyai bentuk pcb yang berbeda namun pada prinsipnya cara kerjanya hampir sama. Untuk las dengan daya besar memiliki struktur yang berbeda pula karena arus keluaran yang diperlukan lebih besar.



Share:

MENGATASI ERROR EA MESIN CUCI SANYO

Error atau Galat atau Kesalahan pada suatu sistem mikrokontrol pastilah akan dipengaruhi oleh banyak hal baik dari internal maupun external dan bila eror tidak diatasi maka sistem tidak akan bekerja normal bahkan sama sekali tidak berfungsi. Hal yang berperan penting adalah sensor (pengindera) ataupun tranduser (alat pungut) dan jaringan pengolah sinyalnya.

Berikut ini kami bahas mengenai mesin cuci Sanyo dengan kode eror EA yang kerusakannya pada bagian pengolah sinyal. Maaf, kami belum tahu pasti mengapa kodenya EA, kami hanya mengambil kesimpulan bahwa EA adalah eror yang dideteksi pertama kali oleh sistem yaitu sensor yang mengontrol keadaan air. Dalam postingan di blog sebelah pernah kami bahas eror EA pada mesin cuci sanyo tetapi hanya pada power suplainya saja (EA= Error Amplifier, eror penguat daya dan sinyal). Pada merek lain bisa jadi kodenya juga beda misal 1E, E1, IE atau kode lain misal pada merek Polytron kodenya 4 digit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga muncul kode EA adalah:

  1. Pasokan air masuk sangat kecil/lambat sehingga micom mendeteksi dalam jangka waktu kurang lebih 2 menit tidak ada perubahan tekanan air di dalam drum mesin cuci. Kemungkinan yang terjadi adalah tekanan air di kran air rendah (aliran air kecil), filter di dalam solenoid tersumbat kotoran.
  2. Water Level (WL) rusak pada bagian lilitan, magnet, membran, pegas ataupun konektornya.
  3. Jalur kabel dari WL ke modul ada yang putus.
  4. IC penguat sinyal WL yaitu TC4069UBP atau semacamnya rusak
  5. Sparepart atau onderdil yang berhubungan dengan ic penguat ada yang rusak.
  6. Jalur Ground atau 5V ke ic penguat sinyal ada yang putus.
  7. Micom rusak pada jalur dari ic penguat sinyal WL.
Langkah-langkah perbaikannya adalah cek dari ke tujuh point diatas. Berikut kami sertakan skema rangkaian penguat sinyal WL.
TC4069UBP
IC TC4069UBP
SKEMA PENGUAT SINYAL WL
SKEMA PENGONTROL WL TOP LOADING
Skema sederhana diatas dipakai di merek Sanyo (atas) dan Sharp (bawah), beda merek mungkin berbeda pula sistem yang digunakan ic yang digunakan mungkin juga berbeda. Adapula tipe yang menggunakan ukuran resistor 563 (56k) atau 472 (4k7) bukan 473 (47k) semua tergantung sistem logic yang digunakan dalam micom. IC TC4069UBP bisa juga digunakan yang kaki 1 sampai 6. Apabila ada kerusakan pada resistor maupun kapasitor, kita harus mengganti nilanya dengan ukuran yang sama karena apabila tidak sama akan mengakibatkan adanya perbedaan tingkat ketinggian air saat pencucian, bisa lebih tingi atau lebih rendah tergantung nila resistor dan kapasitor. Yang menyulitkan adalah bila ic yang digunakan adalah jenis smd (suface mount device) harus ekstra hati-hati mengerjakannya dan bila jenis smd tidak ada di pasaran maka bisa kita ganti dengan jenis biasa (dip) setiap kakinya harus di jumper dengan kabel.

Mesin cuci produk negeri sakura biasanya memakai water level dua pin tetapi untuk produk keluaran baru ada yang memakai water level dengan tiga pin. Mesin cuci produksi keluaran korea biasanya memakai water level dengan tiga pin kalau yang produksi sudah lawas ada yang memakai water level switch putar. Sedangkan untuk produk eropa kami belum mengamati dengan seksama. Perbedaan yang sangat menyolok adalah pada tipe front loading electroluk dan beberapa merek lain, memakai water level kontaktor bukan menggunakan lilitan, sehingga level air hanya mempunyai dua ukuran yaitu saat pencucian dan pembilasan. Berbeda dengan yang memakai sistem lilitan level air bisa diatur oleh mikom menyesuaikan berat beban pencucian dan penyesuaian pada saat pembilasan yang biasanya kapasitas air lebih banyak.


Ada hal yang agak membingungkan pada saat water level setengah error, yang pernah kami temui adalah pada saat pencucian prosesnya tampak baik-baik saja namun setelah air terbuang pada saat proses spin ternyata sistem berhenti padahal bila digunakan pada program spin saja tidak terjadi error.

Demikian ulasan kami semoga bermanfaat dan maaf bila ada hal yang salah karena keterbatasan kami dan apabila ada pengalaman terbaru yang berkenaan dengan error tersebut akan kami tulis dalam ulasan ini.


Share:

AC POLYTRON ERROR E3 #FLOOR STANDING

Salam untuk sobat-sobat teknisi di manapun berada, kali ini kami akan bahas salah satu error pada ac polytron floor standing dengan kode error E3. Mungkin bagi para master error tersebut adalah hal yang sepele, namun bagi teman-teman yang baru saja di dunia pendingin cukup merepotkan juga terlebih bagi kita yang belajarnya tanpa guru, gurunya hanya situs-situs di internet, mungkin tulisan ini bisa sedikit membantu.

Power suplai ac ini menggunakan trafo (transformator) stepdown konvensional dengan keluaran tegangan output sebesar 12VAC, kemudian rangkaian adaptor 12VDC untuk catu daya relai dan motor swing, dan tegangan 5VDC dihasilkan dari 12VDC yang diturunkan menggunakan IC 7805 untuk catu daya micom.

Kode error ditunjukkan pada layar displai pada angka digital temperatur ruangan (room temp), error E3 langsung muncul begitu ac dihidupkan atau ditekan tombol on-off. Perlu diketahui bahwa error yang munculnya sebelum proses sistem berjalan biasanya berhubungan dengan tranduser atau sensor yang digunakan untuk mendeteksi hal-hal yang sangat penting, tidak hanya di ac tetapi di modul-modul lainnya juga semisal mesin cuci dan kulkas. Pertama-tama kita cek thermistornya, ganti dengan ukuran yang sesuai bila error masih sama saja berarti bukan thermistornya. Setelah kami ganti ternyata error masih sama saja. Selanjutnya kita cek sensor yang lain yaitu sensor arus atau tegangan, kalau pada ac split biasa, sensor arus bila tidak normal maka motor fan indoor tidak akan bekerja.
polytron floor standing
Modul AC Polytron
Pengecekan selanjutnya pada bagian sensor arus, seperti pada modul-modul yang lain bagian ini terdiri dari Resistor, dioda dan photocoupler, kalau pada ac fujiaire yang telah kami bahas pada postingan yang lalu error-nya adalah E7, jalur yang disensor adalah jalur N (neutral) namun di Polytron yang disensor adalah jalur L (line). Pada ac polytron ini, kompresor menggunakan listrik 3 fase (R-S-T-N) sehingga sudah pasti menggunakan kontaktor, dan bagian indoor menggunakan jalur 1 fase (L-N). Di bagian outdoor jalur L harus sama dengan jalur L pada indoor biar gampang diingat, jalur L bisa diambil dari jalur R, S atau T. Dalam pemasangannya jalur L diambil dari T, nah dari jalur T ini ada jalur kabel masuk ke sensor tekanan freon yang terhubung dengan pipa. Ada 2 buah sensor tekanan freon yang pengabelannya dirangkai secara 'seri' bukan paralel. Kabel dari jalur menuju ke indoor kemudian masuk ke modul ke bagian sensor arus.

Pengukuran tegangan pada kabel sensor tekanan di modul tidak ada tegangan sama sekali seharusnya kalau diukur terhadap N seharusnya terukur 220VAC, namun pada bagian outdoor jalur masuk sensor tekanan ada tegangan 220VAC, analisanya sensor tekanan rusak atau freon-nya habis sehingga tidak bisa menekan switch dalam sensor tekanan. Langkah berikutnya cabut semua soket konektor pada sensor tekanan kemudian ukur kedua pin-nya dengan multitester kalau menyambung berarti masih normal. Yang kami dapatkan ternyata salah satu sensor tekanannya tidak menyambung atau 'open'. Selanjutnya salah satu sensor tidak kami pakai jadi hanya memakai sati sensor tekanan saja dan hasilnya error E3 tidak muncul lagi.
pressure vessel
Sensor Tekanan Refrigeran
Kesimpulannya:
  • Cek jalur kabel ada yang putus atau tidak
  • Cek sensor tekanan freon
  • Cek bagian pengolah sinyal (R, dioda, photocoupler)
Dalam dunia perancangan, bagi kami, sangatlah rumit dalam hitungan matematikanya terutama yang berhubungan dengan fluida (zat alir) misal freon, perpindahan panas/kalor (heat transfer) atau perpindahan energi, dan pengaturan yang melibatkan sensor atau tranduser (alat pungut). Tetapi setelah sekian lama tidak menggunakan teori-teori mengenai hal-hal tersebut membuat kami 'dilupakan' bahwa dulu pernah mempelajarinya di bangku kuliah. Produk teknologi apapun yang kita pakai yang mengikuti standar ISO sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa yang sudah mempertimbangkan faktor umur dan faktor keamanan. Produk teknologi sebenarnya sudah ditentukan usia pemakaiannya misal jangka waktu 5 tahun sampai 10 tahun, namun di tangan teknisi hal tersebut bisa sangat berbeda usia pakai yang seharusnya 5 tahun bisa menjadi atau dipaksa menjadi 15 tahunan😃😃😃. Namun demikian jangan menyepelekan "faktor keamanan" (safety factor) dari pabriknya sudah didesain sedemikian rupa namun bila keamanannya dibuat lebih baik tidaklah menjadi masalah namun bila tingkat keamanannya berkurang akan berakibat fatal.

Kiranya cukup sekian dulu ulasan sederhana kami, maaf bila ada hal-hal yang salah dan semoga bermanfat.

Share:

KODE ERROR KULKAS LG #REFRIGERATOR

Seperti yang pernah kami singgung sebelumnya pada postingan yang telah lalu, kali ini kami akan membahas sedikit mengenai kode error kulkas LG setidaknya hal ni sebagai catatan pegangan kami untuk berperang di medan tempur kalau sobat-sobat menilai ada hal-hal yang salah mohon koreksinya. Untuk mempunyai solusi yang tepat sebenarnya langkah yang tepat adalah membongkar total kulkasnya tetapi kulkas siapa yang boleh dipreteli?😃😃😃

Kode error atau kesalahan atau galat adalah sinyal dari micom yang ditampilkan sebagai huruf pada panel kontrol digital. Kesalahan yang ditampilkan akan berbeda pada beberapa unit tergantung pada modelnya. Kesalahan paling umum akan muncul dimulai dengan "ER", "E" atau "r".

Kode kesalahan kulkas LG
Jenis Kode Error Kulkas LG
1. Error OFF

Kulkas LG dilengkapi dengan MODE DEMO atau MODE DISPLAY. Fitur ini menonaktifkan semua pendinginan di bagian kulkas dan freezer untuk menghemat energi saat tidak digunakan terutama pada saat dipajang di toko penjualan. Ketika DEMO MODE diaktifkan, tulisan OFF akan muncul di panel displai.

Untuk menonaktifkan DEMO / DISPLAY MODE adalah dengan pintu lemari es pada posisi terbuka, tekan dan tahan tombol REFRIGERATOR dan ICE PLUS secara bersamaan selama lima detik. Setelah menahan tombol selama lima detik, panel kontrol akan berbunyi dan pengaturan suhu akan ditampilkan untuk mengkonfirmasi bahwa MODE DEMO dinonaktifkan.

2. Error IS atau 1S atau 15

IS atau 1S, kode kesalahan ini menunjukkan masalah yang berhubungan dengan motor kipas pembuat es atau putusnya jalur sensor pada pembuat es.
Cek apakah kipas pembuat es bekerja atau tidak, cek mungkin ada sesuatu atau benda yang menghalangi putaran kipas, cek jalur udara dari dan ke kipas, cek bagian driver kipas di modul.

3.Error 22

Kode kesalahan 22 menunjukkan masalah yang berhubungan dengan kinerja relai kompresor. Cek kompresor coba dilangsungkan ke listrik bila kompresor noninverter, cek relai kontaktor di modul, cek bagian sinyal dari micom dan bagian driver relai kontaktor jalur kompresor.

4. Error 67

Kode kesalahan 67 menunjukkan adanya masalah dengan celah di pintu atau benda di dalam lemari es yang membatasi pintu agar tidak menutup dengan benar. Cek pula switch pintu atau sensor pintu, cek jalurnya sampai ke modul sampai ke micom.

5. Error ErCF

Kode kesalahan CF menunjukkan bahwa sinyal umpan balik kurang dari 65 detik selama operasi kipas kondensor. Kipas di bagian belakang, bagian bawah kulkas yang mengeluarkan panas dari kondensor dan mengarahkan angin pada kompresor. Cek kipas, cek jalur kabel sampai ke modul, cek sinyal dan driver jalur kipas di modul.

6. Error ErCO

Kode kesalahan CO pada layar kulkas menunjukkan kesalahan komunikasi antara mainboard kontrol dan tampilan atau displai. Cek jalur kabel antar dua board terutama jalur power suplai displai, jalur RX-TX atau SDA-SCL.

7. Error FdH, ErdH, rdH

Kode kesalahan dH menunjukkan bahwa unit menghabiskan lebih dari 1 jam mencoba mencairkan es. Selama defrost; unit akan meningkatkan suhu pada evaporator ke suhu preset, suhu standar di dalam program micom. Jika suhu ini tidak tercapai dalam 1 jam, kode kesalahan dH akan ditampilkan.
Solusi pabrik: Cabut listrik lemari es selama 2 menit untuk mereset unit dan biarkan sistem mencairkan es kembali. Kalau masih error maka cek heater dan jalurnya sampai ke modul, cek relai heater, cek bagian driver relai. Cek juga thermistor atau sensor suhu di dalam kulkas dan dibagian pipa, cek jalurnya sampai ke modul dan micom.

8. Error FdS, ErdS, rdS

Kode kesalahan dS menunjukkan bahwa thermistor atau jalurnya hubung pendek (short) ataupun terputusnya (open) thermistor pencairan bunga es (defrost). FdS menunjukkan masalah dengan sensor pencairan (defrost) di dalam freezer dan rdS menunjukkan adanya masalah dengan sensor pencairan kulkas (refrigerator).

9. Error FF

Kode kesalahan FF menunjukkan bahwa micom telah mendeteksi adanya masalah dengan kipas freezer. Ini kadang-kadang bisa disebabkan oleh penumpukan es sehingga menghambat putaran kipas, ketika kipas terhambat maka micom akan menghentikan sinyal drive. Cek kipas dan kabelnya sampai ke modul, cek tegangan suplai dan bagian driver.

10. Error FS

Kode kesalahan FS menunjukkan hubung pendek (short) atau terputusnya (open) sensor freezer atau jalurnya sampai ke micom.


11. Error gF

Kode kesalahan gF menunjukkan kesalahan sensor aliran atau tekanan air rendah. Jika pembuat es terlalu penuh dengan air, sensor aliran yang menentukan berapa banyak air yang mengalir ke pembuat es mungkin tidak berfungsi. Jika tekanan air rendah, naikkan tekanan air dengan menambahkan air.
Cek sensor tekanan air dan cek pompa bila pengatur aliran air adalah pompa. Cek sensor aliran air (flow meter). Cek jalur kabel sampai ke modul dan cek jalur di bagian modul.

12. Error HS

Kode kesalahan HS menunjukkan adanya hubung pendek (short) atau terputusnya (open) sensor kelembaban. Untuk sensor ini kami belum punya datanya.

13. Error IF, F1

Kode kesalahan IF atau F1 menunjukkan bahwa kulkas telah mendeteksi masalah dengan kipas pembuat es kulkas. Ini kadang-kadang dapat terjadi ketika es atau penumpukan es terjadi di sekitar kipas pembuat es. Penumpukan es dapat terjadi jika pintu pada unit tidak selaras dengan benar. Selain itu cek jalur sensor kipas sampai ke modul.

14. Error It

Kode kesalahan It menunjukkan cacat pada icemaker, kesalahan sistem di dalam pembuat es periksa  dengan self-test pembuat es, periksa rangkaian pembuat es.

15. Error rF

Kode kesalahan rF menunjukkan kelainan (abnormal) pada motor kipas kulkas (refrigerator), cek kabel kipas sampai ke modul, cek motor atau ganti dengan yang sesuai.

16. Error rS

Kode kesalahan rS menunjukkan hubungan pendek (short) atau terputusnya (open) sensor kulkas. Cek thermis dan jalurnya sampai ke modul.

17. Error rT

Kode kesalahan rT menunjukkan sensor suhu ruang yang hubung singkat (short) atau terbuka (open). Cek thermis dan jalurnya sampai ke modul.

18. Error SS

Kode kesalahan SS menunjukkan sensor suhu ruang penyimpanan (pantry) yang hubung singkat (short) atau terbuka (open). Cek thermis dan jalurnya sampai ke modul.

19. Error Ad, dL, dr

Kode kesalahan Ad ditampilkan ketika motor pintu tidak berpindah ke posisi maksimum atau posisi bakunya dalam 5 detik. Cek kerapatan pintu dan sensor pintu bila ada dan jalurnya sampai ke modul.

20. Error AS, L AS, atau r AS

Kode kesalahan ini ditampilkan ketika motor pintu otomatis beroperasi dan saklar (saklar biasa atau saklar magnet (Reed)) berada dalam kondisi terbuka. Cek switch atau sensor reed dan jalurnya sampai ke modul.

21. Error C1

Kode kesalahan C1 menunjukkan kesalahan komunikasi antara mikom layar LCD dan micom mainboard. Cek jalur komunikasi data yaitu SDA dan SCL.

22. Error Od

Od menunjukkan Modem WIFI atau kesalahan komunikasi antara micom layar LCD dan modem WiFi.

Berikut ini kami lampirkan juga tabel error kulkas LG dengan model yang lain:
error pada kulkas lg
Tabel Error Kulkas LG
Demikian bahasan yang bisa kami sampaikan, maaf bila ada yang kurang jelas karena kami belum pernah menjumpai error secara keseluruhan sehingga sebagian hanya analisa kami dan sebagai catatan dalam pengerjaan di lapangan. Apabila kami menemukan pengalaman yang baru dalam menyelesaikan kulkas LG maka akan kami update dalam postingan ini. Semoga bermanfaat.


Share:

KULKAS LG ERROR ErCF #NONINVERTER

Okey, jumpa lagi Sobat setia modul😊😊😊, tiada hari tanpa modul tetapi bagi kami memang menyenangkan dan bikin penasaran bila ada hal-hal baru yang berkaitan dengan elektronik meskipun kemampuan kami hanya sebatas perbaikan bukan perancang, namun kami juga sempat 'down' ketika muncul modul-modul rumit sebagaimana pada jenis elektronik rumah tangga yang namanya 'televisi'. Kami tidak mampu berbuat banyak pada modul televisi pada bagian mainboard, T-con dan panel, inverter back light ataupun inverter plasma.

Kembali ke modul, bahasan kami kali ini adalah kulkas LG dengan sistem kontrol modul tetapi bukan inverter dimana error-nya adalah ErCF, disini hanya akan kami bahas sebatas penanganan error tersebut dan untuk error yang lain akan kami bahas pada bahasan berikutnya. 
Langkah pertama adalah mencari data yang berhubungan dengan error tersebut yang telah disediakan situs resminya, di sana dijelaskan bahwa ErCF adalah Error Condensor Fan dimana micom mendeteksi bahwa Fan atau kipas yang menarik panas dari kondensor dan semburannya mengarah pada kompresor dalam kondisi mati atau tidak kerja dalam waktu 65 detik setelah sinyal drive diumpankan ke bagian driver kipas.
eror modul kulkas LG
Modul Kulkas LG
Saatnya beroperasi, buka penutup di bagian belakang bawah kulkanya, ternyata kipasnya berhenti, tidak kerja sama sekali dan kabelnya sudah bekas sambungan dengan dibungkus isolasi hitam kemungkinan sudah dikerjakan teknisi lain tetapi belum jadi. Kipas menggunakan tegangan kerja 13V, yang agak merepotkan adalah kabel dari modul yang menuju kipas ada perbedaan warna dengan kabel yang di kipasnya. Pengecekan di modul, bagian driver kipas terdiri dari 2 transistor sebagai switch on-off kipas, sinyal dari micom kami asumsikan normal karena output tegangan juga normal yaitu 13VDC. Pengecekan jalur kabel, cabut soket di modul dan soket kipas yang terletak di bawah di dekat kompresor atau putus saja kabel ke kipas agar mudah mengukurnya sisakan kabel agak panjang agar mudah menyambungnya lagi. Bila kabel multitester tidak cukup panjangnya maka sambung kabel multitester dengan kabel biasa, bila ujung probe multester terlalu besar untuk menjangkau pin soket di modul kita gunakan jarum atau kawat pin kaki resistor atau elko. Setelah pengukuran kami dapatkan bahwa jalur plus tegangan 13V putus-nyambung dan jalur sinyal putaran motor kipas putus, ternyata ini masalahnya. Kami belum tahu pasti penyebab kedua kabel ini bermasalah.

Pengerjaan selanjutnya, ketiga kabel yang menuju kipas kami ganti dengan kabel lain tetapi jalurnya kami lewatkan melalui bagian luar bodi kulkas, isolasi atau bungkus kabel seaman mungkin dan tempelkan pada body kulkas dengan isolasi atau dengan lem. Hal yang penting juga, dalam penyambungan kabel jangan sampai terbalik karena driver kipas di modul bisa rusak atau sensor gerak motor bisa rusak. Sensor gerak motor memakai sensor 'De Effecto Hall' seperti halnya pada beberapa dinamo motor fan indoor ac.
Saatnya pengetesan, setelah semua rangkaian kabel sudah beres maka kami coba hidupkan kulkasnya dengan memberi tegangan listrik setelah ditunggu beberapa saat tidak muncul error lagi dan kipas condensor berputar normal. Dalam menyambung kabel, sambungan kabel harus dibuat seaman mungkin kita pakai isolasi kerut rangkap dua kalau kita masih ragu bisa ditambahi isolasi biasa warna hitam.

Dalam pengerjaan di lapangan kita seharusnya punya pegangan data agar lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi, namun kenyataannya tidak semua produsen elektronik mengeluarkan data terkait dengan produk yang mereka jual di pasaran. Sehingga bagi sobat-sobat teknisi alangkah baiknya punya catatan khusus mengenai troble shooting untuk setiap merek dan tipe elektronik yang kita kerjakan. Kami dulu saat awal-awal mulai menekuni hobi elektronik banyak hal yang kami catat karena pada saat itu, 1998, kondisinya belum seperti saat ini, semua menjadi lebih mudah dengan adanya internet atau media komunikasi lainnya.

Pada bahasan berikutnya akan kami bahas mengenai beberapa kode error kulkas LG secara umum dan solusinya sebatas analisa karena kami belum pernah bongkar total kulkasnya baik yang tipe inverter maupun yang noninverter.

Demikian ulasan kami apabila ada hal-hal yang salah mohon dikoreksi dan semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mengalami kasus yang sama. Terima kasih bagi yang berkomentar di kolom komentar.


Share:

MESIN CUCI ELECTROLUX MATI TOTAL #TOP LOADING SERIES

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sekilas tentang mesin cuci electrolux top loading dengan gejala kerusakan mati total. Di tempat kami jarang kami temui mesin cuci jenis ini cuma beberapa saja, rata-rata dengan kerusakan yang sama yaitu pada bagian power suplainya semisal elko 450V/4,7uF bocor, melembung atau kakinya karatan sehingga putus bisa juga ic power suplai yang short ataupun open. Power suplai tidak menggunakan transformator (transformatorless) tetapi hanya menggunakan ic LNK306, di tempat kami ic jenis ini sulit didapatkan, sebenarnya di pasaran online juga ada harga sekitar 30 ribuan belum termaasuk ongkos kirim. Namun bila kita diburu waktu maka power suplainya bisa kita ganti dengan trafo konvensional atau trafo biasa.
psu electrolux mesin cuci
Modul Electrolux Top Loading
Tegangan power suplai yang dibutuhkan adalah 12VDC. Jalur plus 12V terhubung ke salah satu jalur listrik 220VAC. Dari 12V ini kemudian diturunkan menjadi 5VDC untuk catu daya micom menggunakan ic regulator 7805. Kita buat adaptor dengan menggunakan trafo CT 500 mA atau setengah ampere, kita menggunakan tegangan pada pin 6V jalur kiri CT dan 9V di jalur kanan CT sehingga setelah melalui dioda bridge (bisa dibuat dari 4 buah dioda biasa) akan dihasilkan tegangan kisaran 15VDC, tegangan 0V adalah sama dengan tegangan minus pada dioda bridge elko yang dipakai minimal tegangan kerjanya 25V misal kita bisa memakai 25v/1000uF. Atau memakai pin 9V kiri CT dan 9V kanan CT dioda yang dipakai juga dioda bridge tegangan outputnya 18VDC elko yang dipakai  25v/1000uF.
Kami tidak merekomendasikan memakai 12V kiri CT dan 12V kanan CT dan dioda hanya 2 buah sebagai jalur plus dan tegangan 0V atau jalur minusnya adalah pin CT karena bila input tegangan listrik turun drastis maka tegangan output akan kurang dari 12VDC.

Dari jalur plus dan minus inilah selanjutnya kita pasang ic regulator 7812 sehingga dihasilkan tegangan stabil 12VDC. Tegangan keluaran dari ic regulator 7812 kita pasangi lagi elko 16V/1000uF atau 25V/1000uF. Jalur keluaran ini kita sambungkan ke modul pada jalur plus dan minusnya, jangan sampai terbalik, lebih mudahnya sesuaikan dengan jalur plus dan minus elko tegangan 12V yang sudah ada di modulnya.

Kita menggunakan tegangan lebih besar dari 12VDC pada adaptornya alasannya adalah agar tegangan keluaran dari ic regulator 7812 tetap stabil 12VDC meskipun tegangan listrik naik-turun. Perlu diperhatikan juga meskipun kita bisa membuat adaptor dengan pin 6V kiri CT dengan 6V kanan CT dengan dioda bridge, atau 12V-CT-12V dengan 2 dioda (seperti yang kami tulis diatas) tanpa menggunakan ic regulator 7812 tetapi tegangan yang dihasilkan tidak stabil pada saat tegangan listrik 220VAC tidak stabil pula, ini akan berakibat kerusakan lebih parah pada bagian modul terutama pada bagian displai karena menggunakan tegangan 12V langsung dan ic micom dimungkinkan tetap aman karena sudah memakai ic regulator 7805 yang memang sudah ada di modulnya.

Sensor yang digunakan pada modul jenis ini ada 5 (lima) buah yaitu sensor pintu (switch tekan), sensor getaran (switch tekan), water level, sensor motor (dalam modul) dan sensor pompa (dalam modul). Mesin cuci ini agak beda dengan yang lain karena meskipun bukaan atas (top loading) pembuangan airnya menggunakan pompa tersendiri, bagi kami ini hal uniknya, kalau di mesin cuci toshiba pintu atas hal uniknya pada door lock dan pada sensor motornya. 
Seingat kami, mesin cuci jenis ini bila motor pompa air tidak terpasang akan terjadi error dan bila getaran mesin cuci mengakibatkan aktifnya switch sensor getaran akan timbul error "Ld" bisa juga karena posisi mesin cuci yang miring atau tidak rata.

Kerusakan pada bagian micom kami belum pernah menjumpai pada modul mesin cuci jenis ini, kerusakan yang pernah kami jumpai adalah pada power suplai dan pada bagian displainya, dimana angkanya putus-putus yang diakibatkan oleh resistor smd dengan kode body 301 atau 300ada beberapa yang terbakar. Dan kami pernah pula menjumpai kerusakan pada switch putarnya yaitu pada putaran pemilihan program proses, kebetulan kerusakan belum begitu parah yaitu saat knop diputar lampu indikator proses tidak mau berpindah atau perpindahan lampu tidak mengikuti putaran knop solusinya hanya kami bersihkan bagian dalamnya dengan cairan pembersih karat dan hasilnya bisa normal kembali.

Mesin cuci jenis ini juga memakai sistem tombol sentuh, jalur modul dihubungkan dengan pegas ke bagian sentuhnya. Ada yang kami lewatkan yaitu mencatat kode ic kontrol display dan key-nya sekilas kami hanya melihat ic smd kecil bentuknya kotak persegi (keempat sisi sama).

Demikian ulasan kami saat ini, apabila ada hal-hal yang salah dan kami mendapat datanya yang benar akan kami update sesegera mungkin. Maaf bila ada sesuatu yang kurang jelas dalam susunan kalimatnya dan semoga bermanfaat bagi sobat-sobat teknisi yang mengalami kasus yang sama.


Share:

AC ERROR E7 FUJIAIRE FLOOR STANDING

Jumpa lagi sobat-sobat, semoga selalu dalam kabar baik.
Pada kesempatan kali ini kami akan bahas mengenai ac Fujiaire 3PK dengan kode error E7 yang muncul pada saat relai jalur outdoor bekerja, kami akan bahas hal-hal yang penting yang berkenaan dengan sensor atau tranduser untuk menemukan letak errornya.
bagian-bagian modul fujiaire
Modul AC Fujiaire
1. Power Suplai

Modul ini menggunakan power suplai trafo konvensional ukuran 500mA. Listrik yang masuk ke trafo melalui sebuah ptc sebagai fuse pengaman apabila suatu saat trafo terbakar ataupun short maka ptc akan menjadi panas sehingga hambatannya menjadi besar sehingga arus yang menuju trafo akan mendekati atau menjadi nol. Output power suplai adalah tegangan 12VDC untuk menggerakkan relai, tegangan kerja micom adalah 5VDC yang diambil dari 12V yang diturunkan dengan ic regulator 7805.

2. Thermistor

Thermis seperti pada umumnya ada 2 buah yaitu thermis suhu ruang dan thermis suhu pipa evaporator, sayangnya pada saat mengerjakan modulnya kami tidak mencatat ukurannya. Dan asumsi kami bahwa thermis tersebut normal setelah diukur pakai multitester.

3. Sensor Motor

Pada modul ini tidak ada sensor motor yang digunakan.

4. Sensor Tegangan/Arus Listrik

Sensor ini terhubung ke jalur N (neutral) pada kontaktor outdoor, ac dengan daya 2 PK atau lebih harus menggunakan relai kontaktor di bagian outdoornya karena kalau tidak relai yang ada di indoor akan terbakar terlebih lagi bila bagian outdoor bermasalah. Bila relai outdoor bekerja maka kontaktor di outdoor akan bekerja dan bagian outdoor (kompressor dan kipas) akan bekerja. Di sisi lain sensor arus akan bekerja pula namun tiba-tiba muncul error E7 dan sistem protek bekerja, fan indoor pun berhenti. Pada ac jenis ini kabel yang menuju outdoor ada 4 buah yaitu L, N, Ground dan kabel sensor. Setelah dilakukan pengukuran ternyata jalur sensor ini yang bermasalah, bagian pengolah sinyal tidak bekerja sebagai mestinya. Pada gambar diatas, pada bagian input sensor terdiri dari R, Dioda dan PC817 kaki 1 dan 2, bila kaki 1 diukur terhadap kaki 2 harus ada tegangan kisaran 2VDC namun tegangan yang terukur hanya 0,2V padahal bila dicabut dan diukur semua komponen tampak normal-normal saja, kecurigaan kami pada diodanya. Setelah penggantian dioda saatnya dicoba hidupkan lagi, pada saat relai jalur outdoor bekerja dan kontaktor di outdoor bekerja tidak muncul error lagi dan tegangan di kaki 1 dan 2 pc817 sudah ada tegangan.
modul displai fujiare
Modul Displai AC Fujiaire
Setelah error tidak muncul saatnya untuk mengetes remot dan semua tombol. Ada beberapa tombol yang rusak, pada saat ditekan hambatannya tidak mencapai 0Ω. Sensor remot juga rusak, bila mengganti sensor harus hati-hati sesuaikan ketiga kaki-kakinya yaitu 5V, ground, dan Vout atau beli yang sama persis sehingga bisa langsung pasang namun bila tidak ada sensor atau receiver infra merah (IR=infra red) yang sesuai maka kita harus mengukur kaki-kakinya untuk menemukan masing-masing kakinya.
Ada beberapa tipe receiver infra red berdasarkan urutan kakinya dari arah kiri, sebagai berikut:
  • Vout, 0 (ground), Vcc
  • Vout, Vcc, 0
  • Vcc, 0, Vout
  • Vcc, Vout, 0
  • 0, Vcc, Vout
  • 0, Vout, Vcc
Dari gambaran di atas kita tidak perlu membeli semuanya, cukup satu jenis saja yang kita beli sebagai stok, nantinya dalam prakteknya di lapangan kita modifikasi kaki-kakinya dengan cara di jumper. Hal yang paling penting adalah menentukan kaki-kakinya yaitu Vcc, 0, Vout dan untuk contoh pengukurannya harus dengan gambar atau video dan untungnya kami belum punya gambar ataupun videonya 😊😊😊 karena apabila kaki ground dan kaki Vcc terbalik maka sensor IR akan rusak dan lebih parahnya jalur Vcc bisa terbakar.

Kesimpulannya: Error E7 pada ac fujiaire terjadi karena ic program atau micom (micro computer) atau micon (micro control) mendeteksi adanya masalah pada jalur outdoor yang meliputi relai jalur outdoor tidak kerja atau jalur putus pada kabel umpan balik dari kontaktor outdoor, kontaktor di outdoor bermasalah atau tegangan 12V yang menuju relai bermasalah, singkatnya jalur kabel yang menuju bagian sensor arus dijumper saja langsung ke jalur N di modul. Bagian sensor arus bermasalah pada dioda, resistor, ic pc817, atau jalur yang menuju micom. Jadi sebenarnya jalur sensor harus dihubungkan dengan jalur N, gunakan pin pada kontaktor yang input ke N dan outputnya ke sensor, 2 pin ini akan terhubung pada saat kontaktor outdoor hidup.

Demikian ulasan dari pengalaman kami, maaf bila ada kekurangan dan kesalahan dan semoga bermanfaat bila ada hal-hal yang belum jelas silakan tinggalkan komentar.


Share:

AIR COOLER, KIPAS ANGIN BLOWER MATI TOTAL

Air cooler Midea, Sharp, Sanyo, Krisbow ataupun merek lainnya sebenarnya mempunyai sistem kerja yang sama, letak perbedaannya pada sistem kontrolnya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam perbaikan air cooler atau kipas angin blower atau kipas angin embun atau sebutan yang lainnya yang maksudnya sama. Hal-hal yang harus dicek adalah sebagai berikut.

1. Power Suplai

Ketika kita membahas elektronik, apapun itu, kita tidak bisa terlepas dari bagian yang namanya power suplai atau psu (power suplay unit), secara garis besar ada 3 jenis yaitu:
  • Memakai trafo stepdown konvensional
  • Memakai ac matic.
  • Memakai paralel kapasitor-resistor. 
Jenis yang ketiga inilah yang sering digunakan untuk rangkaian sederhana seperti lampu led dirumah-rumah yang harganya murah meriah, charger baterai lampu emergensi atau raket nyamuk ataupun pada modul-modul kontrol sederhana misal pada air cooler. Salah satu jalur listrik 220 dihubungkan dengan paralel kapasitor dan resistor, ukuran tegangan output tergantung kebutuhan.
power suplai kipas blower
PSU Air Cooler
Ukuran sparepart pada gambar di atas nilainya bervariasi tergantung kebutuhan tegangan yang dibutuhkan sistem, kalau sistemnya menggunakan swing seperti pada swing ac (air conditioner) maka tegangan output power suplai adalah 12VDC kemudian direduksi atau diturunkan menjadi 5VDC dengan ic 7805 untuk catu daya micom . Andaikan kita membutuhkan tegangan 5VDC untuk air cooler maka nilainya sebagai berikut:
  • R1=R2= 100Ω (berfungsi sebagai sekering), 1 watt
  • R3= 470kΩ sampai 560kΩ, 1 watt
  • R4= 10Ω sampai 39Ω, 2 watt
  • DZ1= 5,2V, 1/2 watt
  • D1=D2=D3=D4= IN4007
  • C1= 1,2 uF, kapasitor
  • C2=C3= 25V/470uF atau lebih, elko
  • C4= 10V/470uF atau lebih, elko
  • IC= 7805
Kalo dihitung dari sisi biaya power suplai jenis ini memang murah meriah. Pada umumnya psu air cooler yang memakai psu jenis ini tidak memakai ic regulator jadi pengaman pembatas tegangan hanya mengandalkan dioda zener saja bila dioda ini putus atau pecah maka tegangan yang masuk ke sistem kontrol akan melebihi batas tegangan kerja micom yang berakibat micom terbakar atau mati sehingga ketika kami memperbaikinya maka kami akan memodifikasi power suplai tersebut seperti pada gambar diatas.
Tegangan power suplai bila tidak stabil atau drop maka sistem akan susah hidup, kadang mati sendiri, bisa hidup tapi semua led kedip-kedip dan tidak bisa dioperasikan.

2. Sensor Reed (Sensor Magnet)

Sensor ini bentuknya seperti sekering kecil, di dalamnya ada dua logam tipis akan terhubung bila di dekat magnet. Letaknya biasanya di bagian belakang dan magnetnya menempel pada bagian filter air yang bentuknya seperti sarang lebah kami biasanya menyebutnya seperti itu. Bila filter ini dilepas maka sistem akan off memang fungsinya sebagai pengaman namun sering kali sobat-sobat teknisi tidak mau ambil pusing beli sensor baru akhirnya kabel sensor disambung langsung jadi satu.

3. Sensor Level Air

Bentuk sensor ini biasanya sudah di packing sedemikian rupa sehingga kedap air. Sistem kerjanya adalah sensor reed namun magnetnya ada di dalam cincin biasanya warna putih. Cincin ini akan turun ke bawah bila airnya habis. Bila air habis maka bila tombol evaporasi atau istilah lainnya ditekan hanya bunyi beep 'tit' dan pompa air tidak akan bekerja. Demikian juga bila sensor open, tidak bisa hubung meskipun ada magnet alias rusak.

4. Bagian Kontrol

Pada bagian kontrol ada tida komponen yang penting yaitu ic micom, ic displai / key dan capasitor resonance (cr) atau yang lebih dikenal dengan sebutan x-tal (kristal), bila salah satu komponen atau ketiga-tiganya bermasalah maka sistem tidak akan bisa on. Cek jalurnya juga apakah ada jalur yang retak atau karatan.

5. Thermistor

Di air cooler sensor suhu jarang digunakan tetapi ada beberapa merek yang memakai sensor suhu, bila thermis open (putus) atau short (konslet) akan menyebabkan protek dan sistem tidak akan bekerja.

6. SCR / Triac

Umumnya scr/triac yang digunakan adalah jenis yang kecil, semisal BT131. Scr digunakan sebagai switch atau saklar untuk menjalankan motor blower setiap kecepatan memakai 1 scr, menjalankan pompa, menjalan ionizer dan menjalankan swing blade tegak. Kalau menggunakan swing blade mendatar biasanya memakai tegangan 12VDC, motor menggunakan 5 kabel dikontrol dengan ic uln2003 atau dengan 4 buah transistor.
Bila motor terbakar biasanya scr ikut terbakar, apabila scr short antara kaki output dan input akan membahayakan micom yang berakibat micom rusak.

Dari hal-hal yang disebutkan diatas maka kita bisa menganalisa bagian mana yang mengalami kerusakan apabila rusaknya adalah mati total, yang sering terjadi adalah pada bagian power suplai, sensor reed belakang dan bagian kontrol.

Kiranya cukup sekian dulu bahasan kami bila ada yang salah kami mohon maaf dan bila pertanyaan silakan tinggalkan di komentar atau kirim chat WA dan semoga bermanfaat.


Share:

CARA MENGATASI MESIN CUCI POLITRON TIDAK BISA HIDUP

Pada bahasan sebelumnya kita sudah belajar bersama tentang mesin cuci Polytron mati total, pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai modul yang sama tetapi dengan kerusakan yang berbeda yaitu tidak bisa hidup atau on dan kerusakan-kerusakan lainnya yang membuat kami harus kerja agak lebih keras.
dua ic utama
2 IC di modul mesin cuci Polytron
Pada gambar di atas ada dua ic yaitu ic micom dan ic displai modul mesin cuci Polytron. Kami memulai pengecekan dari power suplay unit (psu) tegangan outputnya normal 5V, sensor arus atau tegangan listrik juga normal 0,5V, dan transistor pengolah sinyalnya juga normal ditandai dengan tegangan kaki kolektornya 0,5V, tetapi bila tombol power on/off ditekan tidak ada rekasi apa-apa. 

Langkah berikutnya kami mencoba melakukan pemanasan atau solder ulang maka ic micom dan ic displai dengan solder blower. Perlu diketahui modul ini saat diberi input listrik masih terdengar bunyi beep "tit" sekali dan asumsi kami ic micom masih normal. Setelah kedua ic tersebut dipanasi ternyata modul bisa "on" kami sudah merasa lega, semua tombol berfungsi dengan baik. Kami mencoba proses spin atau pengeringan namun pada saat proses berlangsung terdengar bunyi 'tit' kadang sekali dan kadang beberapa kali, setelah kami tekan tombol pause/jeda dan kami diamkan beberapa saat ternyata masih terdengar bunyi 'tit' akhirnya modul kami off-kan dan on-kan kembali bunyi 'tit' sering muncul dan led pada penunjuk pilihan proses menyala berpindah-pindah.

Dugaan kami tombol pilihan proses short atau konslet atau pada tombol lain. Semua tombol kami lepas solderannya termasuk tombol power, cara on-kan cukup memakai seutas kabel saja. Setelah on ternyata kasusnya masih sama saja dan akhirnya solderan switch tombol kami kembalikan seperti semula. Berikutnya coba kami hidupkan kembali, justru yang terjadi sama sekali tidak bisa hidup lagi. Pengecekan selanjutnya pada jalur switch on-off, hasilnya ternyata semua jalur switch tidak terhubung ke micom tetapi ke ic displai dengan kode ET6202 mungkin di ic ini letak masalahnya pikir kami.

Perburuan datasheet pun segera dilakukan, hasil yang kami peroleh adalah sistem kerja ic tersebut sama dengan sistem kerja pada ic displai "DVD" sobat-sobat bisa cari sendiri datasheet-nya sendiri. Ada 3 kaki yang terhubung ke ic micom yang sangat kecil entah berapa ekor kakinya, yaitu D (data), C (clock) dan STB (strobe) benar-benar mirip pada dvd. Ic ET6202 di pasaran online ada yang jual kisaran harga Rp25.000,00 belum termasuk ongkos kirim. Asumsi kami bahwa ic tersebut yang bermasalah namun sebelum melakukan pembelian kami pun melangkah ke gudang rongsokan, siapa tahu masih ada bangkai dvd di sana yang kami masih bisa kami manfaatkan dan benar adanya kami temukan beberapa dvd dan kami ambil salah satunya kemudian kami bongkar untuk melihat kode ic displainya, kami menemukan kode ic-nya adalah TM1628. Datasheet ic tersebut ternyata sama persis dengan ET6202 dengan kaki K (key) ada dua buah, baru terpikir oleh kami meskipun sudah bertahun-tahun megang dvd ternyata angka 2 pada TM1628 adalah mewakili banyaknya kaki K, karena ada ic displai dengan kode TM1638 yang memiliki kaki K sebanyak 3 buah.

Selanjutnya adalah pembongkaran ic displai, sebelum dibongkar jangan lupa kaki-kakinya diolesi dengan flux atau getah pohon cemara ada yang menyebutnya "menyan" adapula yang menyebutnya "gondo rukem" atau mungkin di daerah lain beda lagi namanya. Solder yang kami gunakan adalah solder blower bisa juga pakai cara lain bagi yang belum punya solder blower yang penting tidak merusak ic-nya.

Pemasangan ic tersebut bisa dipasang dengan solder biasa dengan ujung paku solder yang runcing karena kaki-kaki ic tidak terlalu rapat. Setelah pemasangan bersihkan semua sisa timah yang menempel di modul karena sisa-sisa timah dikhawatirkan bisa mengkonsletkan jalur. Saatnya untuk dicoba on-kan. Modul bisa on dengan normal dan led tidak jalan-jalan berpindah sendiri dan bunyi 'tit' yang berbunyi dengan sendirinya sudah tidak terdengar lagi.

Pekerjaan belum selesai, saatnya menyemprotkan cat clear (warna bening) di permukaan jalur yang sudah dikelupas silikonnya agar tidak mudah karatan.
Catatan:
Ic TM1628 bisa diganti juga dengan LK1628 kode huruf depan tergantung pabriknya yang membuat.

Untuk beberapa waktu ke depan mungkin kami juga akan membahas modul sharp pintu atas mungkin tipe yang baru, dengan kerusakan sama yaitu tidak bisa on, namun kami benar-benar kesulitan mencari ic displainya dengan kode ET6218 (kaki K-nya hanya satu) dan kami sudah mencoba di pasaran online namun hasilnya nihil, bahkan kami sudah kontak toko-toko di Cina, ic tersebut memang belum ada di pasaran. Namun masih ada sedikit harapan ic tersebut kemungkinan bisa diganti dengan TM1618 namun adanya di negeri seberang pula, Cina, saat ini masih dalam perjalanan menuju Indonesia 😅😅😅.

Demikian bahasan kami semoga bermanfaat dan bila ada kekurangan dan kesalahan kami mohon maaf.


Share:

DAFTAR ENTRY

STAT

FRIENDSHIP

PUSAT BANTUAN

Butuh bantuan kami, klik KONTAK atau LOKASI di menu atas. "BENGKEL KAMI" Silakan kirim modul mainboard ke tempat kami

NEW COMMENTS